Khasiat Bersiwak dengan Akar Pohon Arak

Khasiat Bersiwak dengan Akar Pohon Arak

Mulut adalah pintu utama bagi organ-organ dalam tubuh. Berbagai bahaya bisa menimpa sistem atau organ-organ tersebut, baik sistem pernafasan bagian atas, paru-paru, maupun sistem pencernaan, jika mulut mengalami gangguan. Lebih dari itu, sistem saraf yang berhubungan dengan gigi dan daerah wajah menjadi sangat vital karena bagian tersebut merupakan bagian yang paling dekat dengan sistem saraf pusat.

Gigi selalu “berenang” di dalam air liur. Setiap gigi yang sehat diliputi oleh lapisan tipis air liur. Jika air liur itu kotor, gigi-gigi tersebut berarti dilingkupi oleh kapur dan kotoran yang mengandung banyak bakteri. Meski gigi-gigi telah disikat, dalam jangka waktu kurang dari satu jam, lapisan tersebut sudah mulai terbentuk lagi. Saat lapisan terbentuk, bakteri-bakteri yang merupakan penghuni mulut mulai menempel pada lapisan tersebut.

Endapan yang menempel pada permukaan gigi tersebut meningkat di dalam mulut orang yang tidak membersihkan giginya secara teratur. Akibatnya, dengan cepat, bakteri-bakteri dalam mulut mulai membentuk koloni-koloni yang bersarang dan menetap. Setelah itu bakteri-bakteri itu mulai menjelajahi lapisan gigi.

Bakteri-bakteri yang menempel pada permukaan gigi dinamakan lapisan kotor gigi (dental plaque). Para ilmuwan dulu dan sekarang mengangggap bahwa lapisan kotor gigi merupakan faktor utama terjadinya pengeroposan gigi dan berbagai gangguan penyakit gusi di sekitar gigi.

Bakteri-bakteri tersebut bekerja mengurai dan melakukan fermentasi sisa-sisa makanan dan minuman sehingga dapat menimbulkan bau mulut tidak sedap dan penyakit. Bakteri-bakteri tersebut juga menimbulkan pengeroposan gigi atau penumpukan zat garam di sekitar gigi, yang selanjutnya menimbulkan kerak kuning pada gigi atau peradangan gusi dan pyorrhea (beser nanah pada gusi atau selaput tulang gigi).

Di samping itu, bakteri-bakteri tersebut juga bisa berpindah dari mulut ke dalam tubuh dan menimbulkan berbagai peradangan. Misalnya, gastritis (peradangan pada lambung), sinusitis (peradangan pada sinus), atau bronkitis (peradangan pada bronkus). Bakteri-bakteri tersebut bisa menyebabkan munculnya abscess (kumpulan nanah setempat yang terkubur dalam jaringan) pada bagian-bagian tubuh, menyebabkan keracunan darah, bakteremia, dan menimbulkan berbagai penyakit demam menyeluruh.

Syariat Bersiwak

Islam adalah agama yang sangat memperhatikan kebersihan dan kesehatan. Terkait kebersihan mulut dan gigi, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk bersiwak. Sedikitnya ada lima kesempatan yang sangat dianjurkan untuk bersiwak; saat hendak wudhu, saat hendak shalat, saat hendak membaca al-Qur’an, saat hendak masuk rumah, dan saat bangun malam untuk shalat tahajjud.

Beliau SAW bersabda, “Seandainya aku tidak khawatir akan memberatkan umatku, pastilah aku akan memerintahkan mereka untuk bersiwak setiap hendak shalat.” (HR. Bukhari dan Muslim).

baca juga: Siwak, Amalan Yang Disunnahkan

Akar Pohon Arak

Para ahli fikih menjelaskan bahwa substansi bersiwak adalah memebersihkan gigi dan mulut. Hanya, praktik yang dicontohkan oleh Rasulullah adalah bersiwak dengan akar pohon arak. Pohon arak memiliki nama ilmiah Salvadora Persika. Pohon Arak tumbuh di berbagai kawasan sekitar kota Makkah, Madinah, Yaman, dan beberapa negara Afrika. Bagian yang dipergunakan sebagai siwak adalah inti akarnya.

Melalui analisa kimiawi, para ilmuwan menemukan bahwa pohon Arak mengandung unsur-unsur: (1) alkalaoid, (2) trimetilamin, (3) klorida, fluorida, dan silika dengan kadar yang cukup tinggi, (4) sulfur, (5) vitamin C, (6) sedikit zat saponin, tanin, dan flavanoid, dan (7) kadar sterol yang cukup tinggi.

Dari penelitian kimia dan kedokteran modern tersebut, para ilmuwan menyimpulkan bahwa secara medis akar pohon arak memiliki banyak manfaat:

  1. Telah terbukti bahwa akar pohon arak berpengaruh menghentikan pertumbuhan bakteri di dalam mulut. Hal ini dimungkinkan karena adanya unsur sulfur.
  2. Trimetilamin dapat menurunkan derajat keasaman (yang merupakan salah satu faktor penting bagi pertumbuhan bakteri) pada mulut sehingga potensi pertumbuhan bakteri menjadi rendah.
  3. Akar pohon arak mengandung vitamin C dan zat sterol. Kedua komposisi ini memiliki peranan penting dalam memperkuat pembuluh-pembuluh kapiler yang menyuplai gusi sehingga jumlah darah yang disuplai ke gusi mencukupi. Lebih dari itu, vitamin C juga memiliki fungsi mencegah peradangan pada gusi.
  4. Kandungan zat damar bisa semakin memperkuat gusi.
  5. Kandungan klorida, fluorida dan silika dikenal bisa menjadikan gigi semakin putih. Komposisi silika menjadikan gigi kuat dan menjaga email gigi. Adapun komposisi fluorida berperan memperkuat gusi.

Wallahu a’lam bish-shawab.

 

Sumber: Mausu’ah al-I’jaz al-Ilmi fi al-Qur’an al-Karim wa as-Sunnah al-Muthahharah, Yusuf al-Hajj Ahmad

%d bloggers like this: