Shaum, Ibadah yang Sangat Menyehatkan

shaum, ibadah yang menyehatkan.

Allah SWT mewajibkan umat Islam melakukan ibadah shaum Ramadhan agar mereka memperoleh ketakwaan. Dengan ketakwaan, manusia dapat mencegah dirinya dari perbuatan maksiat dan dosa. Nabi SAW juga menganjurkan umatnya untuk melakukan shaum-shaum sunnah. Penelitian medis modern membuktikan bahwa shaum memiliki manfaat yang sangat baik bagi kesehatan fisik dan mental.

Shaum, Mencegah Berbagai Penyakit

Penelitian medis modern menemukan fakta ilmiah bahwa shaum mampu mencegah berbagai penyakit fisik dan mental dari diri pelaku shaum. Beberapa penyakit tersebut di antaranya adalah:

Pertama, shaum dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh sehingga tubuh terhindar dari berbagai penyakit. Dengan shaum, kerja sel getah bening membaik sepuluh kali lipat. Selain itu, jumlah sel T limfosit yang berfungsi sebagai kekebalan semakin bertambah banyak, antibodi semakin meningkat, dan reaksi imun semakin aktif akibat bertambahnya protein lemak.

Kedua, shaum mencegah terbentuknya batu ginjal di dalam tubuh. Kadar sodium dalam darah meningkat pada saat shaum sehingga hal ini dapat mencegah pengkristalan garam kalsium. Shaum juga dapat menambah albumin pada air seni yang berfungsi menghilangkan pengendapan garam. Pengendapan garam inilah yang nantinya menjadi batu pada saluran kemih.

Ketiga, shaum dapat menghindarkan tubuh dari bahaya racun yang menumpuk di dalam sel-sel tubuh dan jaringan-jaringannya. Racun ini menumpuk akibat konsumsi makanan selama satu tahun penuh tanpa shaum, terlebih makanan yang diawetkan dan makanan kemasan. Racun tersebut juga dapat berasal dari obat-obatan kimia dan udara yang tercemar saat bernafas.

Keempat, shaum dapat menghindarkan diri dari penyakit obesitas atau kegemukan. Penyakit obesitas dapat mengakibatkan gangguan pencernaan. Penyebabnya bermacam-macam, selain karena kegemukan, obesitas juga bisa disebabkan oleh tekanan jiwa, keluarga, lingkungan, atau masyarakat. Kegalauan dan keresahan jiwa terkadang juga menimbulkan gangguan pencernaan.

Oleh karena itulah, seseorang dianjurkan shaum untuk menghindari semua faktor tersebut. Shaum disertai ibadah lain seperti shalat wajib, shalat rawatib, shalat tarawih dan witir, dzikir, doa, dan tilawah al-Qur’an, dapat menjauhkan diri dari ketegangan dan keresahan. Jiwa dan pikiran pun menjadi tenang. Shaum mampu mengekang nafsu dan mengarahkan energi tubuh dan pikiran kepada hal-hal yang positif dan bermanfaat. Dengan demikian, ia akan terhindar dari obesitas dan gangguan pencernaan.

Kelima, keadaan psikologis yang tenang, teduh dan tidak dipenuhi rasa amarah saat shaum ternyata dapat menurunkan adrenalin. Saat marah terjadi peningkatan jumlah adrenalin sebesar 20-30 kali lipat. Adrenalin akan memperkecil kontraksi otot empedu, menyempitkan pembuluh darah perifer, meluaskan pembuluh darah koroner, meningkatkan tekanan darah arterial dan menambah volume darah ke jantung dan jumlah detak jantung. Adrenalin juga menambah pembentukan kolesterol dari lemak protein berkepadatan rendah. Berbagai hal tersebut ternyata dapat meningkatkan resiko penyakit pembuluh darah, jantung dan otak seperti jantung koroner, stroke dan lainnya. Shaum dengan demikian membantu mencegah terjadinya  penyakit pembuluh darah, jantung dan otak.

Keenam, shaum dapat mengurangi gairah seksual, terutama pada kaum muda. Shaum menghindarkan diri dari ketegangan jiwa dan raga serta penyimpangan seksual. Tidak diragukan lagi, penyimpangan perilaku seksual merupakan jalan bagi terkena berbagai macam penyakit yang ganas.

Shaum, Menyembuhkan Berbagai Penyakit Berbahaya

Penelitian medis modern membuktikan bahwa shaum dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit berbahaya, di antaranya adalah:

Pertama, shaum dapat mengatasi berbagai penyakit yang diakibatkan oleh kegemukan, seperti penebalan dinding pembuluh nadi, tekanan darah tinggi, dan beberapa penyakit yang menyerang organ hati.

Kedua, shaum dapat mengobati berbagai gangguan sirkulasi darah pusat, seperti penyakit raynaud (kejang pada pembuluh darah di jari tangan dan jari kaki) dan penyakit berger (biasa dijumpai pada penderita hipertensi dan gagal ginjal kronik).

Ketiga, shaum yang dilakukan secara berkesinambungan sesuai aturan Islam dapat mengobati penyakit rematik. Penelitian medis menemukan fakta pengaruh shaum pada membaiknya penderita radang persendian (encok) atau rematoid arthritis. Parameter yang diteliti adalah fungsi sel penetral (netrofil) dan progresifitas klinis penderita. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa terdapat korelasi antara membaiknya radang sendi dan peningkatan kemampuan sel penetral dalam membasmi bakteri.

Keempat, shaum yang dilakukan sesuai aturan Islam dapat mengurangi peningkatan asam lambung. Shaum juga dapat menyembuhkan luka lambung.

Banyak manfaat medis lainnya dari ibadah shaum yang telah ditemukan oleh para ilmuwan dan ilmu kedokteran modern. Hal itu membuktikan bahwa shaum sama sekali tidak membahayakan kesehatan tubuh manusia. Benarlah bahwa shaum penuh pahala dan hikmah.

baca juga: Shiyam Ramadhan Dan Dharuriyah Khamsah

Referensi:

Yusuf al-Hajj Ahmad, Mawsu’ah al-I’jaz al-‘Ilmi fi al-Qur’an wa as-Sunnah

 

 

%d bloggers like this: