Shalat, Ibadah Yang Menyehatkan

Shalat, Ibadah Yang Menyehatkan

Penemuan dunia medis modern menyimpulkan bahwa shalat adalah obat bagi banyak penyakit fisik dan saraf. Di dalam shalat terdapat fungsi pencegahan terhadap timbulnya berbagai penyakit dan bahaya. Dalam shalat, semua otot dalam tubuh, dari otot besar hingga otot kecil, bergerak. Hal itu membuat otot-otot tubuh terjaga dan terlatih sehingga semakin kuat.

Ibadah Yang Menyehatkan

SHALAT MENGGERAKKAN SELURUH ANGGOTA TUBUH

Tubuh manusia terdiri dari tulang-tulang, sendi-sendi, otot-otot, pembuluh darah, saluran-saluran, dan saraf-saraf. Semua unsut tubuh tersebut memerlukan pelumasan setiap hari dengan cara menggerakkannya.

Istirahat secara total dan tidur berlebihan akan membuat tubuh manusia malas, jenuh, dan tidak bertenaga. Orang yang tidur secara berlebihan terkadang mengalami pembengkakan di urat betis, atau rasa nyeri di punggung. Oleh karenanya sekali waktu tubuh manusia dituntut untuk mengeluarkan tenaga lebih besar.

Otot dalam tubuh manusia berjumlah ratusan. Saraf dalam tubuh manusia berjumlah sangat banyak, bertebaran dan bercabang-cabang seperti kabel listrik. Sedangkan jumlah tulang di dalam tubuh manusia mencapai 360 tulang.

Selain fungsinya sebagai ibadah mahdhah dan manfaatnya secara ruhani, shalat juga merupakan senam jasmani yang sangat baik. Dengan shalat, sendi-sendi dan otot-otot tubuh manusia bergerak, dan peredaran darahnya mengalami kelancaran. Dalam sehari-semalam, shalat sebagai senam jasmani diulangi minimal lima kali. Efeknya secara fisik adalah tubuh manusia semakin sehat dan kuat.

 

WAKTU SHALAT DALAM TINJAUAN MEDIS

Seorang dokter bedah tulang Mesir, dr. Utsman al-Khawash, menjelaskan bahwa melaksanakan shalat wajib lima waktu secara rutin adalah cara paling ideal untuk meraih manfaat-manfaat dari senam jasmani. Sebab, waktu pelaksanaan shalat wajib lima waktu adalah waktu yang paling tepat, yang dianjurkan untuk melakukan gerakan senam jasmani.

 

WAKTU SHUBUH

Waktu pelaksanaan shalat Shubuh adalah waktu yang tepat untuk proses terapi sistem pernapasan dan paru-paru, karena pada pagi hari udara masih bersih, oksigen masih segar, dan badan masih terbawa pengaruh tidur.

Dari paru-paru, darah mengambil “bahan bakar” yang masih baru dan bersih, akhirnya keseluruhan organ menerima pasokan nutrisi yang bersih. Selanjutnya tubuh menjadi segar kembali dan otak menjadi jernih.

Ilmu medis modern mengungkap bahwa pada dini hari sekitar pukul 03.00 – 05.00 terjadi proses detoksin (pembuangan zat racun) di bagian paru-paru.

 

WAKTU ZHUHUR

Waktu Zhuhur adalah saat kita berada di puncak kepenatan akibat aktivitas sepanjang siang. Dengan melakukan shalat Zhuhur sebagai bentuk relaksasi dan dipadukan dengan basuhan air wudhu’, panas jantung yang berlebihan bisa menjadi normal kembali.

Hal ini mempengaruhi sistem lainnya. Jantung memompa darah agar selalu mengalir untuk membawa sari-sari makanan yang dibutuhkan oleh organ-organ lainnya. Tubuh kita yang penat dan pikiran kita yang sumpek akan tersegarkan kembali dan siap melanjutkan aktivitas.

 

WAKTU ASHAR

Waktu Ashar adalah waktu yang tepat untuk melakukan terapi kandung kemih karena pada saat itu mulai terjadi kesesuaian secara perlahan antara hawa tubuh manusia dan hawa di sekitarnya, perubahan dari hawa udara yang panas menuju dingin.

Fungsi utama kandung kemih adalah mengubah cairan tubuh menjadi air kencing dan mengeluarkannya dari tubuh. Jika fungsi tersebut berjalan, terjadilah keseimbangan kimiawi dalam tubuh sehingga metabolisme terjaga. Jika fungsi ini terhambat, akan terjadi penumpukan cairan yang tidak bermanfaat dan mengandung racun.

 

WAKTU MAGHRIB

Waktu pelaksanaan shalat Maghrib merupakan waktu yang tepat untuk melaksanakan terapi organ ginjal. Sebab, saat itu hawa udara semakin menurun, dan sistem organ juga mulai menyesuaikan diri dengan energi di sekitarnya.

 

WAKTU ISYA’

Pada waktu pelaksanaan shalat Isya, dimulailah penurunan kerja organ internal yang telah digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Tubuh memasuki masa istirahat, terutama kerja jaringan otot yang digunakan untuk gerak dan berpikir. Waktu Isya’ bisa disebut sebagai masa pendinginan keseluruhan sistem organ dan saraf. Proses pengistirahatan tubuh kemudian disempurnakan dengan tidur pada malam hari.

Wallahu a’lam. []

 

baca juga: Seribu Maslahat Dalam Shalat

Abu Ammar

 

Referensi:

Ahmad bin Salim Baduwailan, At-Tadaawi bi ash-Shalaah.

Yusuf Al-Hajj Ahmad, Mawsu’ah Al-I’jaz Al-Ilmi fi Al-Qur’an Al-Karim wa As-Sunnah Al-Muthahharah.

 

 

 # Shalat, Ibadah Yang Menyehatkan # # Shalat, Ibadah Yang Menyehatkan # # Shalat, Ibadah Yang Menyehatkan #

 

 

%d bloggers like this: