Shalat Tahajud, Sebelum Atau Sesudah Tidur?

shalat tahajud

Shalat tahajud adalah shalat sunnah yang sangat istimewa. Shalat tahajud merupakan amalan kebiasaan orang-orang shalih terdahulu. Mereka gemar melaksanakan amalan ini karena Allah Ta’ala menjanjikan keutamaan yang begitu besar di dalamnya. Maka, hendaknya kita juga berusaha untuk melazimi amalan tersebut sehingga kita juga mendapatkan keutamaannya. Lantas kapankah kita melaksanakan shalat tahajud? Sebelum atau sesudah tidur? Mari kita simak penjelasan para ulama di bawah ini,

Ibnu Hajar al-Atsqalani asy-Syafi’i Rahumahumullah menjelaskan,

التَّهَجُّدُ يَقَعُ عَلَى الصَّلَاةِ بَعْدَ النَّوْمِ وَأَمَّا الصَّلَاةُ قَبْلَ النَّوْمِ فَلَا تُسَمَّى تَهَجُّدًا

Shalat tahajud adalah shalat yang dikerjakan setelah tidur. Adapun shalat yang dikerjakan sebelum tidur maka tidak disebut sebagai shalat tahajud. (Talkhishu al-Habir fi Ahaditsi ar-Rafi’i al-Kabir, Ahmad bin Ali bin Hajar Abu al-Fadl al-Atsqalaniy, 2/16)

Al-Qurtubi Rahimahumullah ketika menjelaskan ayat mengenai tahajud dalam kitab tafsirnya, beliau menjelaskan,

 أَيَحْسَبُ أَحَدُكُمْ إذَا قَامَ مِنْ اللَّيْلِ يُصَلِّي حَتَّى يُصْبِحَ أَنَّهُ قَدْ تَهَجَّدَ، إنَّمَا التَّهَجُّدُ أَنْ يُصَلِّيَ الصَّلَاةَ بَعْدَ رَقْدِهِ، ثُمَّ الصَّلَاةَ بَعْدَ رَقْدِهِ، وَتِلْكَ كَانَتْ صَلَاةُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

Apakah di antara kalian menyangka apabila melaksanakan shalat di malam hari hingga subuh dia merasa telah melaksanakan shalat tahajud. Sesungguhnya shalat tahajud adalah shalat yang dilaksanakan setelah tidur, kemudian shalat setelah tidur. Itulah shalatnya Rasulullah n. (Tafsir al-Qurtubi, Muhammad bin Ahmad bin Abi Bakr bin Farh al-Qurtubi, 10/308)

BACA JUGA: MANFAAT MEDIS, SHALAT TAHAJUD

Ad-Dardir al-Maliki Rahimahumullah juga menjelaskan,

التَّهَجُّدُ صَلَاةُ اللَّيْلِ بَعْدَ النَّوْمِ وَقِيلَ يُسَمَّى تَهَجُّدًا مُطْلَقًا.

Shalat tahajud adalah shalat yang dikerjakan setelah tidur pada malam hari. Disebutkan bahwa shalat tahajud juga disebut dengan shalat sunnah mutlak. (Asy-Syarhu al-Kabir, Ad-Dardir, 2/211)

Musa al-Hajawi al-Maqdisiy al-Hambali Rahimahumullah menjelaskan makna tahajud secara istilah, bahwa tahajud adalah,

صَلَاةُ التَّطَوُّعِ فِيْ اللَّيْلِ بَعْدَ النَّوْمِ كَمَا قَالَهُ الْقَاضِي حُسَيْن، سُمِّيَ بِذَلِكَ لَمَّا فِيْهِ مِنْ تَرْكِ النَّوْمِ

Shalat sunnah yang dikerjakan di waktu malam setelah tidur, ini sebagaimana pendapatnya Qadhi Husain. Disebut dengan tahajud karena ketika hendak mengerjakannya harus meninggalkan tidur (karena dikerjakan setelah tidur). (Al-Iqna’ fi fiqhi al-Imam Ibnu Hambal, Musa al-Hajawi al-Maqdisiy al-Hambali, 106)

Muhammad bin Shalih al-Utsaimin Rahimahumullah menjelaskan,

وَقَالَ تَعَالَى إِنَّ نَاشِئَةَ اللَّيْلِ هِيَ أَشَدُّ وَطْئاً وَأَقْوَمُ قِيلاً قَالَ الْعُلَمَاءُ وَنَاشِئَةَ اللَّيْلِ هِيَ التَّهَجُّدُ بَعْدَ النَّوْمِ وَالْأَفْضَلُ أَنْ يَتَهَجَّدَ الْإِنْسَانُ بَعْدَ مُنْتَصِفِ اللَّيْلِ مُبَاشَرَةً فَيَقُوْمُ ثُلُثَ اللَّيْلِ ثُمَّ يَنَامُ سَحَراً قَبْلَ الْفَجْرِ مِنْ أَجْلِ أَنْ يَقُوْمَ لِصَلَاةِ الْفَجْرِ نَشِيْطاً

Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyu’) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.” (QS. Muzzammil: 6). Para ulama berpendapat bahwa maksud dari “نَاشِئَةَ اللَّيْلِ” (bagun di waktu malam) dalam ayat tersebut adalah shalat tahajud yang dikerjakan sesudah tidur. Seseorang yang melaksanakan shalat tahajud setelah pertengahan malam itu lebih utama. Sehingga ia bangun di sepertiga malam kemudian tidur lagi hingga waktu sahur sebelum datangnya waktu fajar. Dikerjakan seperti ini supaya badan terasa bugar ketika hendak melaksanakan shalat fajar. (Fatawa Nur ‘Ala ad-Darbi, Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, 18/ 84)

Abu Bakr Ibnul ‘Arabi Rahimahumullah mengatakan,

الْمَسْأَلَةُ الثَّالِثَةُ: فِي صِفَةِ هَذَا التَّهَجُّدِ  فِي قَوْله وَمِنْ اللَّيْل فَتَهَجُّد بِهِ  وَفِيهِ ثَلَاثَةُ أَقْوَالٍ: الْأَوَّلُ: أَنَّهُ النَّوْمُ، ثُمَّ الصَّلَاةُ، ثُمَّ النَّوْمُ ، ثُمَّ الصَّلَاةُ. الثَّانِي: أَنَّهُ الصَّلَاةُ بَعْدَ النَّوْمِ. الثَّالِثُ: أَنَّهُ بَعْدَ صَلَاةِ الْعِشَاءِ .

Permasalahan yang ketiga: sifat shalat tahajud dalam Firman Allah Ta’ala, “وَمِنْ اللَّيْل فَتَهَجُّد بِهِ” (Dan pada sebagian malam hari laksanakanlah tahajud). Dalam permasalahan ini terdapat tiga pendapat dari para ulama: pertama, tahajud adalah tidur kemudian shalat, lalu tidur lagi kemudian shalat. Kedua, tahajud adalah shalat yang dilaksanakan setelah tidur. Ketiga, tahajud adalah shalat yang dilaksanakan setelah shalat ‘isya’. (Ahkamu al-Qur’an Li Ibni al-‘Arabi, Muhammad bin Abdullah al-Andalusiy Ibnul ‘Arabi, 5/ 309) [ ]

 

 

 

 

%d bloggers like this: