Bacaan Imalah

bacaan imalah

Ustadz, saya mau tanya tentang surat adh-Dhuha; apakah boleh dibaca wadhdhuhe dan semua di akhir ayatnya jadi e? Ceritanya, suatu hari anak saya yang belajar di pesantren pulang. Pada saat shalat Maghrib dia menjadi imam dan membaca surat adh-Dhuha tapi akhir tiap ayatnya dia baca e. Setelah kejadian itu, anak saya jadi bahan perbincangan, bahwa ia termasuk penista agama, teroris, bahkan ada yang menyebutnya pengikut ajaran sesat. Terima kasih atas jawabannya. [Tini—Bandung]

BACA JUGA: Keabsahan Shalat Tanpa Bacaan Al-Fatihah

Bacaan al-Quran yang sering kita dengar dibaca oleh para qari di negeri ini adalah bacaan dengan riwayat Hafash dari ‘Ashim. Bacaan atau qiraah riwayat Hafash dari ‘Ashim hanya mengenal satu kata yang dibaca dengan vokal antara “a” dan “i”, terdengar seperti “e”. Yakni firman Allah di surat Hud: 41, pada kata “majraahaa” yang dibaca “majreehaa”. Bacaan antara “a” dan “i” yang terdengar seperti “e” ini disebut dengan bacaan imalah. Imalah berarti memiringkan. Bacaan imalah ini  bermanfaat untuk memudahkan pengucapan huruf.

Berbeda dengan qiraah Hafash dari ‘Ashim yang hanya mengenal satu imalah, bacaan dengan qiraah Warasy dari Nafi’ mengandung banyak bacaan imalah. Di antaranya adalah di surat adh-Dhuha. Bacaan dengan qiraah Ibnu Katsir tidak mengenal imalah sama sekali.

%d bloggers like this: