Warisan Buat Anak Angakat

Warisan Buat Anak Angakat

Ustadz, saya dan istri sudah berumah tangga lebih dari 20 tahun, namun Allah belum mengaruniakan anak untuk kami. Oleh karena itu kami bermaksud memelihara salah seorang keponakan kami yang baru saja lahir. Kami akan berusaha untuk memeliharanya sebagaimana orang tua memelihara anaknya. Bolehkah kami mencatatkannya di notaris agar kelak ia menjadi ahli waris kami berdua?
(Harianto—Madiun)

(BACA JUGA: Hukum Sepupu Adopsi)

Pertama-tama, saya mendoakan semoga saudara Harianto bersabar menghadapi semua cobaan Allah, termasuk belum mendapatkan anugerah anak. Moga-moga itu tetap bisa menjadikan Saudara shalih lahir batin. Amin.

Memelihara keponakan atau siapa pun tidak dilarang syariat. Bahkan itu adalah perbuatan terpuji karena mengandung unsur meringankan beban sesama muslim, apalagi kerabat dekat. Meskipun demikian, mencatatkannya di notaris untuk menjadikannya sebagai ahli waris tidak diperbolehkan secara syar’i. Selain itu juga tidak boleh menisbatkan nasabnya kepada selain ayahnya yang hakiki.

Keponakan atau siapa pun hanya bisa mendapatkan sebagian dari harta yang Saudara miliki dengan cara wasiat. Maka boleh mencatatnya sebagai penerima wasiat. Batas maksimal yang boleh diterima oleh orang yang mendapatkan wasiat adalah sepertiga harta. Sisa harta yang Saudara dan istri Saudara tinggalkan kelak harus dibagi untuk ahli waris yang ada sesuai aturan syariat. Wallahu a’lam. []

 

Rubrik ini diasuh oleh KH. Imtihan asy-Syafi’i, Direktur Ma’had Ali An-Nuur Solo.

Kirim pertanyaan Anda  via email: [email protected] atau SMS: 0898 350 2619

 

# Warisan Buat Anak Angakat # Warisan Buat Anak Angakat # Warisan Buat Anak Angakat #

%d bloggers like this: