Mukhtashar al-Muzani fi Furu’ asy-Syafi’iyyah

Mukhtashar al-Muzani fi Furu’ asy-Syafi’iyyah

Karya   Imam Al-Muzani

Kitab Mukhtashar al-Muzani fi Furu’ asy-Syafi’iyyah merupakan sebuah kitab fikih utama dalam madzhab Syafi’i. Ia merupakan karya Imam Abu Ibrahim Ismail bin Yahya bin Isma’il al-Mishri al-Muzani (175-246 H), yang terkenal dengan Imam al-Muzani. Beliau dikenal sebagai orang yang alim, zuhud, dan banyak beribadah. Selain itu beliau juga dikenal sebagai orang yang sangat cerdas, hingga Imam asy-Syafi’i pernah berkata tentang beliau, “Seandainya setan mendebatnya, pasti dia yang akan menang.” Selain menjadi pengikut Imam asy-Syafi’i, beliau juga sahabat bagi Imam asy-Syafi’i dan sering mendapat sanjungan karena kecerdasannya. [Imam az-Zirikli, al-A’lam, 1/329].

Mukhtashar al-Muzani merupakan kitab fikih yang berisikan pendapat-pendapat Imam asy-Syafi’i dan tersusun sistematis sesuai bab-bab fikih. Tidak seperti al-Umm yang berisikan riwayat-riwayat dan sanad pendapat yang belum sistematis. Kemudian datanglah Imam al-Muzani yang kemudian merangkum itu semua.

Sehingga Mukhtashar al-Muzani lebih mudah dibaca dan dipahami. Imam al-Muzani adalah orang pertama yang menyusun kitab madzhab Syafi’i dalam bentuk yang sistematis, dengan susunan yang mudah dan babnya berurutan. Bukan berupa susunan-susunan sanad riwayat, akan tetapi berupa bab-bab fikih yang rapi dan mudah ditelaah. Tidak heran jika Imam al-Muzani mendapat gelar Nashir al-Madzhab (Penolong Madzhab). Gelar beliau itu berdasarkan pengakuan Imam asy-Syafi‘i sendiri, “Al-Muzani adalah penolong madzhabku.”

Secara umum, kitab ini terdiri dari bab-bab fikih yang dimulai dari bab Thaharah (bersuci) dan diakhiri dengan bab Itqu Ummahati al-Awlad (pembebasan budak perempuan yang melahirkan anak tuannya). Dalam penulisannya, beliau memulai dengan argumentasi dan dalil al-Qur’an, kemudian Hadits, kemudian pendapat imam asy-Syafi’i dalam persoalan tersebut. Kecuali masalah-masalah yang menjadi ijtihad Imam asy-Syafi’i, beliau langsung memaparkan hasil ijtihadnya.

Dalam madzhab Syafi’i, kitab Mukhtashar al-Muzani adalah salah satu dari lima kitab yang sangat populer di kalangan madzhabnya. Empat kitab lainnya adalah al-Wasith dan al-Wajiz karangan Imam al-Ghazali serta kitab at-Tanbih dan al-Muhaddzab karangan Imam asy-Syirazi. Imam an-Nawawi mendudukkan kitab ini pada tingkat pertama dari empat kitab lainnya.

Kandungan kitab ini adalah satu himpunan dari isi pengajaran yang disampaikan Imam asy-Syafi’i ketika di Mesir. Ucapan dan kata-kata Imam asy-Syafi’i tersebut dicatat dan diolah kembali oleh Imam al-Muzani menjadi sebuah kitab yang sangat besar manfaatnya. Al-Muzani menyelesaikan penyusunan kitab ini dalam tempo dua puluh tahun. Setiap kali hendak menyusunnya beliau berpuasa terlebih dahulu tiga hari dan melaksanakan shalat sunnah beberapa raka’at.

Sebagaimana beliau katakan, “Saya ringkaskan dalam kitab ini suatu pengetahuan yang berasal dari ilmu Muhammad bin Idris asy-Syafi’i rahimahullah dan dari makna ucapan-ucapannya. Agar mendekatkan pada kefahaman yang diinginkannya. Juga disertai dengan penjelasan soal larangan bersikap taklid (fanatisme buta) terhadap beliau (asy-Syafi’i) atau selainnya.” [Al-Muzani, Mukhtashar al-Muzani fi Furu’ al-Syafi’iyyah, hlm. 7].

Al-Hafizh al-Baihaqi menyatakan, “Aku tidak mengetahui adanya suatu kitab yang ditulis dalam Islam yang lebih besar manfaatnya, lebih luas keberkahannya, lebih banyak buahnya. Bagaimana tidak, hal itu didukung oleh akidahnya yang benar, dan ibadahnya kepada Allah, kemudian kesungguhannya dalam menyusun kitab ini.” [al-Baihaqi, Manaqib asy-Syafi’i, 2/328].

Para pakar berselisih pendapat dalam masalah kemana kitab-kitab fikih madzhab Syafi’i menginduk. Mayoritas berpendapat bahwa kitab-kitab fikih madzhab Syafi’i menginduk pada kitab al-Umm karya Imam asy-Syafi’i, sebagian lagi berpendapat menginduk pada kitab Mukhtashar Imam al-Muzani. Sebagian lagi mencoba menggabungkan kedua pendapat bahwa kitab al-Umm lebih kompleks dalam memuat pendapat-pendapat Imam asy-Syafi’i sebagai pendiri madzhab namun tidak terlalu sistematis, sedangkan Mukhtashar al-Muzani lebih sistematis tersusun sesuai bab-bab fikih dan merangkum apa yang ada dalam al-Umm. [http://zamzamisaleh.blogspot.com/]

Kitab ini banyak menjadi perhatian, khususnya ulama madzhab Syafi’i. Generasi setelahnya ada yang membuat syarah, nazham, dan aktifitas ilmiah lain yang terkait dengan kitab ini. Di antaranya adalah syarah yang ditulis oleh Imam Abu Thayyib, Thahir bin Abdillah ath-Thabari, Abul Futuh, Ali bin Isa asy-Syafi’i, Imam Abu Ishaq, Ibrahim bin Ahmad al-Marwazi dan lain-lain. Wallahu a’lam. []

 

baca juga: Kitab Fikih Maliki Untuk Pemula AL-KHALASHAH AL-FIQHIYYAH

%d bloggers like this: