Kitab Pengembangan Dari Fiqhul Islam Wa Adillatuhu

Judul Kitab: Mausu’atu al-Fiqhi al-Islami wa al-Qadhaya al-Mu’ashirah

Jumlah Jilid: 14, setiap jilid kurang lebih 850 halaman.

Penulis: DR. Wahbah az-Zuhaili (1932 M)

Nama Populer: DR. Wahbah az-Zuhaili

Mazhab: Syafi’i dan beliau lebih dikenal dengan ulama fikih muqarin (perbandingan).

Pertama Kali Terbit: 2010 M, Dar al-Fikr.

Download kitab versi pdf: http://bit.ly/2yMaThr

Kehidupan kaum muslimin pada zaman terbaik adalah kehidupan yang sempurna, yaitu pada zaman Nabi, sahabat, dan tabi’in. Mereka memadukan kehidupan dunia dan akhirat sesuai dengan porsinya masing-masing, dengan demikian mereka mampu menjaga keseimbangannya.

Setiap individu, keluarga, masyarakat, pejabat pemerintah, pegawai, bahkan rakyat jelata pengembala kambing pun dapat merasakan kehidupan mulia itu.

Apabila diserukan kepada mereka jihad untuk membela kehormatan kaum muslimin, mereka bergegas dan lari memenuhi panggilan itu, seperti gesitnya singa menangkap mangsa. Tidak memandang apakah diri mereka orang yang berpangkat atau hanya rakyat jelata. Ketika telah diputuskan sebuah hukum melalui peradilan, mereka berupaya sebaik mungkin untuk menjaga dan melaksanakan hukum tersebut. Karena mereka sadar bahwa semua itu akan mendatangkan keridhaan Allah.

Sedangkan mayoritas kaum muslimin hari ini jauh dari pemahaman terhadap agama mereka. Bahkan banyak di antara mereka yang tidak tahu apa sebenarnya yang diinginkan oleh Islam, tidak pernah mempelajari hukum-hukum yang ada di dalam Islam.

Fenomena ini menggugah seorang ulama abad ini, DR. Wahbah az-Zuhaili untuk menuliskan beberapa kitab yang menjawab seluruh persoalan hidup kaum muslimin. Salah satunya adalah kitab ini, Mausu’atu al-Fiqhi al-Islami wa al-Qadhaya al-Mu’ashirah.

Sebenarnya, kitab ini adalah perkembangan dari kitab beliau yang berjudul al-Fiqhu al-Islami wa Adillatuhu. Kitab al-Fiqhu al-Islami wa Adillatuhu selesai disusun dan pertama kali dicetak pada tahun 1984 M dalam 10 jilid, sedangkan kitab Mausu’atu al-Fiqhi al-Islami wa al-Qadhaya al-Mu’ashirah di cetak pada tahun 2010 M dalam 14 jilid.

Wajah baru dari kitab al-Fiqhu al-Islami wa Adillatuhu tidak banyak menampilkan perubahan, melainkan hanya pada jumlah jilid karena ada beberapa pembahasan yang ditambahkan oleh penyusun. Tambahan tersebut bisa ditebak dari judulnya, Mausu’atu al-Fiqhi al-Islami wa al-Qadhaya al-Mu’ashirah, penyusun menambahkan kaidah dan hukum berkaitan dengan masalah kontemporer.

Jilid 1 sampai jilid 10 dalam kitab ini adalah muatan dari kitab al-Fiqhu al-Islami wa Adillatuhu, tidak ada perubahan sama sekali, yaitu ditutup dengan pembahasan adz-Dzaman (tanggung jawab atau jaminan).

Tiga jilid setelahnya, 11, 12, 13 adalah tambahan seperti yang disebutkan di atas, sedangkan jilid ke 14 adalah gabungan daftar isi dari jilid pertama sampai jilid terakhir. Setiap jilid kurang lebih terdiri dari 850 halaman, kecuali jilid ke 14 terdiri dari 1022 yang isinya adalah daftar isi.

Persoalan kontemporer yang ditambahkan penulis di antaranya adalah tentang al-Mu’amalat al-Maliyah, Maqashid asy-Syariah, maslahat, fatwa, ijtihad, peradilan, pelanggaran medis, politik Islam, demokrasi, pengaruh penerapan hukum Islam, dewan syura, fikih nawazil, dan beberapa persoalan lain.

Tema-tema di atas disusun dengan metode yang telah beliau terapkan pada penyusunan kitab al-Fiqhu al-Islami wa Adillatuhu. Di antaranya adalah:

  1. Beliau tidak menyusun kitab ini berdasarkan mazhab tertentu, melainkan memaparkan seluruh mazhab dan mendiskusikannya untuk sampai pada pendapat yang lebih dekat dengan kebenaran. Sehingga kitab ini bukan kitab untuk mazhab tertentu, melainkan kitab fikih Islam perbandingan.
  2. Menjelaskan keshahihan hadits dengan mentakhrij serta merujuk pada sumber aslinya. Sehingga pembaca tidak salah memahami kedudukan hadits yang disampaikan.
  3. Mengompromikan antara ilmu dan realita dengan melihat sisi maslahat serta mudarat untuk mendapatkan kesimpulan yang rajih.
  4. Disusun dengan bahasa yang sangat mudah dipahami, disertai dengan contoh-contoh, sistematis, agar siapapun tidak merasa payah ketika menelaahnya. Dan masih banyak keistimewaan kitab ini yang tidak dapat disebutkan semuanya.

Apabila motivasi penulis dalam menyusun kitab ini adalah untuk menjawab persoalan umat hari ini, agar umat Islam memahami bagaimana cara menyimpulkan hukum yang tidak pernah disebutkan oleh ulama salaf sebelumnya, dan mengambil sikap terhadap peristiwa-peristiwa yang baru maka dengan berbagai kekurangannya kitab ini telah sesuai dengan apa yang diinginkan oleh penyusun. Sudah semestinya para thalibul ilmi menelaah kitab ini untuk membuka wawasan ilmunya. Wallahu a’lam. [-]

** Disarikan dari kitab Mausu’atu al-Fiqhi al-Islami wa al-Qadhaya al-Mu’ashirah karya DR. Wahbah az-Zuhaili, jilid 1-14, Dar al-Fikr, cet ke 3/2013, dengan beberapa tambahan dan perubahan.

 

 


Baca artikel menarik lainnya disini

 

 

dibuka peluang menjadi agen dikota anda,
info dan pemesanan majalah fikih hujjah
hubungi:

Tlp: 0821-4039-5077 (klik untuk chat)

facebook: @majalah.hujjah

Instagram: majalah_hujjah

%d bloggers like this: