Jual Beli Uang Kuno

Ustadz, bolehkah memperjual-belikan uang kuno dengan harga lebih mahal daripada nilai yang tertera pada lembaran tersebut. Misalnya uang kertas 5 rupiah dijual dengan harga 500.000 rupiah. Hari ini uang kuno sering dijadikan mahar pernikahan atau untuk koleksi. (Fahmi —Surakarta)

BACA JUGA: HARAM DIMAKAN, TAPI HALAL DIJUAL BELIKAN

Pada asalnya uang kertas diqiyaskan oleh para ulama dengan uang emas atau perak, sehingga jual beli atau tukar menukar hanya boleh dilakukan apabila sama nilainya dan kontan. Ini untuk mata uang yang sama. Apabila mata uangnya berbeda, nilai boleh berbeda-misalnya 10.000 rupiah ditukar atau dijual dengan harga 3 real Saudi-tetapi harus kontan.

Uang kuno umumnya sudah tidak berlaku, sudah tidak dapat dipakai untuk membeli berbagai kebutuhan. Oleh karena itu, ‘illah atau faktor pengqiyasannya kepada emas dan perak jadi hilang. Uang kuno pun berubah menjadi barang yang boleh diperjualbelikan sebagaimana barang-barang pada umumnya. Harganya pun tergantung kesepakatan antara penjual dan pembeli. Misalnya uang kertas 5 rupiah dijual dengan harga 500.000 rupiah boleh. Tidak ada riba fadhal di sana. Hanya saja israf dan tabdzir mesti dihindari. Islam memerintahkan kita untuk menjaga harta dan melarang membuang-buang harta.

Demikianlah jawaban Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utasimin saat beliau ditanya tentang hal serupa. Jawaban beliau dapat dibaca dalam Liqa’ul Baab al-Maftuh, 18/233. Wallahu a’lam.[]

%d bloggers like this: