Rahasia Ilahi Adanya Ka’bah, Makkah, dan Haji

Rahasia Ilahi Adanya Ka’bah, Makkah, dan Haji

Di balik ritual-ritual ibadahnya terkandung banyak hikmah dan manfaat bagi tubuh dan jiwa seorang muslim, mulai dari mencium hajar aswad, thawaf, meminum air zamzam, wukuf di Arafah, lempar Jumrah, bercukur, hingga menyembelih hewan ternak. Semua bentuk ibadah tersebut mengandung makna dan pelajaran.

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman, “Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, atau mengendarai setiap unta yang kurus, mereka datang dari segenap penjuru yang dalam (jauh).” (QS. Al-Hajj [22]: 27)

Kata ‘amiiq dalam ayat di atas secara harfiah bermakna yang dalam. Sebagian ulama kontemporer dan cendekiawan muslim menyatakan ayat ini menunjukkan bahwa sejak lima belas abad silam, Al-Qur’an telah mengisyaratkan bahwa planet bumi itu bulat seperti sebuah bola.

 

BACA JUGA: OBATI KESYIRIKAN DENGAN IBADAH HAJI

 

Jika permukaan bumi itu datar, sebagaimana keyakinan masyarakat Arab pada saat turunnya Al-Qur’an, niscaya AlQur’an akan menggunakan redaksi fajjin ba’iid (penjuru yang jauh). Sebab kata ba’iid bermakna jarak antara dua benda dalam satu tingkatan.

Akan tetapi, dalam kenyataannya, bumi ini bulat. Mereka yang datang ke kota suci Makkah berasal dari berbagai penjuru dunia dan berbagai arah. Karena itu, Allah Subhanahu Wata’ala berfirman, “Min kulli fajjin ‘amiiq.”

PUSAT GRAVITASI

Makkah merupakan tempat yang paling gersang di dunia sebagai jantung dan poros bumi. Fakta ini berdasarkan riset yang telah dilakukan oleh para ahli selama beberapa tahun.

Makkah juga merupakan pusat berkumpulnya gaya gravitasi. Berbagai fenomena menakjubkan terjadi di tanah suci ini.

Setiap orang muslim yang mengunjungi Makkah dengan hati penuh tobat—baik dalam rangka ibadah haji maupun umrah— pasti pernah merasakan hal itu.

Secara naluri, seorang muslim akan tertarik mengunjungi kota suci ini, menikmati segala yang ada, tanah Makkah, gununggunung di sana, maupun setiap sudut kotanya. Seorang muslim pun mengharapkan hati dan jiwanya dapat menyatu dengan komunitas di Makkah.

Para dokter muslim menyatakan bahwa haji merupakan perjalanan yang dapat mengantarkan pelakunya kepada ketenangan dan kenyamanan. Perjalanan haji memberikan pengaruh yang positif bagi seorang muslim, baik secara psikologis maupun fisik. Tentu saja demikian, sebab haji adalah perjalanan bertamu ke rumah Allah Subhanahu Wata’ala.

SIMBOL PENGHAMBAAN

Ka’bah adalah Baitullah Al-Haram (Rumah Allah yang Mulia). Allah telah menjadikan Ka’bah simbol tauhid dan lambang penghambaan atau ibadah kepada Allah.
Allah berfirman, “Allah telah menjadikan Ka’bah rumah suci itu sebagai pusat (peribadatan) bagi manusia.” (QS. Al-Maidah [5]: 97)

Dari sejak dibangun pertama kali oleh Nabi Ibrahim dan Ismail ‘alaihimas salam, hingga kini, dan sampai menjelang hari kiamat kelak; Ka’bah senantiasa berdiri kokoh memancarkan kewibawaan dan keagungan. Hati kaum muslimin selalu tertaut padanya.

Secara artistik dan arsitektural, masih banyak bangunan tua yang jauh lebih artistik dan megah daripada Ka’bah. Sejatinya, bukan bentuk dan keindahan bangunannya yang membuat hati kaum muslimin selalu tidak kehilangan keinginan untuk memandang Ka’bah. Namun kekayaan makna dan nilainilai spiritual serta historis yang diusungnya, yang membuat kaum muslimin senantiasa merindukan Ka’bah.

Ka’bah adalah sebuah bangunan kosong. Kekosongannya mengingatkan kita bahwa sejatinya tidak ada penghalang untuk dapat berhubungan dengan Allah Yang Maha Kuasa. Sebagai “rumah tauhid” Ka’bah memang sederhana, sebab ajaran tauhid juga begitu sederhana, murni, dan mudah dicerna.

Bagi kaum muslimin, Ka’bah adalah penghubung antara “yang lama” dan “yang baru” dalam sejarah iman. Ka’bah menegaskan tentang kesatuan agama di sisi Allah. Ka’bah mempertalikan Millah Ibrahim dengan Diin Muhammad. Di sisi-Nya keduanya sama; Islam.

MANFAAT KESEHATAN

Di dalam ibadah haji terdapat olah raga fisik yang berat. Antara lain adalah berjalan kaki dan berlari-lari kecil. Orang yang berhaji harus melakukan keduanya.
Dunia kedokteran menyatakan bahwa berjalan kaki merupakan olahraga yang sangat baik, terutama bagi para lansia. Olahraga ini dapat menambah kemampuan sirkulasi oksigen, menurunkan kadar kolesterol dalam darah, dan mengobati berbagai penyakit jantung.

Selain dapat menurunkan tekanan darah tinggi dan memperlambat penurunan kadar mineral pada tulang para lansia, gerakangerakan fisik dalam ibadah haji juga dapat menurunkan berat badan seseorang, sebab mampu membakar lemak. Wallahu a’lam. []

Referensi:

Abad Badruzaman, Misteri dan Keajaiban Kakbah.

Yusuf Al-Hajj Ahmad, Mausu’ah Al-I’jaz Al-Ilmi filQur’anil Karim was Sunnah Al-Muthahharah.

 

 

oleh: Abu Ammar

%d bloggers like this: