Hikmah Medis di Balik Kenajisan Anjing dan Kesucian Tanah

Hikmah Medis di Balik Kenajisan Anjing dan Kesucian Tanah.

Para ulama fikih menyatakan air liur anjing merupakan najis mughalazhah (najis kelas berat). Hal itu berdasar hadits dari Abu Hurairah bahwa Nabi SAW bersabda:

طَهُورُ إِنَاءِ أَحَدِكُمْ إِذَا وَلَغَ فِيهِ الْكَلْبُ أَنْ يَغْسِلَهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ أُولَاهُنَّ بِالتُّرَابِ

“Cara menyucikan bejana milik salah seorang di antara kalian apabila dijilat oleh anjing adalah dengan mencucinya sebanyak tujuh kali dan cucian yang pertama dicampur dengan tanah.” (HR. Muslim)

KENAJISAN ANJING

Ilmu kedokteran modern menemukan fakta bahwa anjing termasuk salah satu hewan yang dapat menularkan berbagai penyakit. Sekitar lima puluh penyakit akibat parasit ditemukan pada anjing, dan banyak di antaranya bersumber dari air liurnya.

Penemuan ilmu kedokteran modern menunjukkan bahwa anjing dapat menularkan beberapa penyakit berbahaya, sebab di dalam ususnya terdapat cacing pita yang dikenal dengan nama echinococcus.

Telur-telur cacing pita keluar bersama tahi anjing. Telur-telur cacing pita tersebut dapat berpindah ke gelas, piring, bejana, dan tangan si pemilik anjing apabila anjing tersebut menjilati benda-benda di sekitarnya.

Selanjutnya, dari tangan seseorang, telur-telur cacing pita tersebut dapat berpindah ke dalam perut dan usus. Di dalam usus manusia, telur-telur tersebut terurai dan embrio yang terkandung di dalamnya keluar lalu meresap ke dalam darah dan lendir tubuh. Melalui darah, embrio tersebut menyebar ke seluruh bagian tubuh manusia, terutama liver karena ia merupakan organ penyaring utama di dalam tubuh.

Embrio tersebut berkembang di dalam organ yang dimasukinya dengan membentuk kantung yang penuh dengan embrio dan cairan jernih seperti sumber air. Kantung tersebut bisa berkembang menjadi besar hingga seukuran kepala janin dan menjadi sebuah penyakit, yang disebut penyakit echinococcosis atau hydatid disease.

Gejala penyakit tersebut berbeda-beda sesuai dengan perbedaan tempat di mana kantung tersebut tumbuh. Namun yang paling berbahaya jika kantung itu tumbuh di organ otak dan otot jantung. Biasanya penyakit ini tidak dapat diobati selain dengan jalan operasi.

Penyakit lain yang dapat disebabkan oleh anjing adalah penyakit rabies atau anjing gila. Penyakit rabies ditularkan oleh virus rabies pada anjing yang masuk ke tubuh manusia melalui liurnya akibat gigitan atau jilatan.

Pada zaman Rasulullah SAW, penyakit echinococcosis belum dikenal oleh masyarakat dan belum diketahui penyebabnya.

KESUCIAN TANAH

Meskipun ilmu kedokteran pada masa itu belum mengenal penyakit echinococcosis, Rasulullah SAW telah memberikan terapi ibadah sekaligus terapi medis terhadap penyakit tersebut. Rasulullah SAW memerintahkan umat Islam untuk mempergunakan debu atau tanah sebagai campuran air saat mencuci bejana bekas jilatan anjing. Beliau bahkan memerintahkan bejana tersebut dicuci sebanyak tujuh kali.

Mengenai hal itu, beberapa ilmuwan kontemporer telah membuktikan kebenarannya melalui penelitian di tanah pekuburan. Mereka mengira ada banyak bakteri berbahaya yang hidup di dalam tanah pekuburan, karena banyak manusia meninggal akibat infeksi bateri. Akan tetapi perkiraaan mereka tersebut salah karena mereka tidak menemukan bakteri mematikan di sana.

Para ilmuwan dari American University, Beirut, Lebanon, juga melakukan penelitian yang sama. Mereka menyimpulkan bahwa tanah atau debu memiliki kemampuan untuk membunuh bakteri berbahaya.

Pada zaman Rasulullah SAW, penyakit rabies dikenal dengan sebutan al-‘aquur, yaitu penyakit anjing ganas.

Manfaat anjing hanya dapat dirasakan oleh sebagian kecil orang. Adapun bahayanya dapat mengancam semua orang. Barangkali hal itu merupakan salah satu hikmah di balik perintah Rasulullah SAW untuk membunuh anjing ganas.

Dari Aisyah RA bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:

خَمْسٌ فَوَاسِقُ يُقْتَلْنَ فِي الْحَرَمِ الْفَأْرَةُ وَالْعَقْرَبُ وَالْغُرَابُ وَالْحُدَيَّا وَالْكَلْبُ الْعَقُورُ

“Lima hewan jahat yang harus dibunuh meskipun di tanah haram (Makkah); tikus, kalajengking, burung gagak, burung elang, dan anjing ganas.” (HR. Muslim)

Dari Ibnu Umar RA, ia berkata, “Salah seorang istri Nabi SAW menceritakan kepadaku bahwa Nabi SAW memerintahkan untuk membunuh anjing ganas, tikus, kalajengking, burung elang, burung gagak, dan ular.” (HR. Muslim)

An-Nawawi berkata, “Para ulama bersepakat atas kebolehan membunuh anjing ganas bagi orang yang sedang melakukan ihram maupun selainnya, di tanah halal maupun tanah haram.”

baca juga: Suci Dengan Disamak

Demikianlah, perintah syariat Islam senantiasa  mengandung hikmah dan manfaat bagi umat manusia. [] Wallahu a’lam.

 

By: Abu Ammar

 

Sumber:

An-Nawawi, Syarh An-Nawawi ‘ala Shahih Muslim.

Yusuf al-Hajj Ahmad, Mawsu’atu al-I’jaz al-Ilmi fi al-Qur’an al-Karim wa as-Sunnah al-Muthahharah.

 

 

# Hikmah Medis di Balik Kenajisan Anjing dan Kesucian Tanah # Hikmah Medis di Balik Kenajisan Anjing dan Kesucian Tanah #

%d bloggers like this: