Sapu Jagat Madzhab Hambali

Sapu Jagat Madzhab Hambali

Kitab :  KASYAFUL QINA’ ‘AN MATNIL IQNA’

Karya :  Syaikh Manshur bin Yunus al-Bahuti

Kasyaful Qina’ ‘an Matnil Iqna’ yang ditulis oleh Syaikh Manshur bin Yunus al-Bahuti (1051 H) adalah syarah dari kitab al-Iqna’ li Thalibil Intifa’ yang ditulis oleh Syarafuddin Abu Naja al-Hajawi (968 H). Syaikh al-Bahuti terpesona dengan keindahan lafal demi lafal yang tertulis dalam matan al-Iqna’. Mengandung makna yang luas di dalam lafal-lafal yang ringkas. Dan bukan hanya beliau saja yang terpesona dengan kitab milik al-Hajawi ini, para penuntut ilmu, ulama dan kaum muslimin juga bersimpati dengan adanya kitab ini. Melihat kitab tersebut telah banyak memberi manfaat kepada umat Islam, khususnya para pengikut mazhab Hanbali, dan oleh karena ketertarikannya, beliau menulis syarahnya yang diberi judul Kasyaful Qiwna’ ‘an Matnil Iqna’.

Kasyaful Qina’ merupakan referensi utama mazhab Hanbali di generasi muta’akhir, perhatian mereka terhadap
Resensi kitab ini berawal dari kitab al-Iqna’ yang disusun oleh al-Hajawi berhasil menarik simpati para ulama bermazhab Hanbali khususnya.

Di samping itu, Syaikh Manshur bin Yunus al-Bahuti adalah seorang guru ternama pada masanya yang bermazhab Hanbali. Beliau berguru kepada beberapa ulama di masanya, salah satu gurunya adalah Imam Abu Naja al-Hajawi. Dengan keilmuan yang beliau miliki, datanglah orang-orang berbondongan dari beberapa wilayah yang ingin menjadi murid beliau, sehingga beliau habiskan seluruh kemampuan dan waktunya untuk membahas persoalan fikih.

Beliau juga banyak menulis kitab, terhitung ada sembilang kitab yang masyhur di kalangan umat yang telah beliau tulis. Salah satunya adalah kitab ini, Kasyful Qina’, telah dicetak lebih di lima pernerbit Islam, baik yang ada di Mesir maupun di Arab Saudi. Dan kitabkitab lain yang telah berhasil beliau tulis.

Penulis menyusun kitab ini dengan metode yang telah dicontohkan oleh pendahulu-pendahulunya, seperti metode yang ada dalam kitab al-Muqni’, al-Muharar, al-Furu’, al-Mustau’ib dan kitab-kitab syarah beserta hawasyi-nya seperti Syarhul Kabir, al-Inshaf maupun yang lainnya. Terkhusus lagi adalah kitab Syarhul Muntaha dan al-Mubdi’ Syarhul Iqna’, penulis banyak mencotoh dan menukil metode penyusunan kitab ini dari dua kitab tersebut.
Pengikut mazhab Hanbali memberi julukan pada kitab Kasyaful Qina’ dengan Miknasatul Mazhab, artinya kitab yang menyapu berbagai persoalan dalam mazhabnya. Karena dalam kitab ini mencangkup seluruh permasalahan mazhab Hanbali. Disebutkan di dalamnya dalil-dalil al-Qur’an, as-Sunnah, atsar para sahabat dan ulama salaf, serta menyebutkan Ijma’ para ulama.

(BACA JUGA: Mukhtashar al-Muzani fi Furu’ asy-Syafi’iyyah)

Penulis banyak menukil perkataan Imam Ahmad dan menukil pendapat yang dipilih oleh Syaikh Islam Ibnu Taimiyyah serta Ibnu Qayyim t. Terkadang penulis menyebutkan pendapat yang rajih menurutnya dan hanya menyebutkan sebagian riwayat yang berkaitan dengannya, akan tetapi penulis selalu memberitahukan bahwa ada banyak riwayat lainnya yang tidak disebutkan berkaitan dengan pendapat tadi. Beberapa ulama yang telah menelaah kitab ini mendapati sebagian hadits yang lemah yang disebutkan oleh penulis, namun sangat jarang sekali mendapati hadits yang maudhu’ atau bid’ah, terutama dalam bab pengurusan jenazah maupun dalam bab lainnya.

Di antara kritikan kitab ini yang pernah tersebar di kalangan umat adalah kritikan dari Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, menurut beliau kitab Kasyful Qina’ dan Syarhul Muntaha banyak menyelisihi ushul mazhab Hanbali. Akan tetapi kritikan tersebut telah diluruskan oleh para penuntut ilmu yang sudah mengkaji dan menelaah kitab ini bahwa Syaikh al-Bahuti menyelisihi ushul mazhab hanbali pada sedikit persoalan saja, justru yang beliau paparkan dalam Kasyaful Qina’ adalah pendapat-pendapat Imam Ahmad dan beberapa pendapat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah beserta dalil-dalilnya.

Kitab Kasyful Qina’ dicetak dalam 16 jilid oleh Wizarah al-‘Adli Arab Saudi. Seperti halnya kitab lain yang mensyarah matan tertentu, penulis mengawali kitabnya dengan bab thaharah sebagaimana urutan bab yang ada pada matannya. Setelah persoalan ibadah selesai disambung dengan bab jihad, bab jual-beli, pernikahan, hudud dan jinayat, makanan dan minuman dan ditutup dengan bab kesaksian dan pengakuan. Kehadiran kitab ini tentu merupakan hadiah yang sangat berharga bagi umat Islam yang diwariskan oleh seorang ulama asal Mesir, al-Bahuti. Wallahu a’lam. []

(Disarikan dari mukaddimah kitab Kasyaful Qanna’, 1/9-10, cet. ‘Alamul Kutub – Beirut, th. 1983 M. Mukaddimah kitab al-Iqna’ li Thalibil Intifa’, Abu Naja al-Hajawi, 1/3-4. Dan http://www. ahlalhdeeth.com/vb/showthread. php?t=94653.)

%d bloggers like this: