Keuntungan Usaha Modal Dari Bank Riba

Keuntungan Usaha Modal Dari Bank Riba

Ustadz, saya ingin bertanya perihal harta atau hasil usaha yang mana usaha ini dijalankan dengan modal dari pinjaman bank konvensional. Bagaimana status harta dari hasil usaha ini? Bagaimana pula jika harta dari hasil usaha ini digunakan untuk haji atau umrah? Perlu diketahui bahwa pelaku sudah tahu bahwa transaksi ribawi itu haram. Tetapi, baru akhir-akhir ini mendapatkan hidayah dan mantap untuk menjauhi riba. (Ibnu Sya’bani—Bumi Allah)

Terlebih dahulu saya ucapkan selamat atas hidayah yang Allah berikan dan kemantapan hati saudara untuk menjauhi riba. Sebab ancaman berkenaan dengan riba tidak hanya mengenai orang yang mengambil riba, tetapi juga orang yang memberinya. Dan ketika saudara menjadi nasabah sebuah bank konvensional, mengajukan kredit modal usaha, saudara telah menjadi pemberi riba.

Siklus Bank Riba

Mengenai hasil usaha dagang atau apa pun dimana sebagian atau seluruh modalnya didapat dari pinjaman berbunga yang digelontorkan oleh suatu bank konvensional, maka para ulama berbeda pendapat mengenai kehalalannya. Ada yang menyatakan halal, dan ada pula yang menyatakan haram. Dari keduanya, pendapat yang menyatakan halal lebih kuat. Yang haram adalah transaksi ribanya. Adapun hasil usaha yang dimodali dengan harta pinjaman riba tersebut hukumnya adalah hukum asal harta, yakni halal/mubah. Para ahli fikih madzhab Syafi’i dan Maliki yang menyatakan kehalalannya. Tentu saja dengan catatan, usaha dagang atau apa pun itu adalah usaha yang halal/mubah. Memperbanyak shadaqah setelah bertaubat dari suatu transaksi ribawi sangatlah dianjurkan.

baca juga: Riba Dalam Dana Talangan Haji

Ini bukan berarti menyarankan kepada kaum muslimin untuk meminjam uang atau modal ke bank ribawi. Sebab bagaimana pun itu adalah dosa besar. Satu dari tujuh dosa besar yang membinasakan. Wallahu a’lam.

%d bloggers like this: