Radius Terjauh Perempuan Keluar Tanpa Mahrom

Radius Terjauh Perempuan Keluar Tanpa Mahrom

Ustadz, bolehkah seorang perempuan keluar rumah untuk berbelanja, mengantar anak sekolah, pergi ke dokter, menghadiri undangan kawan, menghadiri majlis ilmu, dan lain sebagainya tanpa mahram? Jika boleh, adakah batasannya? Jika tidak boleh, apakah solusinya? Sebab, saya tinggal di rumah bersama anakanak perempuan sedangkan suami harus bekerja dari pagi sampai sore. (Ummu Shalihat—Solo)

BACA JUGA: Antara Kewajiban dan Keutamaan, Mana Yang Di Utamakan?

Seorang perempuan yang keluar rumah, bisa jadi berstatus musafir dan bisa jadi juga tidak berstatus musafir. Yakni apabila ia keluar rumah tidak sampai melampaui batas minimal safar. Tentu saja ini berhubungan dengan pendefinisian safar yang diberikan oleh para ulama yang kemudian dipilihnya.

Para ulama yang mendefinisikan safar dengan perjalanan dimana jarak menjadi tolok ukur untuk mendapatkan rukhshah/keringanan boleh mengqashar shalat dan tidak menjalankan shiyam Ramadhan, mereka memberi batas maksimal radius jarak yang seorang perempuan boleh keluar rumah untuk memenuhi berbagai keperluan tanpa mahram. Batas maksimalnya adalah seperempat jarak dimana seseorang boleh mengqashar shalat, sekitar 21 kilometer. Jarak ini mereka sebut dengan Masafatul ‘Adwa. Jarak ini adalah jarak dimana orang-orang pada zaman dahulu keluar rumah di pagi hari dan di sore hari sudah sampai di rumah lagi.

Kebolehan ini masih terikat dengan beberapa syarat. Izin dari suami—bagi yang sudah menikah, atau orang tua atau wali—bagi yang belum menikah. Syarat berikutnya adalah dugaan kuat bahwa dalam perjalanan tidak ada fitnah atau bahaya yang akan menimpanya. Untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya fitnah, dianjurkan untuk keluar rumah bersama perempuan lain, tidak sendirian. Wallahu a’lam. []

 

%d bloggers like this: