Cacing Keluar Dari Dubur

Cacing Keluar Dari Dubur

Ada anggota keluarga saya yang menderita cacingan. Terkadang keluar cacing dari duburnya. Apakah keluarnya cacing dari dubur itu membatalkan wudhu? (Dahlan—Wonogiri)

Para ulama berbeda pendapat mengenai keluarnya cacing dari dubur; apakah membatalkan wudhu atau tidak. Al-Hasan al-Basri, al-Awza’i, Ibnu al-Mubarak serta para ulama madzhab Hanafi, Syafi’i, dan Hambali berpendapat, keluarnya cacing dari dubur sama dengan keluarnya darah, butiran batu, atau benda lain: membatalkan wudhu.

(baca juga: Air Madzi Tidak Membatalkan Wudhu?)

Sedangkan menurut para ulama madzhab Maliki, hal itu tidak membatalkan wudhu. Yang membatalkan wudhu hanya jika keluar kotoran atau angin (kentut) darinya, menurut mereka. Hanya, apabila keluarnya cacing itu terjadi terus-menerus sehingga tidak ada waktu yang cukup untuk mengerjakan sholat dalam keadaan pasti tidak ada cacing yang keluar, maka kondisi orang yang seperti itu sama dengan kondisi orang yang menderita salisul baul (tidak bisa menahan keluarnya air kencing). Ia cukup berwudhu sekali untuk mengerjakan satu shalat fardhu dan shalat-shalat sunnah yang menyertainya.

Lantaran kebanyakan ulama berpendapat hal itu membatalkan wudhu, sebaiknya kita berwudhu apabila mendapati keadaan seperti itu, khurujan minal khilaf (sebagai tindakan keluar dari perbedaan pendapat sehingga diterima semua pihak). Wallahu a’lam.

 

%d bloggers like this: