Umdatu al-Fiqhi

Umdatu al-Fiqhi

Ibnu Qudamah al-Maqdisi

Dalam madzhab Hambali, kitab-kitab rujukan fikih tidak terklasifikasi menjadi beberapa kelompok, sebagaimana dalam madzhab Hanafi dan Maliki. Di antara kitab-kitab dalam madzhab Hambali, ada beberapa kitab yang disusun oleh Ibnu Qudamah secara berjenjang. Setiap orang yang belajar fikih dari pemula diarahkan untuk mempelajari buku-buku Ibnu Qudamah secara bertahap, dengan urutan jenjang yang telah ditetapkan. Kitab-kitab tersebut dapat diurutkan sebagai berikut:

                Pertama, kitab al-Umdah (Dasar). Kitab ini ditulis untuk para mubtadi’in (pemula), yang akan kita bicarakan pada edisi kali ini.

Kedua, kitab al-Muqni’ (yang memuaskan). Selanjutnya, orang yang telah menguasai permasalahan dasar dalam fikih, diarahkan untuk belajar al-Muqni’. Kitab al-Muqni’ dirancang untuk belajar fikih tingkat lanjutan atau pertengahan. Dalam kitab ini, Ibnu Qudamah menyebutkan dua pendapat imam madzhab, yaitu Imam Ahmad, atau dua pendapat yang dinilai terkuat dari ulama-ulama dalam madzhab Hambali. Beliau juga menyebutkan beberapa permasalahan yang tidak disebutkan dalam kitab al-Umdah. Hanya saja, beliau tidak menyebutkan dalil-dalilnya.

Ketiga, kitab al-Kafi (yang mencukupi). Tingkat lanjutan untuk belajar fikih adalah kitab al-Kafi. Ibnu Qudamah menyebutkan beberapa pendapat yang lebih luas dan dalil-dalil dalam setiap masalah, kemudian beliau mendiskusikannya dan menggali kesimpulan untuk memilih pendapat yang paling kuat. Dari sisi ini, al-Kafi lebih luas pembahasannya daripada al-Muqni’.

Keempat, kitab al-Mughni (yang memperkaya wawasan). Kitab ini dirancang khusus untuk pembelajaran tingkat “mahir”, dan telah dibahas pada edisi sebelumnya.

Para pemula dalam madzhab Hambali diarahkan untuk belajar kitab al-Umdah. Kitab ini berisi permasalahan-permasalahan fikih menurut satu pendapat dalam madzhab Hambali. Dalam kitab ini, Ibnu Qudamah tidak menyebutkan banyak dalil, tetapi hanya menyebutkan beberapa dalil saja. Diharapkan, orang yang mempelajari kitab ini akan menguasai pengetahuan dasar tentang fikih secara utuh pada semua bab pembahasan fikih.

Penulis mengawali tiap bab dengan sebuah hadits shahih, lalu menyebutkan beberapa hukum yang berkaitan dengan hadits tersebut. Bila dicermati, hukum-hukum yang disebutkan itu merupakan hasil istinbath (kesimpulan) dari hadits itu. Dengan cara tersebut, pembaca akan lebih memperhatikan hadits, yang dengan sendirinya akan meningkatkan pemahamannya dalam hal istinbath dan ijtihad.

Kitab ini merupakan salah satu kitab matan terpenting dalam madzhab Hambali. Ditulis dengan kalimat-kalimat yang mudah dipahami dan dihafal oleh pemula. Banyak para ulama yang menjadikan kitab ini sebagai buku panduan pengajaran bagi murid-muridnya. Baik ulama dahulu maupun ulama sekarang.

Syaikh Abdul Karim al-Khudhair berkata, “Bagi seorang thalibul ilmi semestinya memperhatikan kitab-kitab yang mereka baca. Maka pilihlah dari para imam yang telah diakui keulamaannya, dan itu lebih baik dari pada membaca yang lain. Karena ini persoalan agama, maka lihatlah dari siapa ilmu itu diambil. Meskipun tidak menafikan manfaat-manfaat kitab yang lain. Oleh karena itu, mulailah untuk membaca seperti kitab al-Umdah (dasar) atau al-Mutun (matan-matan). Seperti kitab Umdatu al-Fiqh yang ditulis oleh Imam al-Muwaffiq Ibnu Qudamah al-Maqdisi. Kitab ini sangat berharga, dalam pembahasannya seorang thalib dapat merujuk pada hadits terkait dalam pembahasan tersebut, karena setiap bab dari kitab ini diawali dengan menyebutkan hadits. Kitab ini telah banyak di-syarah oleh para ulama, di antara yang paling penting adalah yang di-syarah Imam Ibnu Taimiyyah.” (http://www.ajurry.com/).

Kitab ini sangat sederhana, dan sangat cocok untuk para pemula sebagaimana tujuan ditulisnya kitab ini. Penggunaan bahasanya yang mudah dan gampang untuk difahami. Diawali dengan bab thaharah (bersuci), shalat, jenazah dan ditutup dengan bab asy-syahadah (kesaksian).

baca juga: Fikih Hambali Masa Kini

Banyak ulama yang mensyarah kitab ini, di antaranya adalah Imam Baha’uddin al-Maqdisi dengan judul al-‘Uddah fi Syarh al-Umdah. Selain itu, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah juga men-syarah kitab ini dengan judul Syarhu al-Umdah, namun beliau belum menyempurnakannya. Selain mensyarah, ada juga ulama yang mentahqiq hadits-haditsnya, menulisnya nazham-nya, dan masih banyak lagi aktivitas ilmiah lainnya untuk mengkaji kitab ini.

Semoga Allah selalu melimpahkan berkah-Nya untuk penulis, ulama dan lainnya yang menyebarkan manfaat dari kitab berharga ini. Amin.

%d bloggers like this: