Tambahan Tanpa Kesepakatan

Tambahan Tanpa Kesepakatan

Apabila seseorang membeli suatu barang tapi bayarnya ditunda sampai beberapa transaksi berlalu terlebih dahulu, dan saat tiba waktu pembayaran, orang tersebut memberi tambahan pembayaran kepada tanpa diminta, apakah tambahan itu termasuk riba? Kongkritnya, misal ada yang beli barang dengan harga 100, dia membayarnya setelah 5 kali transaksi sehingga yang harus dia bayar adalah 500. Namun tanpa kesepakatan apa pun, orang tersebut membayar 550. Apakah ini termasuk riba? (

BACA JUGA: Bunga Pinjaman Produktif Bukan Riba, Benarkah?

Islam membolehkan transaksi tunai dan tak tunai. Boleh tak tunai barangnya, boleh tak tunai pembayarannya. Harga yang telah disepakati mesti ditepati. Tidak boleh ditambah dengan kesepakatan lantaran suatu hal—misalnya keterlambatan pelunasan. Tambahan ini termasuk riba. Ini prinsip dasarnya.

Adapun jika itu dilakukan tanpa kesepakatan sebelumnya, seperti pada kasus yang Pak Sapto sampaikan, pada mulanya tidak masalah. Boleh. Hanya, hal itu boleh dilakukan sekali saja. Sebab jika hal itu dilakukan berulang-ulang, maka pengulangan itu menyebabkannya menjadi kebiasaan. Sementara kebiasaan dapat mengubah status hukum suatu aktivitas. Para ulama menyampaikan kaidah:

الْمَعْرُوْفُ عُرْفًا كَالْمَشْرُوطِ شَرْطًا

“Sesuatu yang dihadirkan karena faktor kebiasaan sama dengan sesuatu yang dipersyaratkan.”

Meskipun tidak dipersyaratkan atau disepakati, jika itu menjadi kebiasaan, maka dihukukmi sebagai sesuatu yang dipersyaratkan dan disepakati sehingga jadilah riba. Wallahu a’lam.

%d bloggers like this: