Mencuci Mushaf yang Terkena Najis

Mencuci Mushaf yang Terkena Najis

Ustadz, saya punya anak kecil yang masih suka ngompol di saat tidur. Suatu hari tanpa sepengetahuan saya, anak saya mengambil mushaf al-Quran yang saya simpan di tempat yang sebenarnya tidak dapat dijangkaunya. Kiranya ia berusaha menjangkaunya dengan kursi plastik. Masalahnya, mushaf itu saya dapati di kasur yang ada ompolnya dan saat saya angkat, ada bagian yang basah oleh ompol. Apa yang harus saya lakukan, Ustadz? (Ummu Fahmi—Magetan)

 

Baca Juga: Air Liur Saat Tidur, Najiskah?

 

Salah satu kewajiban seorang Muslim adalah menjaga mushaf dari berbagai hal yang tidak pantas, seperti meletakkannya di tempat yang kotor atau bahkan najis. Mestinya, tempat terbaik, terbersih, dan teraman menjadi pilihan kita untuk menyimpan kitab yang berisi firman-firman Allah itu. Menyengaja meletakkannya di tempat yang tidak layak adalah perbuatan dosa, bahkan bisa jadi perbuatan kekafiran. Sebagaimana diijmakkan oleh para ulama tentang menaruh mushaf di tempat yang berisi kotoran/najis adalah perbuatan kekafiran.

Apabila kita mendapati mushaf berada di tempat yang kotor/najis atau terkena najis, bukan karena kesengajaan kita, kita harus segera membersihkannya dari najis tersebut dengan air yang dapat mensucikannya. Hal itu harus kita lakukan meskipun berakibat rusaknya mushaf. Apabila mushaf telah rusak, kita boleh membakarnya. Demikianlah penjelasan Ahmad Salamah al-Qalyubiy dan Ahmad al-Barlasi ‘Umairah—dua orang ulama madzhab Syafi’i. Wallahu a’lam. [-]

 

%d bloggers like this: