Bergerak Selain Gerakan Shalat

bergerak selain gerakan shalat

Ustadz, bolehkah di tengahtengah shalat saya mematikan HP yang berdering di saku celana? Saya pernah mendapatkan pelajaran bahwa melakukan gerakan yang bukan gerakan shalat dapat membatalkannya. Syukron atas jawabannya.

BACA JUGA: QUNUT NAZILAH DALAM SHALAT JUM’AT

Menurut madzhab Hanafi, gerakan yang banyak membatalkan shalat. Tolok ukurnya, orang yang melihatnya melakukan gerakan itu akan menyimpulkan bahwa yang dilihatnya tidak sedang mengerjakan shalat. Jika gerakannya sedikit, dimaafkan.

Menurut madzhab Maliki, gerakan yang banyak membatalkan shalat, baik dilakukan dengan sengaja atau tidak. Misalnya menggaruk-garuk bagian tubuh, sibuk dengan jenggot, atau meletakkan pakaian pada pundak. Tidak mengapa untuk gerakan yang sangat sedikit. Sedangkan gerakan yang sedang, menurut mereka membatalkan shalat jika disengaja. Meskipun demikian, ada beberapa amalan yang boleh dilakukan dan tidak membatalkan shalat, seperti: membunuh kalajengking, berjalan dua atau tiga langkah menuju sutrah, menutup mulut ketika menguap, meludah atau mengeluarkan dahak karena mulut penuh dengannya sebab kesehatannya terganggu.

Menurut ulama madzhab Syafi’i dan Maliki, shalat batal lantaran gerakan yang banyak baik sengaja maupun tidak. Banyak dan sedikitnya diketahui dengan kebiasaan. Dua langkah atau dua pukulan termasuk yang sedikit; sedangkan tiga langkah yang berturut-turut menurut madzhab Syafi’i termasuk banyak. Gerakan ringan meskipun berturut-turut termasuk gerakan yang sedikit, misalnya menggerakkan jari-jemari atau bibir.

Bergerak untuk mematikan HP yang berdering di saat shalat termasuk gerakan yang tidak membatalkan shalat, bahkan hal itu lebih utama untuk dilakukan karena akan membuat khusyuk dirinya dan orang-orang yang ada di sekitarnya setelah ia mematikannya. Wallahu a’lam. []

%d bloggers like this: