ARISAN ONH

arisan onh

Ustadz, bolehkah mengadakan atau mengikuti arisan ONH? Gambarannya, saya dan temanteman iuran perbulan 1 juta rupiah. Setelah genap untuk mendapatkan kuota, maka uang tersebut dibayarkan atas nama salah seorang dari kami. Kami melakukan undian untuk memilih siapa yang didaftar duluan. Kami sepakat dan samasama rela, jika misalnya harga kuota naik, maka kami tanggung bersama. Bolehkah yang seperti ini?

 

Ibadah haji—dan juga ibadah-ibadah wajib lainnya—mesti kita tunaikan apabila kita telah memiliki kemampuan untuk menunaikannya. Tolok ukur kemampuan itu salah satunya adalah kemampuan untuk membiayai perjalanan dan akomodasi selama di Haramain. Juga, biaya yang dibutuhkan oleh keluarga yang ditinggal di rumah. Biaya ini harus didapat dengan cara yang halal.

Arisan adalah cara yang dibolehkan untuk mengumpulkan harta. Tentu saja dengan syarat tidak boleh mengandung riba, kezhaliman, dan gharar yang berat.

Arisan ONH yang Saudara lakukan mengandung riba dan gharar yang berat. Ribanya ada pada selisih yang diterima dengan yang harus dibayar oleh para peserta yang mendapatkan undian terlebih dulu. Sebab semakin ke belakang kemungkinan besar ONH semakin mahal. Gharar yang berat berupa ketidakpastian berapa sebenarnya jumlah uang yang harus dibayar sampai undian terakhir. Ketidakpastian ini dikarenakan kenaikan ONH yang belum pasti.

Kerelaan orang-orang yang bertransaksi atas transaksi yang batil tidak mengubah status hukumnya secara syar’i. Jika haram, meskipun orang-orang yang terlibat sama-sama rela, tetap saja itu adalah transaksi yang haram. Wallahu a’lam. []

 

baca juga: Riba Dalam Dana Talangan Haji

%d bloggers like this: