Hukum Menjual Racun Hama

Hukum Menjual Racun Hama

Ustadz, saya pernah membaca sebuah tulisan yang menjelaskan haramnya bertransaksi jual beli barang-barang yang berbahaya. Pertanyaan saya, bolehkah kita menjual racun hama? Pertanyaan ini muncul karena di satu sisi racun hawa ini diperlukan, namun di sisi yang lain ia berbahaya jika disalahgunakan. Ada kasus orang yang meninggal dunia gara-gara minum racun tikus. (Suyono—Magetan)

 

Baca Juga: Hukum Jual Beli Barang Sitaan

 

Pada asalnya hukum menjual komoditas apa pun di dunia ini boleh selama terpenuhi syarat rukunnya dan tidak bertentangan dengan dalil atau prinsip syar’i. Di antara prinsip syar’i terkait transaksi jual beli adalah tidak boleh memperjualbelikan barang-barang yang berbahaya. Dan racun memang komoditas yang berbahaya. Hanya saja, racun tikus dibuat untuk meracuni hama tikus, bukan memfasilitasi orang yang ingin bunuh diri. Adanya orang yang menyalahgunakannya tidak mengubah hukum mubahnya.

Ini seperti orang yang menjual pisau. Di satu sisi pisau dapat digunakan untuk menyiapkan berbagai hal bermanfaat—memasak misalnya. Namun pisau juga bisa digunakan untuk bunuh diri atau membunuh orang lain. Hanya, kalaupun ada yang menyalahgunakannya, hal itu tidak mengubah hukum bolehnya memperjualbelikan pisau.

Jika ada yang melarangnya dengan alasan sadd dzari’ah (mencegah atau menutup pintu datangnya mudarat), sesungguhnya para ulama menjelaskan bahwa yang tidak diperbolehkan adalah melakukan sesuatu yang akan berakibat buruk secara pasti atau diduga kuat demikian. Misalnya menjual racun tikus atau pisau kepada orang yang jelas-jelas mau bunuh diri. Jika kemungkinan datangnya mudarat masih fifty-fifty, maka hukumnya masih boleh. Wallahu a’lam.

%d bloggers like this: