Dua Awan Kelabu Selepas Ramadhan

Dua Awan Kelabu Selepas Ramadhan

اَلْحَمْدُ لِلّهِ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ هَدَانَا صِرَاطَهُ الْمُسْتَقِيْمَ، صِرَاطَ اْلأَنْبِيَاءِ وَ الْمُرْسَلِيْنَ وَ الصِّدِيْقِيْنَ وَ الشُّهَدَاءِ وَ الصَّالِحِيْنَ وَ حَسُنَ أُوْلٓـئِكَ رَفِيْقاً. أشْهَدُ أنْ لاَ إِلٰه إلاَّ اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ.

فَيَا عِبَادَ اللّٰه أوْصِيْكُمْ وَ إِيَّايَا نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ فَقَدْ فَازَ الْمُؤْمِنُوْنَ الْمُتَّقُوْنَ وَ تَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقوَى، قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاءَنِ الْكَرِيْمِ أَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَيْطَانِ الرَّجِيْمِ

فَاسْتَمْسِكْ بِالَّذِي أُوحِيَ إِلَيْكَ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ (43) وَإِنَّهُ لَذِكْرٌ لَكَ وَلِقَوْمِكَ ۖ وَسَوْفَ تُسْأَلُونَ (44)

وَلَن تَرْضَى عَنكَ الْيَهُودُ وَلاَ النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ

وَلا يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّى يَرُدُّوكُمْ عَنْ دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُوا

Saya wasiatkan kepada diri saya dan kepada saudara-saudaraku ikhwani fiddin rohimakumullah.

Marilah kita pergunakan sisa-sisa usia kita untuk lebih meningkatkan ketakwaan kita kepada Alloh SWT. Antara lain senantiasa  memohon keharibaan-Nya agar Allah SWT senantiasa menempatkan kita di jalan yang diridhoi-Nya.

اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقَّ وَارْزًقْنَا اتِبَاعَهُ وَ أَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلَ وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ

Ya Allah tunjukkanlah  kepada kami  yang benar itu benar dan karuniakanlah kepada kami untuk mampu mengikutinya, serta tunjukkan kepada kami yang batil itu batil serta berikan kepada kami kemampuan untuk menjauhinya.

Selepas Ramadhan sampai hari ini, paling tidak ada dua awan kelabu  yang mengusik ketentraman ummat islam Indonesia untuk beribadah serta mengabdi kepada Allah SWT sesuai yang diperintahkan:

Yang pertama, terjadinya pembakaran dan sekaligus dihalang-halanginya ummat Islam di Tolikara untuk merayakan Iedul Fitri yang telah mereka tunggu selama satu tahun. Disikapi dengan kasar dan tidak manusiawi oleh saudara-saudara mereka sebangsa dan setanah air tetapi berbeda agama dengan orang-orang Islam yang ada disana.

Alhamdulillah, timbul reaksi dimana-mana. Pernyataan bela sungkawa dan duka cita yang diwujudkan dalam bentuk pawai atau tabligh akbar. Tetap menggunakan kearifan mereka sebagai ummat Muhammad, santun didalam bersikap tidak menimbulkan gejolak rusaknya tempat ibadah.

Peristiwa ini mengingatkan kepada setiap muslim akan firman Allah SWT yang telah saya bacakan didalam surat Al Baqarah ayat 120

وَلَن تَرْضَى عَنكَ الْيَهُودُ وَلاَ النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ

Orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani tidak akan pernah rela. Allah SWT menggunakan kata-kata “lan” yang artinya tidak mungkin. Tidak mungkin orang-orang Yahudi dan Nasrani tidur nyenyak, tidak akan pernah mereka  merasakan makan dan minum yang lezat sehingga kalian mengikuti agama mereka, meninggalkan agama Islam.

Enak atau tidak enak didengar, setuju atu tidak setuju dengan ayat ini tetapi ini adalah Al-Qur’an, tetapi ini adalah wahyu Alloh SWT yang qothi dilalah, pasti dan kuat hujjah dan argumentasinya. Bahkan didalam ayat 217 Allah SWT mengingatkan,

وَلا يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّى يَرُدُّوكُمْ عَنْ دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُوا

Mereka orang-orang musyrik termasuk didalamnya orang-orang Yahudi dan Nasrani, akan senantiasa terus-menerus, tidak henti-hentinya tanpa istirahat, akan memerangi kalian yuqotilunakum.

Mereka akan selalu berusaha memerangi kalian dengan harta dan  jiwa mereka, dengan media cetak dan elektronika. Mereka tidak akan pernah berhenti sehingga mereka berhasil memurtadkan kalian dari Islam dan mengikuti ajaran-ajaran mereka.

Awan kelabu yang menimpa saudara-saudara kita di Papua telah disikapi secara reaktif dengan sekali lagi tetap santun, tetap menjaga norma-norma kalau mereka adalah ummatan wasatho, ummat yang dibimbing oleh wahyu Allah SWT, yang dibimbing oleh sunnah Rasulullah n tanpa sedikitpun terjadi gejolak yang dikhawatirkan oleh banyak pihak.

Awan kelabu yang kedua, kita dapati mulai munculnya atribut-atribut komunisme. Atribut partai komunis Indonesia dengan lambangnya yang sangat terkenal berwujud palu arit. Disaat bangsa Indonesia merayakan kemerdekaan mereka, dengan mengadakan karnaval, dengan mengadakan pawai dalam luapan kegembiraan mereka menyongsong datangnya kemerdekaan yang ketujuh puluh. Atribut-atribut itu ditonjolkan dan  ditampakkan ditengah-tengah masa tanpa ada rasa sungkan, tanpa ada rasa takut, tanpa ada rasa khawatir, wallhualam, ada kebanggaan pada diri mereka.

Inipun telah ditanggapi secara reaktif bukan hanya oleh umat Islam. Karena komunisme adalah musuh bangsa Indonesia. Bisa kita dapati di media cetak, Koran, majalah, dan media elektronika. Bahkan, ada satu halaman di solo yang memasang spanduk sebanyak seratus buah. Dipasang di tempat-tempat strategis. Konon kata radio di seluruh Solo Raya, mengingatkan mereka kepada bahaya laten PKI, kepada bahaya komunisme, kepada bahaya ajaran anti Tuhan.

Ikhwani fiddin arsadakumullah,

Bagi seorang mukmin laki-laki maupun perempuan setiap kali mereka melaksanakan shalat membaca ihdinash shiratal mustaqim. Ya Allah tunjukkan kepadaku jalan yang lurus.

Ini salah satu ajaran agar setiap muslim senantiasa waspada bahwa setan, bahwa iblis, bahwa musuh musuh Islam akan senantiasa bergentayangan berusaha membuat hati kita yang ikhlas karena Allah SWT menjadi mengharap pujian dan sanjungan manusia. Merubah jalan kita yang lurus agar berbelok ke kanan padahal itu jalan yang sesat, dan belok ke kiri dan itu jalan yang sesat.

Selama shalat kita jaga secara benar, doa kita ihdinash shiratal mustaqim kita baca dengan ikhlas, kita resapi dengan hati sanubari paling dalam, Allohumma arinal haqqa haqqa warzuqnat tiba’ah. Wa arinal bathila bathila war zuqnaj tinabah. Itu kita pegang secara sungguh-sungguh, Allah SWT akan menjaga diri kita dari makar siapa saja yang menjadikan kita sebagai seorang muslim dengan usaha mereka yang tidak pernah berhenti untuk membelokkan jalan kita yang benar ke jalan yang tidak diridhoi oleh Allah SWT.

أقُولُ قَوْلي هَذَا وَأسْتغْفِرُ ا لهَ العَظِيمَ ليوَلَكُمْ،   فَاسْتغْفِرُوهُ يَغْفِرْ لَكُمْ إِنهُ هُوَ الغَفُورُ الرَّحِيمُ

Khutbah kedua

أَلْحَمْدُ لِلهِ وَ الصَّلَاةُ وَ السَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِلهِ وَ عَلَى آلِهِ وَ أَصْحَابِهِ وَ مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانِ إِلَى يَوْمِ اْلقِيَامَةِ

Komunisme adalah musuh besar bangsa Indonesia, musuh besar umat Islam di seluruh dunia. Tetapi, besarnya permusuhan orang-orang komunis dan ajaran mereka kepada umat Islam akan menjadi kecil dibandingkan dengan permusuhan orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani kepada kita.

Allah SWT tidak melarang kita berbuat baik kepada mereka. Allah SWT tidak melarang kita berbuat adil kepada mereka.

Surat ke-60 ayat 8, Allah SWT tidak melarang kalian berbuat adil kepada orang-orang kafir, orang-orang musyrik selama mereka tidak memerangi kalian dan tidak mengusir kalian dari kampung halaman kalian. Bahaya komunisme jauh menjadi lebih kecil dibandingkan dengan bahaya Yahudi dan Nasrani.

Dunia membuktikan sejak dari Aljazair ketika terjadi konflik internal di tengah-tengah masyarakat mereka, mereka orang-orang kristen dan orang-orang Yahudi dari Barat ikut melibatkan diri mengambil peran, bahkan akhirnya menjadi aktor utama penentu merah dan hitamnya perbuatan-perbuatan dan kondisi masyarakat di mana mereka tinggal.

Bukan hanya di Aljazair, Tunisia, Libya, Mesir, Sudan, Yordania, Palestina, tetapi di Asia Tengah, di Afganistan, di Pakistan, bahkan sampai Indonesia.

Seorang ulama Al-Azhar, DR Ahmad Shalabi mengatakan, bahaya komunis adalah bahaya yang berada di ujung lautan. Tetapi bahaya Yahudi dan Nasrani adalah bahaya yang berada di pelupuk mata kita masing-masing.

Kecil nilai komunis dibandingkan dengan permusuhan Yahudi dan Nasrani, tetapi permusuhan Yahudi dan Nasrani itu menjadi kecil, dibandingkan dengan permusuhan orang-orang Syiah.

Mereka mencaci maki Rasulullah n. Mereka mencaci maki para sahabat. Mereka mencaci maki istri-istri Rasulullah n. Mereka mengatakan Al-Qur’an itu palsu. Mereka penakut di dunia tetapi sudah memiliki paling tidak tiga buah negara. Di Iraq, di Iran, di Syiria, menunggu kedatangan negara Yaman menurut harapan dan angan-angan mereka, dan juga Libanon.

Ikhwani fiddiin rahimakumullah,

Saya angkat ini, seandainya mereka-mereka yang memasang spanduk yang mengingatkan kita akan bahaya komunisme itu adalah orang Islam, seandainya orang-orang yang memasang spanduk tentang komunisme itu orang-orang ahlu sunnah wal jamaah, kita ucapkan kepada mereka ”jazakumullah khairan”. Tetapi kalau mereka ahlu sunnah wal jamaah, setelah mereka memasang 100 spanduk tentang bahaya komunisme, paling tidak mereka akan memasang seribu spanduk tentang bahaya Syiah.

Kalau itu tidak terjadi, berarti mereka bukan orang muslim, yang memasang itu bukan orang-orang ahlu sunnah. Mereka pasang spanduk sekedar berusaha mengalihkan perhatian orang islam ahlu sunnah dari bahaya syiah kepada bahaya komunisme yang sekali lagi saya ingatkan, kalo itu besar menjadi amat sangat kecil dibandingkan dengan bahaya syiah yang dalam program mereka 2020 indonesia harus menjadi negara Syiah.

Ikhwani fiddin arsyadakumullah

Kita menjadi suudzan, kita menjadi curiga, jangan-jangan yang memasang spanduk yang seakan-akan mengingatkan kita kepada musuh kita yang besar tetapi kecil. Dan membuat lupa kita kepada musuh yang lebih besar. Adalah orang-orang yang terindikasi Syiah.

Mereka adalah orang-orang Syiah, khawatir kalo Ahlus sunnah yang siap memusuhi mereka. Dengan mereka alihkan perhatian umat Islam Indonesia kepada bahaya besar yang pada hakikatnya kecil.

Marilah senantiasa waspada, marilah senantiasa berdoa agar Allah SWT membuka mata kepala kita kepada bahaya Syiah, dan sekaligus membuka mata hati kita bahwa yang buruk, yang bathil apa saja kedok yang mereka pada hakikatnya kebathilan dan tidak diterima Allah SWT.

Kita akhiri khutbah kita siang hari ini dengan berdoa:

الَلّٰهُمَّ صَلِّى عَلَى مُحَمَّدٍ  وَغَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ، رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إِن نَّسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْراً كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنتَ مَوْلاَنَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ،

رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ، رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ،

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا،

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، الحمد لله رب العالمين.

%d bloggers like this: