Kitab Tanpa Hadits Dhaif

kitab tanpa Hadits Dhaif.

Kitab :  SHAHIH FIQHU AS-SUNNAH

Karya :  Abu Malik Kamal bin Sayyid Salim

Judul lengkapnya adalah, Shahih Fiqh as-Sunnah wa Adillatuhu wa Taudhihu Madzahibi al-Arba’ah. Disusun oleh Syaikh Abu Malik Kamal bin Sayyid Salim. Ada yang mengatakan beliau berasal dari Mesir, lalu pindah ke Arab Saudi pada tahun 1420 H/2002 M. Beliau merupakan murid dari Syaikh Musthafa Al-Adawi.

Untuk meluruskan pemahaman yang keliru, buku ini bukan merupakan pengembangan dari buku Fiqhu asSunnah yang ditulis oleh Syaikh Sayyid Sabiq, meskipun ada kemiripan dari judulnya namun sejatinya buku ini adalah karya tersendiri yang tidak ada kaitannya dengan kitab Fiqhu as-Sunnah milik Sayyid Sabiq.

Kitab Shahih Fikih Sunnah bisa dikategorikan dalam kitab perbandingan mazhab. Abu Malik mengawali kitab ini dengan menyebutkan sejalah Ilmu Fikih dari zaman Nabi sampai zaman ulama muta’akirin, bagaimana metode ijtihad mereka dan apa saja yang telah mereka lalui. Beliau juga menjekaslan sejarah kitab-kitab fikih dari yang turats sampai yang muta’akhir.

(baca juga: Al-Fikhu ‘Ala Al-Mazhahibi Al-Arba’ah)

Kitab ini terdiri dari 4 jilid, jilid pertama tersusun dari 672 halaman yang memaparkan persoalan thaharah, shalat dan kepengurusan jenazah. Jilid ke dua tersusun dari 400 halaman yang menjelaskan tentang zakat, puasa, haji dan umrah, sumpah dan nadzar serta halhal yang terkait dengan makanan dan minuman. Jilid ke tiga tersusun dari 464 halaman yang memaparkan persoalan pakaian, perhiasan, seputar pernikahan, perceraian, dan pembagian harta warisan. Adapun jilid ke empat tersusun dari 416 halaman yang memaparkan persoalan hudud, jinayat, diyat dan beberapa tentang transaksi jual-beli.

Dalam cetakannya, kitab ini dita’liq oleh Muhammad Nashiruddin Al-Albani, Syaikh bin Bazz dan Syaikh Utsaimin.
Kekurangannya, pada jilid ke 4 penulis belum menyempurnakan penyusunannya sehingga masih banyak pembahasan yang belum diikutsertakan dalam kitab. Setelah beberapa tahun terbitnya kitab Shahih Fikih Sunnah, penulis menyusun kitab dengan judul Kasyful Akinnah ‘an Buhutsin lam Tudzkar fi Shahih Fiqhi as-Sunnah dan hari ini kitab tersebut telah diterbitkan. Kitab susulan ini secara global membahas persoalan jual-beli secara mendetail dan persoalan jihad.

Selain kekurangan di atas, kitab ini juga banyak menuai kritikan dari berbagai kalangan lantaran metode tarjih dalam persoalan khilafiyah dan tarjih antara hadits-hadits yang penulis gunakan masih perlu dikaji kembali.
Namun seyogiyanya bagi umat Islam tidak menjatuhkan saudara Islam yang lain dengan unsur fanatik dan jumud terhadap mazhab tertentu. Sebab dalam kitab ini banyak manfaat yang dapat diambil oleh umat Islam, penulis telah mengupas persoalan yang sangat banyak dalam kitab ini serta merajihkan pendapat yang menurut beliau lebih rajih, sehingga umat Islam yang menilai pendapat lain lebih rajih diperbolehkan mengambil pendapat tersebut. Beliau sendiri menyatakan bahwa pentarjihan suatu pendapat dalam kitab ini hanyalah sesuai dengan keilmuan yang beliau dapatkan dan ketahui, dan beliau tidak mengharuskan orang lain untuk mengikuti tarjih beliau.

Syaikh Siraj Fu’ad Abdul Ghaffar menuturkan dalam pengantar kitab Shahih Fikih Sunnah, bahwa Abu Malik Kamal bin Sayyid telah diberi karunia berupa ilmu yang bermanfaat dan amal shalih. Beliau telah menyusun berdasarkan dalil-dalil shahih di mana tidak didapati hal yang seperti itu pada kitab-kitab fikih yang lain terutama metode pentarjihan antara shahih dan dha’ifnya. Oleh karena itu, siapa saja yang ingin belajar tentang hukum fikih dalam Islam maka kitab ini pantas untuk ditela’ah. Bahkan saya pribadi merekomendasikan kepada semua umat Islam untuk lebih banyak mengambil ilmu yang bermanfaat dari kitab ini, dari berbagai dalil shahih dan peliknya perselisihan para ulama dalam persoalan fikih Abu Malik Kamal bin Sayyid telah menyajikan semua itu dengan penyajian yang ringan dan mudah untuk difahami.

Kitab ini telah diterjemahkan dalam beberapa bahasa, salah satunya adalah bahasa Indonesia. Dalam versi terjemahan bahasa Indonesia, beberapa penerbit mencetak dalam 4 jilid sesuai dengan versi Arabnya dan beberapa peerbit lain mencetak dalam 5 jilid untuk menyesuaikan ketebalan masingmasing jilid. Dengan demikian, umat Islam di negeri ini sangat mungkin untuk menela’ah kitab ini dengan mudah, terutama mereka yang tidak cukup mampu membaca kitab berbahasa Arab. Wallahu a’lam. []

 

Disarikan dari Mukaddimah kitab Shahih Fiqh asSunnah wa Adillatuhu wa Taudhihu Madzahibi alArba’ah, Syaikh Abu Malik Kamal bin Sayyid Salim, Maktabah Taufiqiyyah Mesir, cetakan 2003, hal. 1-67.

%d bloggers like this: