Shalat Setengah Sadar

shalat setengah sadar

Ustadz, bagaimana hukum orang yang baru sadar dari pembiusan pasca operasi? Maksud saya shalatnya. Pasca operasi, saat sadar dan memasuki waktu shalat, saya mengingatkan ayah saya untuk mengerjakan shalat. Waktu itu Zhuhur. Karena kesulitan berwudhu, beliau saya tayamumi. Namun di tengah-tengah shalat, beliau hilang kesadaran. Beliau baru sadar penuh keesokan harinya. Haruskah beliau mengqadha` shalat yang dikerjakan tidak sempurna tersebut? (Anis—0858xxxxxxxx)

BACA JUGA: BERGERAK SELAIN GERAKAN SHALAT

Para ulama berbeda pendapat mengenai kewajiban shalat orang yang kehilangan kesadarannya bukan karena keinginannya sendiri. Sebagian mereka berpendapat, shalat yang ditinggalkan tidak perlu diqadha`. Orang itu dihukumi tidak mukallaf selama tidak sadar tersebut. Ini adalah pendapat para ahli fikih mazhab Maliki dan Syafi’i. Ada pula yang berpendapat, orang itu wajib mengqadha`nya. Ini adalah pendapat para ahli fikih mazhab Hambali. Para ashli fikih mazhab Hanafi berpendapat, orang itu tidak wajib mengqadha` apabila shalat yang dilewatkannya pada masa tidak sadar lebih dari enam waktu; jika enam waktu atau kurang dari itu, wajib mengqadha`. (Lihat, al-Mawsu’ah al-Fiqhiyah, 11/110, al-Mughni, 1/240 dan al-Majmu’, 3/8)

Untuk kasus yang ayah saudari hadapi, di mana kesadaran ayahanda terkadang datang dan terkadang pergi, maka selama kesadarannya belum benar-benar pulih, saudari tidak perlu menuntun beliau untuk mengerjakan shalat. Hanya, sebagai satu bentuk kehati-hatian, setelah benar-benar sadar, hendaknya mengqadha` shalat-shalat yang terlewat. Yang demikian itu karena kesadarannya terkadang masih datang. Wallahu a’lam.  []

%d bloggers like this: