Hukum Bel Di Pintu Rumah

Hukum Bel Di Pintu Rumah

Ustadz, beberapa hari yang lalu saya ditegur oleh tetangga baru saya. Katanya, bel yang kami pasang di pintu rumah kami termasuk benda yang haram digunakan. Alasannya, bel itu menyerupai musik. Jika itu benar, apa yang harus kami lakukan untuk menggantinya? (Rizka—Bekasi)

Ada hadits shahih yang dijadikan oleh sebagian ulama sebagai dasar larangan penggunaan bel. Hadits itu diriwayatkan oleh Imam Muslim no. 2113 dari Abu Hurairah ra. Rasulullah SAW bersabda (yang artinya),

“Malaikat tidak membersamai sekelompok pejalan yang membawa anjing atau lonceng.”

 

Imam an-Nawawi, Ibnu Hajar al-‘Asqalani, dan Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin, dengan bahasa yang berbeda-beda, menjelaskan bahwa jika lonceng atau bel yang dibunyikan menimbulkan alunan musik tertentu, maka itu termasuk hal yang dilarang. Ia termasuk kategori seruling setan.

Syaikh ‘Utsaimin menambahkan, jam weker dan bel yang diletakkan di dekat pintu, selama tidak mengeluarkan alunan musik tertentu, hanya bunyi “ding dong” atau “teeet… teet…” maka itu tidak mengapa.

Lajnah Daimah pernah ditanya tentang bel di depan pintu. Para ulama yang ada di sana menjawab, “Boleh, asalkan tidak mengandung perkara yang haram seperti menyerupai lonceng orang-orang Nasrani atau mengeluarkan alunan musik tertentu.” Wallahu a’lam. []

baca juga: Fatwa-Fatwa Ulama Berkenaan Dengan Handphone

 

KH. Imtihan asy-Syafi’i

%d bloggers like this: