Hukum Jual Barang Seken

hukum jual beli barang seken

Ustadz, misalkan kita beli mobil bekas harganya 35 juta. Terus, kita perbaiki sana-sini, kita baguskan bagian yang kurang bagus, kemudian kita jual dgn harga 45 juta atau 50 juta, apakah hal ini termasuk tadlis bil mabi’ (penipuan dalam barang dagangan)? Jika tidak, apa contoh dari tadlis bil mabi’? (M. Imron—Riau)

BACA JUGA: JULA BARANG KW

Membeli barang dari tangan pertama atau kedua untuk dijual lagi tidak masalah. Memperbaiki kondisinya pun, untuk tujuan agar calon pembeli tertarik dengan barang tersebut, tidak masalah. Yang penting, saat calon pedagang bertanya tentang kondisi mobil, kita sampaikan apa adanya. Bahwa semula ada bagian-bagian yang kurang  baik, lalu kita perbaiki dan kita ganti bagian-bagian tertentunya selain kita juga menservisnya. Dan, kalau masih ada bagian yang menjadi aib dari barang tersebut, kita pun memberitahukan kepadanya.

Tidak boleh kita mengatakan, “Ini barangnya. Silakan dilihat dan diperiksa.” Sementara kita tahu ada aib dari barang tersebut dan kita tidak memberitahukannya. Ini termasuk tadlis bil mabi’ yang Antum tanyakan.

Contoh dari tadlis bil mabi’ yang lain adalah menutupi aib barang yang hendak dijual dengan sesuatu sehingga aib tadi tidak tampak. Dengan mengganjal bagian tertentu dengan suatu benda sehingga untuk sementara ia terlihat dan terasa baik. Padahal dalam waktu dekat, karena kekurangandan aibnya tidak diperbaiki, sangat mungkin ganjal itu terlepas dan ketahuanlah kondisi barang yang sebenarnya. Wallahu a’lam. []

 

Rubrik ini diasuh oleh KH. Imtihan asy-Syafi’i, Direktur Ma’had Ali An-Nuur Solo. Kirim pertanyaan Anda via email: [email protected]  atau SMS: 0898 350 2619

%d bloggers like this: