Kitab Fikih Kelahiran: Kado Dari Sang Kakek

Kitab Fikih -

Judul Kitab: Tuhfatu al-Maudud bi Ahkami al-Maulud

Jumlah Jilid: 2 (1; 66 hal. 2; 588 hal.)

Penulis: Al-Imam Abu Abdillah Muhammad bin Abu Bakar bin Ayub bin Qayyim al-Jauziyyah (691-751).

Nama Populer: Ibnu Qayyim al-Jauziyyah.

Mazhab: Hanbali.

Tahqiq Kitab: Utsman bin Jum’ah Dhumairiyyah.

Pertama Kali Terbit: 1380 H, di salah satu penerbit Bombay-India.

Download kitab versi pdf:

https://goo.gl/uzmMJn

https://goo.gl/8J8yt2

 

Pembukuan ilmu fikih berkembang begitu pesat seiring lahirnya para ulama di belahan bumi yang dikehendaki Allah. Mereka mengabadikan ilmu dengan mengamalkan, mengajarkan dan menulisnya. Salah satunya adalah Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, menulis sebuah kitab berjudul Tuhfatu al-Maudud bi Ahkami al-Maulud, yaitu sebuah kitab seputar hukum pra-pasca kelahiran dan pendidikan anak sampai tumbuh dewasa.

Kitab yang sangat istimewa, yang menjawab kebutuhan kaum muslimin terhadap persoalan anak dari sebelum dilahirkan sampai ia tumbuh dewasa.

Ada kisah menarik sekaligus menjadi asal-usul penyusunan kitab ini. Suatu ketika menantu wanita Ibnu Qayyim yang menikah dengan putranya bernama Burhanuddin telah melahirkan seorang anak, saat itu tidak ada seorang pun yang memberikan kado terbaik untuknya. Oleh sebab peristiwa inilah Ibnu Qayyim sebagai kakek, menyusun kitab ini untuk dipersembahkan kepada cucunya.

Seraya mengatakan, “Aku hadiahkan kitab ini kepadamu, karena aku tak memiliki apa pun yang berharga dari perhiasan dunia, dan aku beri judul kitab ini dengan: ‘Tuhfatu al-Maudud bi Ahkami al-Maulud’.”

Pemilihan judul di atas karena pembahasan Ibnu Qayyim dalam kitab ini meliputi seluruh persoalan kelahiran dalam kajian fikih. Mulai setelah seorang bayi dilahirkan, menyebar kabar gembira kelahiran, mengumandangkan kalimat adzan di telinga kanan dan kalimat iqamah di telingan kiri, mengoleskan sesuatu yang manis dan lembut di langit-langit mulut sang bayi, hukum seputar akikah, memotong rambut bayi dan bersedekah seberat timbangan rambutnya, memberi nama bayi, mengkhitan bayi dan lain sebagainya.

Lebih luas lagi, Ibnu Qayyim juga menyinggung tentang anjuran untuk mendapatkan keturunan beserta keutamaannya. Pada bagian akhir beliau memaparkan bagaimana cara memberikan kasih sayang kepada anak-anak dan metode apa saja yang dapat diterapkan untuk mendidik mereka serta membimbing mereka pada jalan yang diridhai Allah.

Kitab ini disusun dengan metode istiqra’i (penelitian) naqdi (kritik) dan muqarin (perbandingan). Melalui tiga metode tersebut Ibnu Qayyim telah memaparkan seluruh pembahasan di dalam kitab ini dengan sangat baik, rapi, dan sistematis, sudah dapat dipastikan sarat dengan dalil-dalil nash syar’i, ushul fikih, dan pendapat para ulama.

Ciri khas Ibnu Qayyim adalah menyusun kalimat-kalimat indah dalam kitabnya, maka kitab ini juga tidak lepas dari kalimat-kalimat indah menyentuh hati, terutama ketika beliau sampai pada pembahasan tentang kasih sayang kepada anak dan bagaimana cara mendidik mereka.

Termasuk keunggulan metode penyusunan kitab ini adalah tidak hanya berpegang pada satu mazhab tertentu, meskipun Ibnu Qayyim dikenal sebagai seorang ulama bermazhab Hanbali. Memang, dalam pemaparannya Ibnu Qayyim mengacu pada ushul mazhab Hanbali, namun beliau juga menyebutkan pendapat mazhab lainnya serta mendiskusikan dua pendapat yang bertentangan dengan kemampuan ilmu dan kesopanannya.

Ibnu Qayyim menyusun kitab ini dari berbagai sumber rujukan ilmiah, meliputi kitab-kitab Tafsir, Hadits beserta syarahnya, kitab Fikih, Sirah Nabawiyah, Sejarah dan Biografi, kitab tentang Adab dan Budi Pekerti, kitab tentang Pengobatan, dan kitab-kitab yang lain.

Penukilan riwayat secara langsung yang paling banyak didapati adalah dari kitab al-Jami’ li al-Ulum al-Imam Ahmad bin Hanbal, yaitu kitab yang ditulis oleh Abu Bakar al-Khalal, sebagaimana di dapati pula penukilan dari guru Ibnu Qayyim yaitu Ibnu Taimiyyah dan lain sebagainya.

Penyusunan kitab ini memberi banyak kebaikan untuk para ulama setelah masa Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah khususnya, tidak sedikit dari mereka menukil secara langsung dari kitab ini atau merujukkan pendapat-pendapat mereka kepada apa yang telah ditulis oleh Ibnu Qayyim dalam kitab ini. Contohnya kitab al-Iqna’ fi Mazhabi Imam Ahmad bin Hanbal yang ditulis oleh Imam al-Hijawi, Kasyafu al-Qina’ yang ditulis oleh al-Bahuti dan lain sebagainya. Wallahu a’lam. []

**) Disarikan dari kitab Mukaddimah Tahqiq Tuhfatu al-Maudud bi Ahkami al-Maulud, karya Utsman bin Jum’ah Dhumairiyah, hal. 33-49, cet. Dar al-‘Alam al-Fawaid, dan kitab Tuhfatu al-Maudud bi Ahkami al-Maulud karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, hal 439-668, cet. Dar al-‘Alam al-Fawaid, dengan perubahan dan tambahan)

 

 

info distributor dan pemesanan majalah fikih hujjah
hubungi:

Tlp: 0821-4039-5077

facebook: @majalah.hujjah

Instagram: majalah_hujjah

%d bloggers like this: