Betapa Mahal Nilai Iman Itu!

betapa mahal nilai iman itu

 

اَلْحَمْدُ لِلّهِ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ هَدَانَا صِرَاطَهُ الْمُسْتَقِيْمَ، صِرَاطَ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَالصِّدِيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ أُوْلٓـئِكَ رَفِيْقاً. أشْهَدُ أنْ لاَ إِلٰه إلاَّ اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ.

Ikwan fiddin arsyadakumullah. Marilah kita bersyukur kepada Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى atas nikmat yang tidak terukur; nikmat Iman, Islam, kesehatan dan kesempatan. Rasa syukur itu kita wujudkan dengan memanfaatkan apa yang telah Allah berikan dengan sebaik-baiknya.

Saya wasiatkan kepada diri saya dan kepada saudara-saudara ikhwani fiddin arsyadakumullah. Marilah bersama-sama kita gunakan sisa-sisa usia kita, yang tidak tahu kapan akan berakhir. Dengan meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى.

Ikhwan fiddin arsyadakumullah

Orang-orang yang telah dimasukkan ke dalam neraka oleh Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى. Mereka akan berusaha supaya bisa dipindahkan ke dalam Jannah. Meskipun harus ditebus dengan anak kandungnya sendiri. Kalau tebusan itu tidak mencukupi, mereka tambah dengan istri dan saudara-saudaranya. Kalau itu juga belum cukup, masukkan semua keluarga, baik dari ibu atau bapak ke dalam neraka agar bisa dijadikan sebagai tebusan. Ketika itu juga belum cukup, “wa man fil-ardhi jami’an tsumma yunjih”, yaa Allah, masukkan seluruh penduduk bumi yang jumlahnya hampir mendekati delapan milyar, presiden-presidennya, perdana menterinya, raja-rajanya, profesornya, gubernurnya, dan rakyatnya. Masukkan mereka semua kedalam neraka agar bisa saya jadikan tebusan untuk diriku seorang.

Artinya, Jannah yang digunakan oleh Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى untuk membeli jiwa dan harta orang-orang yang beriman. Nilainya tidak bisa ditebus dengan seluruh penduduk bumi yang jumlahnya mendekati delapan milyar.

Artinya apa? Kalau betul-betul iman kita diterima Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى, kita dimasukkan ke dalam hamba-hamba yang shalih. Di saat ketika meninggal dipanggil dengan panggilan yang indah.

يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ

“Wahai jiwa yang tenang”

Harga Jiwa dan harga harta kita adalah Jannah, harga Jannah tersebut tidak bisa dibeli dengan penduduk bumi. Sejak dari benua Eropa, Afrika, Asia, dan Australia. Dalam ayat lain Surat al-Imran ayat 91, Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman.

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَمَاتُوا وَهُمْ كُفَّارٌ فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْ أَحَدِهِمْ مِلْءُ الْأَرْضِ ذَهَبًا وَلَوِ افْتَدَى بِهِ أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ وَمَا لَهُمْ مِنْ نَاصِرِينَ

Sesungguhnya orang-orang kafir, yang mati dalam keadaan kafir, termasuk di dalamnya orang-orang munafik, orang yang kadang-kadang shalat dan kadang tidak, yang nilai dunia mengalahkan shalatnya. Seandainya mereka mempunyai emas sebesar gunung. Kalau boleh saya katakan semua benua menjadi emas dan itu dimiliki oleh salah seorang yang mati dalam keadaan kafir, “Ya Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى, aku persembahkan emas sebesar bumi agar engkau memindahkan aku dari neraka ke dalam Jannah. Dan itu tidak akan diterima oleh Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى.

Ikhwan fiddin arsyadakumullah

Seorang mukmin yang sadar akan jati dirinya, yang sadar akan berapa harga dirinya, yang harga tadi hanya bisa dibeli dengan Jannah, yang Jannah tadi tidak bisa dibeli dengan bumi seisinya yang terbuat dari emas, ia akan berusaha memegang suatu prinsip yang tak tergoyahkan: “Saya akan pertahankan nilai-nilai akhirat yang paling kecil, meskipun harus mengorbankan nilai-nilai dunia yang paling besar. Kenapa? Karena pada hakekatnya tidak ada nilai akhirat yang kecil.

Orang kafir dan orang munafik akan mengorbankan akhirat yang paling besar demi mengejar dunia yang paling kecil.  Karena sekali lagi, pada hakekatnya dunia itu kecil, nilainya lebih murah dari pada dua rakaat sebelum shubuh. Dan akhirat sekecil apapun, ia mempunyai nilai yang tinggi disisi Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى.

Melihat kenyataan ini setan tidak rela lahir dan batin. Mereka akan berusaha sekuat tenaga membujuk orang-orang yang akidahnya benar.  Membujuk orang yang telah berikrar dengan dua kalimat syahadat secara benar. Dibisikkan kepada orang-orang fakir yang beriman, “Kamu tidak akan bisa kaya, kalau masih berpegang dengan al-Qur’an dan Sunnah sesuai dengan pemahaman Ahlusunnah wal Jamaah. Ikutilah cara orang lain dalam mencari rizki, curilah harta, korupsilah, berjudilah dan lain sebagianya.”

Kepada orang-orang yang hidup berkecukupan, bergelimang dengan kekayaan. Setan bisikkan kepada mereka, “Harta kamu tidak akan bisa berkembang, kamu tidak akan bisa menjadi kaya lagi, kalau kamu tidak berhubungan dengan lembaga ribawi yang namanya bank.

Padahal lembaga ribawi itu telah disepakati oleh para ulama’, dosanya mengalahkan dosa pencurian, dosanya mengalahkan dosa perzinaan, mengalahkan dosa perjudian, dan seterusnya.

Jamaah shalat jum’at rahimakumullah

Setan tidak berhenti disitu. Kepada para pegawai yang musyrik, pengusaha yang musyrik, setan katakan kepada mereka, “Kamu tidak akan kaya kalau kamu berpegang kepada Islam, dunia ini sudah rusak, jamane jaman edan nek koe ra ngedan ra kumanan.” Banyak di antara mereka yang berhasil menentang tawaran tadi. Tapi banyak juga yang gagal. Sampai kepada orang yang memperjuangkan Islam melalui politik, setanpun membisikkan kepada mereka, “Kamu tidak akan bisa menjadi dewan kalau tidak mengeluarkan banyak uang. Kamu tidak akan bisa menjadi bupati, gubernur, kalau tidak mempunyai uang yang kamu bagikan kepada rakyat, agar suara mereka bisa kamu beli dengan uang tadi.”

Kepada tokoh-tokoh partai politik yang berkeyakinan akan memperjuangkan Islam dengan partai yang lambangnya juga Islam. Setan hembuskan rasa katakutan, kalau partai mereka tidak akan berjaya. Sehingga mereka katakutan kalau partainya tidak mendapat simpati masyarakat kalau tidak mendukung orang kafir yang mencalonkan diri sebagai gubernur, Innalillahi wa Inna Ilahi Rajiun.

Bahkan ada juga partai Islam yang mencalonkan tokoh JIL sebagai calon gubernur. Sementara Majlis Ulama Indonesia secara tegas telah memutuskan, “Sekularisme, pluralisme, liberalisme, adalah aliran sesat dan menyesatkan.”

Peristiwa ini akan terus terjadi kalau orang Islam tidak mau kembali untuk menempuh jalan yang lurus, jalan yang diridhai Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى.

Khutba kedua

إِنّ الْحَمْدَ لِلّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللّهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

 اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. أَمَّا بَعْدُ؛

Beberapa waktu yang lalu, umat Islam sedang hangat-hangatnya mengangkat isu pelecehan al-Qur’an, Surat al-Maidah ayat 51. Orang Islam yang mendukung pelaku pelecehan, wajib dipertanyakan keislamannya. Urusan selebihnya kita kembalikan kepada Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى.

Sementara umat Islam yang menuntut agar pelaku pelecehan itu diadili sesuai dengan hukum dan undang-undang yang berlaku. Mudah-mudahan ini menjadi bukti disisi Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى. Di negeri yang konon umat Islamnya paling besar di dunia dan yang paling banyak mengalami perbuatan zalim dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Apa yang mereka lakukan itu sekali lagi mudah-mudahan menjadi bukti, bahwa di saat ada di antara umat Islam yang hanya menjadikan al-Qur’an sebagai pelengkap ketika mereka dilantik.  Hanya dijadikan mas kawin ketika mereka nikah. Hanya dimusabaqahkan dengan suara yang merdu merayu, ternyata masih ada kaum muslimin yang meletakkan kecintaan kepada Islam di atas kecintaan mereka kepada diri sendiri, keluarga, harta, dan tempat tinggal mereka.

أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّى يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

Saya harus mengigatkan. Kecintaan kepada Islam harus tetap kita jaga. Permusuhan kepada mereka yang melecehkan Islam harus tetap kita kobar-kobarkan di dalam sanubari kita.

Tetapi sekali lagi harus saya ingatkan, ini peristiwa sesaat, letupan sesaat. Ada di balik itu musuh yang lebih besar, lebih kuat, musuh yang lebih siap memusuhi Islam. Di bumi timur tengah, Asia, Australia, Afrika, Eropa dan Amerika. Yaitu orang-orang Syi’ah.

Mereka tidak hanya melecehkan surat al-Maidah ayat 51. Tetapi semua isi al-Qur’an dikatakan palsu, mereka melecehkan Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam, Istri-Istri beliau, dan para sahabat. Perbuatan ini jauh lebih berbahaya, lebih harus diwaspadai.  Sementara kita juga harus waspada kepada orang yang melecehkan al-Qur’an meskipun hanya satu ayat, surat al-Maidah ayat 51.

Ikhwan fiddin arsyadakumullah

Mudah-mudahan keseriusan kita kepada Islam yang mungkin orang akan mengatakan, itu sikap radikal, tetapi mudah-mudahan lahir dari hati nurani yang paling tulus membuktikan bahwa semua segala aktifitas yang kita lakukan hanya untuk Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى.

إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ

Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam, tidak ada sekutu bagi-Nya.”

Keseriusan kita ini jangan sampai membuat kita teledor dan berkurang kewaspadaan kita kepada Syi’ah.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.

رَبَّنا لا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنا، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمة، إِنّكَ أنتَ الوَّهابُ

رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلَّذِينَ كَفَرُوا وَاغْفِرْ لَنَا رَبَّنَا إِنَّكَ أَنتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. وَالْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

 

Khutbah Ust.  Abdullah Manaf Amin

 

%d bloggers like this: