Badan Orang Kafir Najis??

Badan Orang Kafir Najis??

Aneh, Berjabat tangan dengan seseorang yang berbeda golongan atau berbeda ormas membatalkan wudhu. Bukan karena tangan lawan yang najis, namun semata-mata perbedaan keyakinan. Si fulan bukan golonganku. Si Fulan telah murtad. Si fulan telah batal islamnya. Kenapa? Rata-rata jawabannya, “karena fulan tidak ikut islam yang benar, tidak mengaji di kelompokku.”

Fenomena ini dilatarbelakangi karena asal vonis kafir dan berpendapat badan orang kafir najis. Untuk itu, mari kita kaji apakah benar badan orang kafir dan orang musyrik najis, sehingga bersentuhan pun membuat kita najis?

Orang Kafir Najis

INNAMAL MUSYRIKUNA NAJASUN

Asal mula pendapat “badan orang kafir najis” berawal dari tafsir Surat Taubah ayat 28. Yaitu,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْمُشْرِكُونَ نَجَسٌ

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, dari Al-Hasan Al-Bashri, katanya: “Barang siapa yang bersalaman dengan mereka maka hendaknya berwudhu.”  (Lihat Tafsir Ayat Al Ahkam, 1/282)

Ini juga menjadi pendapat kaum zhahiriyah. Berkata Imam Ibnu Katsir Rahimahullah: “Dan sebagian Zhahiriyah menajiskan badan mereka.” (Tafsir Al Quran Al ‘Azhim, 4/131)

Penjelasan Tentang Najis

NAJIS MAKNAWI

Jumhur berpendapat bahwa makna innamal musyrikuna najasun adalah najis keyakinannya. Jadi, bersifat maknawi ~perbuatan & keyakinannya~ bukan kongkrit ~badannya~. Oleh karenanya, Allah menyatakan,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالأنْصَابُ وَالأزْلامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah rijs (najis),  termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. (QS Al-Maaidah : 90)

Allah menyatakan bahwa perjudian, berhala, dan mengundi nasib adalah najis, maksudnya adalah najis maknawi bukan dzatnya yang najis. Maka demikian pula dengan najisnya kaum musyrikin yaitu najis maknawi, najis aqidahnya dan bukan najis dzatnya.

 

PENDAPAT SYADZ

Menurut Imam An Nawawi rahimahullah, ulama’ telah berijma’  bahwa badan orang kafir tidak najis. Tapi, sebagian ulama’ berpendapat bukan ijma’. Beliau berkata,

“Imam Bukhari menyebutkan dalam Shahihnya, dari Ibnu Abbas secara mu’alaq (tidak disebut sanadnya): Seorang muslim tidaklah najis baik hidup dan matinya. Ini adalah hukum untuk seorang muslim. Ada pun orang kafir maka hukum dalam masalah suci dan najisnya adalah sama dengan hukum seorang muslim (yakni suci). Ini adalah madzhab kami dan mayoritas salaf dan khalaf. Ada pun ayat (Sesungguhnya orang musyrik itu najis) maka maksudnya adalah najisnya aqidah yang kotor, bukan maksudnya anggota badannya najis seperti najisnya kencing,  kotorannya , dan semisalnya. Jika sudah pasti kesucian manusia baik dia muslim atau kafir, maka keringat, ludah, darah, semuanya suci, sama saja apakah dia sedang berhadats, atau junub, atau haid, atau nifas. Semua ini adalah ijma’ kaum muslimin sebagaimana yang telah lalu saya jelaskan dalam Bab Haid.” (Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim, 2/87. Mawqi’ Ruh Al Islam)

Sedangkan, Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata: “Sesungguhnya maksud bahwa mereka najis adalah najis pada aqidahnya. Hujjah mereka (mayoritas ulama) adalah sesungguhnya Allah Ta’ala membolehkan menikahi wanita ahli kitab (Yahudi dan Nasrani). “(Fathul Bari, 1/390) . Imam Ibnu Katsir Rahimahullah senada dalam Tafsir Al Quran Al ‘Azhim, 4/131.

KENAPA BADAN ORANG KAFIR TIDAK NAJIS?

Pendapat badan orang kafir najis adalah pendapat syadz/nyleneh karena beberapa hal. Pertama, Allah menghalalkan sembelihan ahlul kitab, dan juga menghalalkan untuk menikahi wanita ahlul kitab. Dalilnya sangat gamblang dalam surat Al-Maidah ayat 5.

Jika tubuh mereka najis maka tidak mungkin diperbolehkan hasil sembelihan mereka yang tentu saja tersentuh dengan tangan-tangan mereka, apalagi dihalalkan untuk bersetubuh dengan mereka?

Kedua, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memasukan sebagian orang musyrik di Masjid, kalau seandainya tubuh orang musyrik najis tentunya Nabi tidak akan membiarkan mereka menajisi masjid (lihat Al-Mabshuuth 1/47, Badaai’ As-Shnaai’ 1/64).

Dalam riwayat lain ,Tsumamah diikat di tiang mesjid selama tiga hari, dan pada hari ketiga maka iapun masuk Islam (Lihat Shahih Al-Bukhari no 4114)

Ketiga, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menggunakan bejana orang musyrik (HR Al-Bukhari no.  337)

baca juga: TAKZIAH TETANGGA KAFIR

KESIMPULAN

Tubuh orang kafir bukan merupakan najis. Keyakinan dan aqidah mereka yang najis dan kotor. Untuk itu, tidak benar bila kita mencuci tubuh, pakaian, atau perkakas rumah tangga kita disebabkan oleh sentuhan tangan orang kafir. Lebih-lebih disentuh oleh seorang muslim namun tidak sepengajian dengan kita. Wallahu ‘alam bish showab.

 

%d bloggers like this: