Sehat Jasmani Dengan Jauhi Babi

bahaya babi

Umat Yahudi, Katholik Roma, Kristen Protestan, dan Kristen Ortodoks sejak lama telah mengonsumsi daging babi. Padahal mereka mengklaim diri sebagai pengikut agama samawi.

Umat Islam, baik kalangan awam maupun ulama, sampai saat ini konsisten tidak mengonsumsi daging babi. Mereka juga berupaya semaksimal kemampuan mereka untuk menjauhi produk-produk makanan, kosmetik, kesehatan, dan kebutuhan lainnya jika terbukti mengandung unsur lemak babi, bulu babi, dan organ-organ babi lainnya.

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى secara tegas mengharamkan babi dalam empat ayat; Al-Baqarah [2] ayat 173, Al-Maidah [5] ayat 3, Al-An’am [6] ayat 145 dan An-Nahl [16] ayat 115. Konsisten umat Islam dalam menjauhi babi adalah wujud keimanan kepada ayat-ayat Al-Qur’an tersebut.

SEMUA UNSUR BABI ADALAH HARAM

Pengharaman babi bukan sebatas pada dagingnya saja, melainkan mencakup seluruh bagian tubuhnya. Penyebutan daging babi dalam ayat-ayat Al-Qur’an tersebut dimaksudkan bahwa daging merupakan unsur utama dari seekor hewan babi.

BACA JUGA: 4 ZAT DARI BABI YANG SULIT DIHINDARI

Imam An-Nawawi asy-Syafi’i dan Ibnu Qudamah al-Hambali menyatakan bahwa umat Islam telah sepakat mengenai keharaman seluruh bagian tubuh babi. Ibnu Hazm Az-Zhahiri berkata, “Ijma’ ulama telah menyatakan bahwa babi hukumnya haram. Karena itu, umat Islam tidak boleh mengonsumsi bagian apa pun dari tubuh babi, baik itu daging, lemak, urat, tulang rawan, usus, otak, maupun kakinya.”

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى menegaskan bahwa babi haram karena ia adalah rijs, yaitu najis. Setiap muslim harus menjauhi sesuatu yang najis.

Sesuatu hal yang diharamkan Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى tentu mengandung unsur bahaya dan kerusakan. Dalam tinjauan ilmu kedokteran modern, tubuh babi mengandung banyak penyakit yang bisa saja menyebabkan kematian orang yang mengonsumsinya. Di antara hewan-hewan lainnya, babi merupakan hewan yang paling banyak menyimpan bakteri yang berbahaya dalam tubuhnya bagi manusia.

PENYAKIT AKIBAT CACING SPIRAL

Daging babi mengandung berbagai macam parasit berbahaya, yang menjadi sumber penyakit bagi tubuh manusia yang mengonsumsi daging babi. Di antara parasit tersebut yang telah ditemukan oleh ilmu kedokteran modern adalah cacing spiral, cacing pita, dan cacing ascaris, dan cacing tambang.

Cacing spiral (trichinella spiralis) yang terdapat pada daging babi merupakan salah satu parasit yang menyebabkan penyakit. Cacing ini sangat berbahaya karena menyerang otot-otot tubuh manusia sehingga melumpuhkan kemampuan geraknya. Ia menimbulkan rasa sakit.

Cacing ini juga menyerang bagian tengah tubuh, yaitu antara perut dan dada (sekat rongga dada). Banyaknya jumlah cacing spiral di dalam tubuh manusia dapat menyebabkan pernafasan berhenti, yang diakhiri dengan kematian.

PENYAKIT AKIBAT CACING PITA

Selain cacing spiral, penyakit lain dapat ditimbulkan oleh cacing pita (taenia solium) pada daging babi. Panjang cacing pita tersebut bisa mencapai sepuluh kaki. Cacing ini dapat mengganggu sistem pencernaan tubuh dan dapat menyebabkan kekurangan darah (anemia).

Selain itu, adanya gelembunggelembung larva (sistiserkus) cacing pita pada organ otak, hati, paru-paru, dan jaringan saraf tulang belakang seseorang dapat menimbulkan berbagai penyakit.
Para dokter menegaskan bahwa penyakit yang ditimbulkan oleh cacing pita pada daging babi sangat berbahaya. Cacing pita tumbuh dan berkembang di dalam usus halus manusia. Dalam waktu beberapa bulan cacing tersebut akan menjadi cacing pita dewasa. Tubuh cacing pita terdiri atas seribu proglotid, yaitu bagian tubuh yang mengandung telur. Panjang cacing pita bisa mencapai 4 sampai 10 meter.

Sementara itu, telur-telur cacing pita keluar bersama feses. Telur-telur cacing pita pada feses yang dimakan babi, akan dicerna di dalam ususnya. Lalu zigot terus berkembang, membentuk larva onkosfer, menembus usus, dan masuk ke dalam jaringan pembuluh darah atau pembuluh limfa. Pada akhirnya ia akan sampai di otot lurik.

Di dalam otot, larva onkosfer berubah menjadi kista yang terus membesar hingga membentuk cacing gelembung atau sistiserkus. Pada dinding sistiserkus berkembang skoleks (kepala).

PENYAKIT AKIBAT CACING ASCARIS

Penyakit lainnya ditimbulkan oleh cacing ascaris yang terdapat pada daging babi. Cacing ini menyebabkan radang paru-paru dan penyumbatan usus.
Selain itu, adanya cacing tambang ancylostoma, cacing balharesta, dan cacing dosentaria pada daging babi dapat menyebabkan pendarahan, kekurangan darah (anemia), dan penyakit lainnya yang berdampak kematian.

Hasil penelitian ilmu kedokteran modern menyebutkan, masih ada tiga puluh lebih parasit lainnya pada daging babi. Parasitparasit tersebut dapat menyebabkan berbagai penyakit jika daging babi dikonsumsi oleh manusia. Wallahu a’lam. []

%d bloggers like this: