Udhiyah Sekaligus Aqiqah

Udhiyah Sekaligus Aqiqah

Ustadz, saya sedang menunggu kelahiran anak. Diperkirakan anak saya akan lahir pada 10 atau 11 Dzulhijjah. Bolehkah saya nanti melaksanakan aqiqah sekaligus udhiyah dengan seekor atau dua ekor kambing jika memang harinya tepat. Terima kasih atas jawabannya. (Salim—Surakarta)

Para ulama berbeda pendapat mengenai keabsahan aqiqah sekaligus udhiyah. Para ahli fikih madzhab Maliki dan Syafi’i menyatakan tidak sah. Demikian dalam satu riwayat dari Imam Ahmad. Alasannya, masing-masing aqiqah dan udhiyah diperintahkan secara spesifik. Yang satu tidak dapat menempati posisi yang lain. Masing-masing diperintahkan karena sebab yang berbeda. Sama seperti kambing yang disembelih sebagai dam haji tamattu’ tidak bisa sekaligus menjadi dam yang lain dalam haji. Lihat: Tuhfatul Muhtaj Syarhul Minhaj, 9/371 dan Mawahibul Jalil, 3/259.

Para ahli fikih madzhab Hanafi dan sebagian ahli fikih madzhab Hambali menyatakan, sah. Ini juga pendapat Qatadah, Hasan al-Bashri, dan Muhammad bin Sirin.Alasan pendapat ini, yang dituju dari ibadah aqiqah dan udhiyah adalah mendekatkan diri kepada Allah dengan cara menyembelih binatang tertentu. Oleh karenanya, keduanya bisa saling masuk. Sama seperti shalat Tahiyatul Masjid yang dikerjakan sekaligus dengan niat shalat Rawatib. Lihat: Muntahal Iradat, 1/617 dan Kasyaful Qina’, 3/30.

Saat dihadapkan pada perbedaan pendapat seperti ini, sebaiknya kita keluar dari perbedaan tersebut dengan melakukan yang dapat diterima oleh semua pihak. Memilih untuk meniatkan salah satu saja lebih baik. Mana yang didahulukan? Aqiqah. Sebab waktu aqiqah terbatas, sementara udhiyah masih dapat dilaksanakan pada masa-masa yang akan datang. Wallahu a’lam.

%d bloggers like this: