Refrensi Singkat Madzhab Hambali, Dalilu ath-Thalib li Naili

Refrensi Singkat Madzhab Hambali, Dalilu ath-Thalib li Naili

Kitab : Dalilu ath-Thalib li Naili
al-Mathalib
Karya : Syaikh Mar’i bin Yusuf
al-Hanbali

Dalilu ath-Thalib li Naili

Dalilu ath-Thalib adalah salah satu matan terkenal dalam fikih mazhab Hanbali yang diringkas oleh Syaikh Mara’i al-Karomi dari kitab Muntaha al-Iradat fi Jam’il Muqni’ wa Tanqih wa Ziyadat karya Taqiyuddin Muhammad bin Ahmad Al-Futuhi Al-Mishri yang dikenal dengan Ibnu Najar (972 H).

Perlu diketahui, kitab Muntaha al-Iradat adalah salah satu kitab yang terpercaya dalam mazhab Hanbali. Dikisahkan bahwa Ibnu Najar melakukan perjalanan ke Syam kemudian menulis kitab al-Muntaha, lalu beliau kembali ke Mesir setelah memperbaiki tulisan-tulisannya sehingga terpilih pendapat yang rajih dalam mazhabnya.

 

Muntaha al-Iradat

Pada waktu itu para ulama membacakan kitab Muntaha al-Iradat pada murid-murid mereka, sampai seolah-olah mereka lupa dengan kitab-kitab yang telah ditulis sebelumnya. Sangking terkenalnya kitab Muntaha al-Iradat orang-orang mulai menyusun syarahnya, hasyiyah, dan menggabungkan dengan kitab-kitab yang lain. Apabila terdapat perbedaan pendapat maka mereka merujuk pada kitab Muntaha al-Iradat tersebut.

Dari susunan namanya, Muntaha al-Iradat fi Jam’il Muqni’ wa Tanqih wa Ziyadat, sudah dapat difahami bahwa penulisnya menggabungkan dua kitab yaitu al-Muqni’ dan at-Tanqih.

Al-Muqni’ adalah kitab yang ditulis oleh Ibnu Qudamah al-Maqdisi (620). Ibnu Najar menyederhanakan kitab ini dengan mengumpulkan hukum-hukum yang tercantum di dalamnya tanpa disertai dengan dalil maupun keterangan. Tujuan beliau adalah agar pembaca berlatih untuk mentashih pendapat-pendapat tersebut.  Kitab al-Muqni’ ini telah diakui sebagai kitab terpercaya zaman dahulu hingga sekarang, sehingga banyak yang melakukan kegiatan ilmiyyah dari mensyarahnya, meringkasnya dan menggabungkannya dengan kitab lain seperti yang dilakukan oleh Ibnu Najar, yaitu menggabungkan dengan kitab at-Tanqih.

Sedangkan kitab at-Tanqih adalah kitab karya al-Mardawi (885) yang diakui sebagai penshahih mazhab dan pembetulannya. Kitab ini adalah hasil kliping beliau dengan cara mentashih dan meringkas dari kitab al-Inshaf dan al-Muqni’. Keterangan dari selain mazhab Hanbali beliau ambil dari kitab al-Muqni’ dan keterangan riwayat serta penjelasannya beliau ambil dari kitab al-Inshaf.

Setelah mengetahui bahwa kitab Muntaha al-Iradat adalah gabungan dari kitab al-Muqni’ dan at-Tanqih lantas apa alasan Ibnu Najar menggabungkan dua kitab tersebut?

Jawabannya adalah, setelah Ibnu Qudamah menyusun kitab al-Muqni’ dan mendapat perhatian besar di kalangan para ulama maka muncullah al-Mardawi merevisi kitab al-Muqni’ dengan membenarkan yang salah serta merubah kalimat-kalimat agar mudah untuk difahami. Akan tetapi al-Mardawi tidak menyusun perbaikan pada kitab al-Muqni’ secara menyeluruh. Sehingga Ibnu Najar melihat manfaat menggabungkan kitab al-Muqni’ karya Ibnu Qudamah dengan at-Tanqih karya al-Mardawi. Sehingga terbentuk sebuah kitab yang shahih, mudah dicerna serta sesuai yang diinginkan. Dan diberi nama  dengan Muntaha al-Iradat fi Jam’il Muqni’ wa Tanqih wa Ziyadat.

Adapun kitab Dalilu ath-Thalib li nili al-Mathalib ini adalah ringkasan dari kitab Muntaha al-Iradat fi Jam’il Muqni’ wa Tanqih wa Ziyadat milik Ibnu Najar. Kitab ini termasuk matan yang terpercaya di kalangan mazhab Hanbali pada era terakhir ini. Bisa dibilang lebih mudah dan ringan dari kitab Zadu al-Mustaqni’. Metode penyusunannya mengacu pada karya ulama-ulama besar dalam mazhabnya, seperti karya Imam al-Khiraqi dan Ibnu Qudamah.

Imam al-Mara’i, penyusun kitab Dalilu ath-Thalib ini menyampaikan dalam mukaddimahnya, “Kitab ini adalah ringkasan fikih mazhab Hanbali. Telah aku sampaikan penjelasannya dengan mengharap ampunan Allah. Dan hukum-hukum di dalamnya telah aku jelaskan sebaik mungkin, aku tidak menyebutkan kecuali pendapat yang shahih menurut ahli ilmu, serta aku sebutkan fatwa-fatwa ahli tarjih.”

Dengan demikian dapat diketahui bahwa kitab Dalilu ath-Thalib hanya menyebutkan satu riwayat saja, juga tidak disebutkan persoalan khilafiyyah di dalamnya, bersandar pada pendapat yang dishahihkan oleh para ulama dalam mazhabnya dan disertai dengan fatwa-fatwa dari ulama seperti Ibnu Qudamah, al-Mardawi dan Ibnu Najar.

Sistematika pembahasannya urut dimulai dari bab thaharah, shalat, zakat, puasa, i’tikaf, haji, jihad, jual beli, dan bab-bab lainnya, kemudian diakhiri dengan bab al-Iqrar (pengakuan). Pertama-tama beliau menyebutkan matannya lalu menjelaskan secara ringan beberapa point yang perlu dijelaskan. Buku ini sangat bermanfaat untuk siapa saja yang ingin mempelajari mazhab Hanbali. Wallahu a’lam. []

baca juga : Referensi Terlengkap Mazhab Maliki

Diringkas dari beberapa sumber, di antaranya:

  1. Mara’i bin Yusuf al-Hanbali, Dalilu ath-Thalib li nili al-Mathalib, hal. 1-4.
  2. Mushthafa ad-Daumi, Hasyiyah Dalilu ath-Thalib, hal. 40-50.
  3. http://majles.alukah.net/t17834/.

 

# Dalilu ath-Thalib li Naili # Dalilu ath-Thalib li Naili # Dalilu ath-Thalib li Naili #

 

%d bloggers like this: