Kitab Fikih Khusus Ibu

Ahkamu al-Umm fi al-Fiqhi al-Islami

Judul Kitab            : Ahkamu al-Umm fi al-Fiqhi al-Islami.

Jilid                         : 1, 506 Hal.

Penulis                   :  Wafa’ binti Abdul Aziz As-Suwailim.

Mazhab                  : Perbandingan Fikih.

Penerbit : Madaru al-Wathan – Riyadh.

Link Download     : Klik Untuk Download

 

Hari ini banyak orang membincangkan kehidupan kaum wanita, baik dari sisi kedudukannya di dalam keluarga; masyarakat; maupun secara individu. Karena hari ini Islam—melalui syariatnya—telah cukup menunjukkan bahwa harkat kaum wanita begitu dijunjung tinggi dan dimuliakan.

Dari sekian kaum wanita yang ada, Islam mengangkat derajat di antara mereka yang menyandang sebagai seorang ibu. Seorang ibu memiliki kedudukan yang sangat mulia, seorang ibu akan mendapatkan hak-haknya sebagai seorang wanita dan sebagai seorang ibu itu sendiri. Dalam beberapa hadits Rasulullah menunjukkan bahwa hak yang wajib diberikan oleh seorang anak kepada ibu lebih banyak ketimbang hak yang diberikan kepada ayahnya, bahkan Rasulullah menyebut ibu sebanyak tiga kali; baru kemudian menyebut ayah setelah ibu.

 

Baca Juga: Kitab Pengembangan Dari Fiqhul Islam Wa Adillatuhu

 

Dari sini, para ulama fikih tidak pernah luput dari pembahasan seputar wanita, terlebih seputar Ibu. Bahkan, tidak sedikit para ulama yang menyusun kitab khusus seputar wanita atau ibu. Salah satu kitab yang berbicara panjang-lebar tentang hukum seputar Ibu adalah Ahkamu al-Umm fi al-Fiqhi al-Islami yang disusun oleh Wafa’ binti Abdul Aziz As-Suwailim.

Kitab ini disusun dalam satu jilid saja, terdiri dari 506 halaman. Pada awalnya, kitab ini adalah Tesis yang diajukan untuk melangkapi syarat kelulusan S2 di salah satu Universitas Arab Saudi pada tahun 1415 H, dan kemudian diterbitkan untuk umum agar manfaatnya dapat diambil oleh kaum muslimin.

Secara garis besar kitab ini terdiri dari lima pasa, pertama: pasal seputar fikih ibadah, kemudian seputar fikih muamalat, warisan dan perbudakan, usrah (rumah tangga/keluarga) dan seputar had/hukuman. Kelima pasal inilah yang banyak bersinggungan dengan kehidupan seorang Ibu, sehingga penulis mencukupkan dengan pembahasan lima pasal tersebut.

Fikih ibadah meliputi shalat, zakat, puasa, haji, dan jihad. Di antara yang dijelaskan panjang dan lebar dalam pasal ini adalah hukum membatalkan shalat karena panggilan seorang ibu, hukum membayarkan zakat orang tua, memberikan zakat kepada orang tua, bagaimana cara seorang ibu menjalankan puasa wajib sedangkan ia sedang menyusui atau mengandung, cara membayar kafarah, menunaikan haji bersama ibu atau menunaikan haji ibunya yang sudah meninggal, dan pasal ini ditutup dengan bab jihad yang dijelaskan di dalamnya hukum seorang anak meminta izin kepada ibu ketika ingin berangkat jihad, berdagang atau menuntut ilmu.

Pasal kedua membahas tentang fikih muamalat, di dalam pasal ini penulis menyebutkan macam-macam kasus seputar keuangan dan transaksi jual beli yang sering terjadi pada seorang ibu atau anak yang belum baligh.

Pasal ketiga membahas tentang bagian hak waris yang akan diterima oleh ibu dan hukum seputar perbudakan, meskipun perbudakan hari ini tidak sebagaimana zaman dahulu namun pembahasan ini menunjukkan bahwa Islam selalu mewariskan ilmu pengetahuan meliputi seluruh aspek kehidupan, baik yang pernah terjadi maupun yang belum terjadi.

Pasal keempat menjelaskan kiprah seorang ibu dalam rumah tangga. Pasal ini adalah pembahasan yang  paling luas dari pasal-pasal yang lain, karena di lingkup rumah tangga dan keuarga inilah seorang ibu sangat berberan. Penjelasan dalam pasal ini meliputi seputar pernikahan, perceraian, penyusuan, nafkah, pengasuhan, dan lain sebagainya.

Sedangkan pasal terakhir, penulis menjelaskan tentang hukuman-hukuman bagi seorang ibu apabila melakukan tindak kesalahan atau dosa. Di antaranya adalah menjelaskan tentang bagaimana pelaksanaan hukum bagi seorang ibu yang membunuh anaknya, hukum melakukan aborsi, dan lain sebagainya.

Di bagian akhir kitab ini penulis menyusun daftar isi secara lengkap, terdiri dari daftar isi ayat al-Qur’an, hadits Nabi, atsar para sahabat, bait-bait syair, lafal-lafal asing, nama-nama, referensi, dan daftar isi berkaitan dengan pasal/bab dalam kitab ini.

Selain dari pembahasannya yang menarik, kitab ini juga disusun dengan olah kata yang mudah dipahami dan tidak berbelit-belit. Setiap pendapat merujuk pada kitab-kitab induk para ulama mazhab, penulis juga selalu berupaya untuk mentahqiq dan mentakhrij hadits yang disebutkan di dalamnya, sampai disebutkan di bagian akhir bahwa kitab ini disusun melalui 357 referensi kitab ulama.

Tidak heran jika kitab ini menarik perhatian kaum muslimin hari ini, dan kitab ini telah diterjemahkan serta diterbitkan dalam bahasa Indonesia oleh salah satu penerbit Islam dalam negeri, tentu akan lebih sangat memudahkan kita untuk menikmati dan mengambil manfaatnya. Wallahu a’lam. [-]

**(Disarikan dari kitab Ahkamu al-Umm fi al-Fiqhi al-Islami, yang disusun oleh Wafa’ binti Abdul Aziz As-Suwailim, Risalah Magister Universitas Arab Saudi, hal. 1-506)

%d bloggers like this: