Takziyah Tetangga yang Kafir

Takziyah ke rumah Tetangga yang Kafir

Ustadz, bolehkah bertakziyah ke rumah tetangga yang sedang berduka karena anaknya meninggal dunia, sementara ia adalah seorang non-muslim Jika tidak boleh, apa yang boleh kita lakukan terhadapnya dalam kondisi demikian?
(Ummu Shalihah—Sukoharjo)

Takziyah Tetangga Kafir

Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin (w. 1421 H) menyatakan bahwa bertakziyah kepada tetangga atau teman yang kafir karena di antara anggota keluarganya ada yang meninggal dunia diperselisihkan oleh para ulama. Ada yang berpendapat haram, dan ada yang berpendapat boleh. Ada pula yang memerinci, bahwa apabila ada maslahatnya—seperti diharapkan keislamannya— atau untuk mencegah kemudaratannya dimana tidak tercegah kemudaratan tersebut kecuali dengan bertakziyah, maka itu tidak diperbolehkan. Sedangkan bila dipahami dari bertakziyah kepada mereka adalah mengakui dan memuliakan kekafiran mereka, maka itu haram dan tidak perlu melihat lagi kepada masalahah. (Fatawa fi Ahkamil Janaiz, hal. 353)

Pertanyaan serupa pernah ditanyakan kepada para ulama anggota Lajnah Daimah, dan mereka menjawab, “Apabila maksud dari takziyah adalah menjadikan mereka tertarik kepada Islam, maka itu boleh. Ini termasuk maqashid syariah. Demikian pula halnya apabila dengan itu mudarat atau kezaliman mereka dapat dicegah, baik yang akan menimpa pelaku takziyah maupun kaum muslimin secara umum. Sesungguhnya kemaslahatan umum harus didahulukan daripada mudarat yang khusus.” (Fatawa al-Lajnah ad-Daimah, 9/132)

Para imam madzhab seperti Imam Syafi’i dan Imam Abu Hanifah—menurut satu riwayat menyatakan, bertakziyah kepada kafir non-harbi boleh. Sedangkan Imam Ahmad—sebagaimana dinyatakan oleh Ibnu Qudamah (w. 620 H)—
bertawaquf dalam masalah itu. (al-Mughni, 3/486)

baca juga: Badan Orang Kafir Najis??

Para ulama yang membolehkan, membatasi pembolehan hanya pada mengunjungi rumahnya. Tidak boleh mengantarnya ke kuburan, apalagi memberi penghormatan terakhir di rumah ibadah mereka. Tidak boleh pula memohonkan ampunan untuknya. Wallahu a’lam. []

 

%d bloggers like this: