Berdagang Kucing Hias

Berdagang Kucing Hias

Ustadz, akhir-akhir ini marak jual-beli kucing hias seperti kucing Persia, kucing Anggora, dan masih ada lagi macam-macam yang lain. Bolehkah hukumnya berjualan kucing hias tersebut? (Rahmat—Sukoharjo)

JAWAB :

Para ahli fikih berbeda pendapat mengenai hukum menjual kucing setelah mereka sepakat mengenai kebolehan memeliharanya. Banyak dari mereka yang membolehkannya. Abu Hurairah, Jabir bin ‘Abdullah, Mujahid, Imam Ahmad, Ibnul Qayyim, dan asy-Syawkani adalah sebagian dari mereka yang mengharamkannya. Di antara alasan mereka yang mengharamkan adalah adanya hadits Nabi yang melarangnya.

“Rasulullah saw melarang mengambil uang hasil penjualan anjing dan kucing.”

Hadits itu diriwayatkan oleh Imam Muslim, Abu Dawud, dan at-Tirmidzi. Syaikh al-Albani menyatakan keshahihannya.

Mereka yang membolehkan menyatakan bahwa larangan Nabi yang tersebut dalam hadits di atas tidak menunjukkan hukum haram. Hadits itu menunjukkan hukum makruh. Hanya, mereka tidak menjelaskan alasan pemaknaan larangan menjadi makruh, padahal salah satu kaidah ushulfikih berbunyi, “Pada asalnya setiap larangan itu menunjukkan hukum haram, kecuali jika ada dalil yang memalingkannya dari pengharaman.”

baca juga: Hukum Jual Beli Online

Dus, pendapat yang mengharamkan lebih kuat. Imam an-Nawawi mengutip pernyataan Ibnul Mundzir, “Apabila telah datang larangan dari Nabi untuk menjualnya, maka hukum menjualnya adalah batil. Jika tidak ada larangan, maka boleh.” (Al-Majmu’, 9/269)  Wallahu a’lam.

%d bloggers like this: