Mencoret Anak Dari Harta Waris

Mencoret Anak Dari Harta Waris

Ustadz, saya dan empat kakak saya, semua laki-laki adalah ahli waris yang tersisa dari ayah saya yang belum lama ini meninggal dunia. Sewaktu ayah masih hidup, ayah pernah mengusir kakak pertama saya dari rumah karena ayah tidak setuju dengan kelompok pengajian yang dipilihnya. Bahkan ayah mengatakan bahwa kakak pertama saya, namanya sudah dicoret dari daftar ahli waris ayah. Kini kami bingung. Haruskah kami memanggil dan menjadikan kakak pertama sebagai bagian dari ahli waris yang itu berarti tidak menepati kata-kata ayah? Terima kasih atas jawabannya. (Indra—Jakarta)

(BACA JUGA: Salah Kaprah Penanganan Harta Waris)

Saudara Indra, saudara mesti bersyukur kepada Allah karena di tengah kebingungan Saudara, Saudara memilih untuk bertanya kepada pihak yang Saudara anggap mengerti. Tidak banyak orang yang mengambil langkah seperti ini, apalagi ini berpotensi mengurangi harta yang akan Saudara dapatkan.

Apa yang dilakukan oleh ayah Saudara Indra tidak benar. Mencoret anak dari daftar ahli waris bukan bagian dari ajaran Islam. Apalagi alasannya adalah karena kakak Saudara memilih suatu kelompok pengajian yang tidak disukai oleh ayah Saudara. Dalam Islam, bisa saja seseorang kehilangan haknya untuk mendapatkan warisan. Yakni apabila ia murtad. Rasulullah saw menyatakan, orang muslim tidak mewarisi orang kafir dan begitu pula sebaliknya. Perbuatan dosa dan maksiat, sebesar apa pun, selama belum membuat seseorang jadi kafir, tidak dapat menghilangkan status seseorang dari menjadi ahli waris orang tuanya yang muslim.

Maka, carilah kakak Anda dan berikan haknya kepadanya. Semoga Allah memberkahi Anda dan kakak-kakak Anda. Wallahu a’lam. []

%d bloggers like this: