Tadarusan One Day One Juz (Odoj) Bagi Wanita Haidh

One Day One Juz

Pada bulan November 2013, sebuah komunitas muda di Indonesia mengadakan launching program One Day One Juz (ODOJ). Komunitas tersebut mengajak masyarakat untuk mengkhatamkan Al-Qur’an sekali per bulan. Caranya membiasakan membaca minimal satu juz per hari di bawah kontrol pengurus komunitas.

Dalam waktu singkat, lebih dari 100 ribu orang bergabung secara aktif dalam komunitas tersebut. Mereka berasal dari kalangan pelajar, mahasiswa, karyawan, ibu rumah tangga, pengusaha, dan bahkan artis.

Mekanisme pelaporan tilawah anggota ODOJ dilakukan melalui group-grup ODOJ pada aplikasi Whatsapp (WA) dan Blackberry Messenger (BBM).

Salah satu masalah klasik yang sampai saat ini masih membuat bingung sebagian peserta tadarusan Al-Qur’an dalam groupgroup ODOJ adalah masalah haidh dan nifas. Bagaimana mungkin seorang wanita bisa menyelesaian tadarusan 30 juz per bulan, jika ia mengalami haidh atau nifas?

MENYENTUH DAN MEMBACA MUSHAF BAGI WANITA HAIDH

Imam Malik, Asy-Syafi’i, dan Ahmad berpendapat wanita yang haidh atau nifas diharamkan menyentuh atau membaca mushaf Al-Qur’an.

Larangan menyentuh mushaf AlQur’an bagi wanita yang haidh atau nifas didasarkan kepada firman Allah SWT, “Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan.” (QS. Al-Waqi’ah [56]: 79)
Mereka menafsirkan ayat di atas dengan pengertian tidak boleh menyentuh mushaf Al-Qur’an kecuali orang yang dalam keadaan suci.

Adapun larangan membaca mushaf AlQur’an bagi wanita yang haidh atau nifas didasarkan kepada hadits-hadits berikut ini.

Dari Abdullah bin Abi Bakar bin Hazm bahwasanya dalam surat yang ditulis oleh Rasulullah SAW kepada Amru bin Hazm tercantum sabda beliau, “TIdak boleh menyentuh Al-Qur’an kecuali orang yang suci.” (HR. Malik dalam Al-Muwatha’)

BACA JUGA: Bacaan Al-Qur’an Sebagai Mahar

Dari Ali bin Abi Thalib, ia berkata, “Rasulullah SAW buang air besar lalu keluar dan membaca Al-Qur’an. Beliau juga makan daging bersama kami (lalu beliau membaca Al-Qur’an). Tidak ada suatu keadaan pun yang menghalangi beliau dari membaca Al-Qur’an, selain kondisi junub (hadats besar).” (HR. Ahmad, An-Nasai, Abu Ya’la, Ath-Thahawi, Al-Baghawi, dan Ibnul Jarud. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth berkata: sanadnya hasan)

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, dari nabi SAW, beliau bersabda, “Janganlah wanita yang haidh dan orang yang junub membaca sesuatupun  (ayat atau surat) dari Al-Qur’an.” (HR. At-Tirmidzi)

Setelah menyebutkan hadits Ibnu Umar di atas, Imam At-Tirmidzi dalam Sunan At-Tirmidzi menulis, “Ini adalah pendapat mayoritas ulama dari kalangan sahabat nabi SAW, tabi’in, dan para ulama setelah generasi mereka, seperti Sufyan AtsTsauri, Abdullah bin Mubarak, Asy-Syafi’i, Ahmad bin Hambal, dan Ishaq bin Rahawaih. Mereka mengatakan wanita yang haidh dan orang yang junub tidak boleh membaca sesuatu pun dari Al-Qur’an, kecuali sekedar ujung ayat, huruf, atau sejenisnya.”

Berdasar keterangan di atas, bisa disimpulkan bahwa pendapat yang dipraktekkan oleh mayoritas sahabat, tabi’in, tabi’it tabi’in, dan ulama fikih adalah wanita haidh tidak boleh menyentuh mushaf Al-Qur’an maupun membaca mushaf Al-Qur’an.

SOLUSI KONTEMPORER

Namun pendapat tersebut terasa sangat berat bagi para wanita muslimah, karena masa haidh dan nifas bisa berlangsung cukup lama. Sebagian wanita mengalami haidh antara satu sampai dua pekan setiap bulannya. Masa nifas bahkan bisa berlangsung selama satu sampai dua bulan.

Alhamdulillah, di zaman sekarang problem ini telah ada jalan keluarnya. Saat ini telah muncul aplikasi-aplikasi flash Al-Qur’an, Al-Qur’an untuk Android, dan sejenisnya. Aplikasi-aplikasi tersebut bisa diinstall di HP Android, komputer, laptop, dan sejenisnya.

Melalui aplikasi-aplikasi tersebut, seorang muslimah yang haidh atau nifas tetap bisa membaca ayat-ayat Al-Qur’an tanpa harus menyentuh mushaf Al-Qur’an atau membaca mushaf Al-Qur’an.
Sebab, walau aplikasi tersebut berisi surat-surat dan ayat-ayat Al-Qur’an secara lengkap 30 juz, namun ia tidak bisa disebut mushaf Al-Qur’an. Ia tetap sekedar aplikasi HP, komputer, dan laptop.

Sejumlah ulama kontemporer di antaranya Syaikh Abdul Aziz bin Baz, Muhammad Shalih Al-Utsaimin, Abdurrahman bin Nashir Al-Barrak, dan Dewan Fatwa Kementrian Agama Qatar memperbolehkan orang yang junub, wanita yang haidh, atau wanita yang nifas untuk membaca ayat-ayat Al-Qur’an melalui aplikasi dalam HP, komputer, dan laptop. (Lihat:http://fatwa.islamweb.net/ fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=127203 dan http://fatwa. islamweb.net/fatwa/index.php?page=showf atwa&Option=FatwaId&Id=122876)

Fatwa para ulama kontemporer tersebut, insya Allah, bisa menjadi solusi alternatif bagi kaum muslimah. Sehingga mereka tetap bisa membaca jatah juz dalam gorup ODOJ atau menyimak khataman dalam gorup ODOJ, dengan aplikasi Al-Qur’an dalam HP, komputer, atau laptop.

Wallahu a’lam bish-shawab. []

%d bloggers like this: