Menghormati Ramadhan

menghormati ramadhan

Ustadz, benarkah apabila kita mendengar berita terlihatnya hilal selewat waktu Shubuh kita harus tetap menjalankan shiyam akan tetapi shiyam yang kita lakukan tersebut tidak dihitung sehingga kita harus mengqadha`-nya? Bagaimana jika kita tidak shiyam? (Farhan—Jakarta)

BACA JUGA: Shiyam Ramadhan Dan Dharuriyah Khamsah

Benar, menurut madzhab Hambali. Apabila seseorang tidak mendengar berita terlihatnya hilal Ramadhan kecuali setelah masuk waktu Shubuh, maka ia harus menahan diri dari berbagai perkara yang membatalkan shiyam sebagai bentuk penghormatan terhadap bulan Ramadhan dan setelah Ramadhan berlalu ia harus mengqadha`nya. Yang demikian itu karena ia belum berniat untuk menjalankan shiyam pada malam hari sebelum terbit fajar. Niat untuk menjalankan shiyam harus dihadirkan pada malam hari berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Malik, Imam Ahmad, Abu Dawud, an-Nasa`i, Ibnu Majah, ad-Darimi, al-Bayhaqi, dan Ibnu Khuzaimah yang berbunyi,

artinya: “Tidak sah shiyamnya orang yang tidak meniatkannya pada malam hari.”

Adapun menurut madzhab Maliki dan Syafi’i, sebagaimana perempuan yang haidnya selesai pada pagi atau siang hari, ia tidak wajib menahan diri dari perkaraperkara yang membatalkan shiyam pada hari itu dan tentu saja wajib mengqadha`nya selepas Ramadhan.

Memilih pendapat madzhab Hambali lebih baik; sedangkan bila memilih pendapat madzhab Maliki dan Syafi’i, seyogianya tidak mempertontonkan keadaannya yang tidak menjalankan shiyam kpd khalayak. Wallahu a’lam. []

%d bloggers like this: