Apa Yang Anda Inginkan Setelah Mati Kelak?

Apa Yang Anda Inginkan Setelah Mati Kelak?

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيْرًا بَصِيْرًا، تَبَارَكَ الَّذِيْ جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوْجًا وَجَعَلَ فِيْهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيْرًا. أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللّهُ وأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وُرَسُولُهُ الَّذِيْ بَعَثَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا، وَدَاعِيَا إِلَى الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. أَمَّا بَعْدُ؛

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًايُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا  أَمَّا بَعْدُ

Marilah kita renungi nikmat Allah SWT yang telah diberikan kepada kita. Baik nikmat dunia seperti sandang, pangan, dan papan, maupun nikmat Akhirat seperti Iman dan Islam. Barangkali nikmat dunia Allah SWT berikan kepada semua makhluk, mukmin maupun  kafir, ahlul ibadah maupun ahlul maksiat. Tetapi nikmat akhirat hanya Allah SWT berikan bagi siapa yang dikehendakiNya. Allah Maha Pengasih kepada semua makhluk-Nya dan Maha Penyayang bagi orang-orang yang beriman.

Bersyukurlah kepada Allah SWT. Hari ini kita masih diberikan dua nikmat sekaligus,. Terbukti pada siang hari ini hadirin jamaah yang dimuliakan Allah rela meninggalkan aktifitas masing-masing. Melangkahkan kaki menuju ke baitullah untuk memenuhi kewajiban sebagai orang yang beriman.

Yaitu melaksanakan shalat jumat dengan berjamaah.
Allah Maha Adil. Dialah yang telah menciptakan manusia dan menyediakan berbagai macam kebutuhan yang diperlukan. Di dalam Surat an-Nahl ayat 81, Allah SWT berfirman,

 وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُمْ مِمَّا خَلَقَ ظِلَالًا وَجَعَلَ لَكُمْ مِنَ الْجِبَالِ أَكْنَانًا وَجَعَلَ لَكُمْ سَرَابِيلَ تَقِيكُمُ الْحَرَّ وَسَرَابِيلَ تَقِيكُمْ بَأْسَكُمْ كَذَلِكَ يُتِمُّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تُسْلِمُونَ

“Dan Allah menjadikan tempat bernaung dari apa yang telah Dia ciptakan, dan Dia jadikan bagimu tempat-tempat tinggal di gunung-gunung, dan Dia jadikan pakaian yang memelihara kamu dari panas dan pakaian yang memelihara kamu dalam peperangan. Demikianlah Allah menyempurnakan nikmat-Nya atasmu agar kamu berserah diri kepada-Nya”

Jamaah shalat jumat yang di rahmati Allah

Tidak lupa khatib berwasiat kepada diri pribadi dan jamaah sekalian. Marilah kita manfaatkan sisa-sisa usia kita untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Karena hanya takwalah satu-satunya bekal yang akan kita bawa ketika menghadap Allah SWT. Selainya, tidak ada satupun yang akan kita bawa, keluarga yang kita cintai, istri yang kita sayangi, anak yang kita banggakan, dan harta yang kita kumpulkan.

Ma’asiral muslimin rahimakulah

Khatib akan mengawali khutbah ini dengan satu pertanyaan sebagai renungan untuk kita bersama. Pertanyaannya adalah, “Apa yang anda inginkan setelah mati nanti”? maka setiap orang yang beriman dengan adanya hari Pembalasan, pasti akan menjawab dengan tegas, “Saya ingin digolongkan sebagai penduduk Jannah dan dijauhkan dari siksa api Neraka.”

Kalau memang demikian yang diinginkan, mestinya mulai dari sekarang tidak ada satu amalan sekecil apapun yang kita remehkan. Mengapa demikian, jamaah rahimakumulah?

Diriwayatkan dalam sebuah hadits. Dari sahabat Abdullah bin Mas’ud. Bahwa  Rasulullah SAW bersabda,

الجَنَّةُ أَقْرَب إِلَى أَحَدِكُمْ مِنْ شِرَاكِ نَعْلِهِ

“Syurga itu lebih dekat kepada salah seorang  dari pada tali sandalnya” (HR. Bukhari)

Hadits di atas memberikan pelajaran bagi kita, agar tidak meremehkan kebaikan sekecil apapun.  Lantaran tidak ada yang tahu kebaikan mana yang dirahmati oleh Allah.

Di dalam hadits yang lain dari sahabat Abu Hurairah. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya ada seorang hamba mengatakan satu kalimat yang tidak terlalu dia pikirkan lalu Allah mengangkat derajatnya disebabkan perkataanya itu”

Jamaah shalat jumat yang di rahmati Allah

Siapa yang menyangka, hanya karena seseorang menyingkirkan duri kemudian Allah SWT memasukkannya kedalam Jannah.

Imam al-Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan sebuah kisah di dalam kitab Shahihnya. Dari sahabat Abu Hurairah, bahwasannya Rasulullah SAW pernah bersabda, “Ada seorang laki-laki yang sedang berjalan di sebuah jalan, dia menjumpai ranting berduri yang menghambat jalan tersebut, kemudian dia menyingkirkannya. Lalu Allah bersyukur kepadanya dan mengampuni dosanya.”

Imam Muslim meriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah. Bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Ada seorang laki-laki melewati ranting berduri yang berada di tengah jalan, maka dia mengatakan, “Demi Allah, aku akan menyingkirkan duri ini dari kaum Muslimin, sehingga mereka tidak akan terganggu dengannya,” maka Allah memasukkan kedalam Jannah.”

Dalam riwayat yang lain, dari sahabat Abu Hurairah, dari nabi SAW beliau bersabda, “Sungguh aku telah melihat seorang lakilaki yang sedang menikmati kenikmatan di Jannah, disebabkan ia memotong duri yang berada di tengah jalan, yang duri itu mengganggu kaum muslimin.”

Banyak sekali kisah-kisah seperti di atas, yang intinya Allah SWT memasukkan hambaNya ke dalam jannah karena amalan yang dianggap sepele. Tapi perlu diingat jamaah rahimakumullah. Rasulullah juga bersabda,

وَالنَّارُ مِثْلُ ذلِكَ

Dan neraka juga demikian

Jarak antara seseorang dengan Neraka juga lebih dekat dari pada tali sandalnya. Artinya apa? Ada kemaksiatan-kemaksiatan kecil yang kadang itu kita anggap sepele namum bisa menyebabkan seseorang dijebloskan kedalam Neraka. Di dalam sebuah hadits, yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari. Rasululah n bersabda,

“Sesungguhnya ada seorang hamba yang mengatakan satu kaimat yang membuat Allah murka dan ia tidak menaruh perhatian padanya namun mengakibatkan dia dilemparkan ke dalam Neraka jahannam.”

DUA HAL SEPELE TAPI MEMPERBERAT SIKSA KUBUR

Tentu kita semua beriman dengan adanya alam kubur. Alam kubur merupakan pintu tempat transit sebelum manusia memasuki dan menjalani kehidupan yang kekal dan abadi, yaitu alam akhirat. Nikmat dan siksa kubur bukan hanya sekedar isapan jempol, melainkan sebuah kepastian yang akan diterima oleh setiap manusia.

Apabila seorang mukmin itu beramal shalih, maka kuburannya akan diperluas Allah, seluas mata memandang. Sebaliknya jika seseorang banyak melakukan dosa, maka kuburannya akan dipersempit, bahkan bumi akan terasa menghimpit jasadnya.
Ada perkara sepele yang bisa menyebabkan seseorang akan mendapatkan siksa kubur. Apa itu,  jamaah rahimakumullah?

Di dalam Shahihain dikisahkan, suatu hari nabi SAW melintasi sebuah kuburan seraya bersabda,
“Sungguh keduanya sedang disiksa bukan karena perkara besar (dalam pandangan keduanya). salah satu dari dua ini, tidak menjaga diri dari kencing, sedangkan yang satunya lagi, dia sering menebar namimah (adu domba).”

Dalam hadits yang lain yang diriwayatkan dari Abi Hurairah. Bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sucikanlah dirimu dari air kencing karena kebanyakan siksa kubur itu berasal darinya.”

Dua hal sepele yang sering dikerjakan banyak orang namun bisa menjerumuskan kepad siksa kubur. Tidak bisa menjaga kencing dan namimah. Seseorang yang tidak bisa menjaga kencingnya bisa dipastikan shalatnya tidak sah karena dia mengerjakan shalat dalam keadaan najis.

KHUTBAH KEDUA  DAN PENUTUP

اَلْحَمْدُ لِلّهِ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ هَدَانَا صِرَاطَهُ الْمُسْتَقِيْمَ، صِرَاطَ اْلأَنْبِيَاءِ وَ الْمُرْسَلِيْنَ وَ الصِّدِيْقِيْنَ وَ الشُّهَدَاءِ وَ الصَّالِحِيْنَ وَ حَسُنَ أُوْلٓـئِكَ رَفِيْقاً. أشْهَدُ أنْ لاَ إِلٰه إلاَّ اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ.

Pada khutbah yang kedua ini kembali khatib mengingatkan kepada diri pribadi dan jamaah sekalian.

Janganlah meremehkan kebaikan dan kemaksiatan sekecil apapun, kita kerjakan kebaikan yang ada di depan kita, kita jauhi kemaksiatan sejauh-jauhnya. Walaupun itu perkara yang sangat kecil.Karena kita tidak mengetahui amalan yang dianggap kecil di mata manusia, ternyata disisi Allah menjadi amalan yang bernilai besar. Dan menyebabkan seseorang dimasukkan ke dalam Jannah, atau bisa juga menyebabkan seseorang dimasukkan ke dalam jurang Neraka Jahannam. Di penghujung khutbah ini khatib sampaikan satu hadits dari sahabat Abu Dzar z, Rasulullah SAW bersabda, “Jangan kamu sekali-kali meremehkan dari kebaikan sedikitpun, meskipun hanya kamu bertemu dengan saudaramu dalam keadaan tersenyum.” (HR. Muslim)

Demikian khutbah jumat pada siang hari ini. Mudah- mudahan bisa menjadi bahan renungan kita bersama. Kita akhiri khutbah siang ini dengan berdoa kepada Allah SWT.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.

رَبَّنا لا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنا ، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمة ، إِنّكَ أنتَ الوَّهابُ

رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلَّذِينَ كَفَرُوا وَاغْفِرْ لَنَا رَبَّنَا إِنَّكَ أَنتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِنَا مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ

رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. وَالْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

 

khutbah: ust. Muslih Abdurrahman

# Setelah Mati# Setelah Mati# Setelah Mati # Setelah Mati # Setelah Mati # Setelah Mati # Setelah Mati #

%d bloggers like this: