Kitab Rajih Mazhab SYafi’i

Al-Hawi ash-Shaghir

Judul Kitab: Al-Hawi ash-Shaghir

Penulis: Najmuddin Abdul Ghaffar bin Abdul Karim al-Qazwini asy-Syafi’i.

Nama Populer: Al-Qazwini.

Jumlah Jilid: 1 (747 hal.)

Tahqiq: Dr. Shalih bin Muhammad bin Ibrahim al-Yabis

Mazhab: Syafi’i.

Link Download: http://riyadhalelm.com/book/29/59.pdf

 

 

Kitab Rajih Mazhab Syafii

Dalam mazhab Syafi’i sering terdengar sebuah judul kitab yaitu al-Hawi, ketika disebut al-Hawi maka sontak akan tertuju pada kitab besar yang disusun oleh Imam al-Mawardi; al-Hawi al-Kabir, namun al-Hawi yang dimaksud kali ini adalah al-Hawi ash-Shaghir yang disusun oleh Imam al-Qazwini.

Sebenarnya kitab ini dikenal dengan tiga judul, al-Hawi, al-Hawi fil Fatawa, dan al-Hawi ash-Shaghir. Judul yang pertama adalah judul yang dituliskan oleh Imam al-Qazwini dalam mukadimah kitab ini, sehingga judul pertama ini adalah judul yang berasal dari penulis sendiri.

Judul kedua, al-Hawi fil Fatawa adalah judul yang diberikan oleh Imam al-Qanuni terhadap kitab ini, beliau menegaskan pernyataan tersebut dalam mukadimah kitab syarahnya. Selain Imam al-Qanuni, judul al-Hawi fil Fatawa juga tertulis pada halaman pertama di beberapa naskah cetakan lama.

Sedangkan judul yang ketiga, al-Hawi ash-Shaghir adalah judul yang paling masyhur dan banyak disebutkan baik dalam kitab-kitab fikih maupun kitab biografi Ulama. Semoga, karena alasan itulah hari ini kitab al-Hawi yang disusun oleh Imam al-Qazwini dicetak dengan judul al-Hawi ash-Shaghir. Tentunya untuk membedakan dengan kitab-kitab para ulama yang memiliki kesamaan judul, seperti al-Hawi yang disusun oleh Imam al-Mawardi, keduanya adalah kitab mazhab Syafi’i yang banyak diminati oleh kaum Muslimin, al-Hawi yang disusun oleh Imam al-Mawardi terkenal dengan al-Hawi al-Kabir, sedangkan al-Hawi yang disusun oleh Imam al-Qazwini terkenal dengan al-Hawi ash-Shaghir.

Sebagian ulama menduga kitab al-Hawi ash-Shaghir adalah ringkasan dari kitab asy-Syarhu al-Kabir atau dari kitab al-Lubab. Akan tetapi setelah menelaah kandungan daripada kitab al-Hawi ash-Shaghir tidak didapati alasan tepat untuk menyimpulkan bahwa al-Hawi diringkas dari dua kitab tersebut.

Jika dugaan itu disimpulkan karena penulis sependapat atau menukil sebagian pembahasan dari dua kitab di atas maka itu benar adanya, hanya saja dalam beberapa pendapat lain justru penulis tegas mengutarakan pendapat yang berlainan dengan dua kitab tersebut.

Baca Juga: Kitab Idola Santri Salafiyyah = Kanzu ar-Raghibin

Al-Hawi al-Kabir memiliki kedudukan yang tinggi di jajaran kitab mazhab Syafi’i, adanya kesimpulan ini karena melihat banyaknya pujian para ulama serta sanjungan terhadap kitab ini. Bahkan dalam beberapa kitab biografi ulama sering dibanding-bandingkan dengan kitab at-Tanbih, al-wajiz, al-Muharrar, Minhaju ath-Thalibin, dimana kitab-kitab tersebut merupakan rujukan induk mazhab Syafi’i.

Para ulama setelah Imam al-Qazwini juga banyak yang melakukan kegiatan ilmiah terhadap kitab ini, alasan utama mereka adalah karena begitu dalamnya keilmuan Imam al-Qazwini sehingga mereka ingin menggali lebih dalam lagi kandungan daripada kitab al-Hawi ash-Shaghir.

Kegiatan ilmiah tersebut berupa pensyarahan kitab; terhitung ada 45 buku syarah dari kitab al-Hawi ash-Shaghir, penukilan pendapat dan tarjih, menghafalnya, merekomendasikan kepada umat, mengajarkan kepada murid-murid dan bahkan ada yang mempelajari kitab ini dengan secara bersanad.

Susunan bab dalam kitab ini tidak jauh berbeda dengan kitab-kitab fikih mazhab Syafi’i yang lain, pertama kali adalah pembahasan tentang ibadah, kemudian disusul dengan muamalah dan ditutup dengan pembahasan qadha’ (peradilan). Dalam peletakannya, penulis meniru gaya Imam ar-Rafi’i dalam kitab asy-Syarhu al-Kabir.

Terdapat 70 bab besar dan di setiap bab dibagi menjadi beberapa pasal, dalam beberapa persoalan penulis menggabungkan pembahasan, seperti pembahasan jinayat, diyat, dan pembahasan yang berkaitan dengan itu.

Pembahasan dalam kitab ini tidak begitu mendetail, karena penulis memang menginginkan suatu pembahasan yang ringkas dan memahamkan, bahkan penulis tidak menyebutkan dalil di dalamnya, tidak menyebutkan perbedaan pendapat para ulama, penulis hanya menyebutkan pendapat yang menurutnya rajih dan menjadi pilihan mayoritas ulama mazhabnya.

Kitab ini telah ditahkik oleh Dr. Shalih bin Muhammad bin Ibrahim al-Yabis, yang sebenarnya pentahkikan ini untuk mendapatkan gelar doktoral di Universitas Ummul Qura dan mendapat nilai mumtaz dengannya. Wallahu a’lam. []

(** Disarikan dari mukaddimah kitab al-Hawi ash-Shaghir karya Imam al-Qazwini, hal. 1-112, cet 1, Dar Ibnu al-Jauzi, dengan perubahan dan tambahan)


Baca artikel menarik lainnya disini

dibuka peluang menjadi agen dikota anda,
info dan pemesanan majalah fikih hujjah
hubungi:

Tlp: 0821-4039-5077 (klik untuk chat)

facebook: @majalah.hujjah

Instagram: majalah_hujjah

%d bloggers like this: