Al-Mughni fi Syarh Mukhtashar al-Khiraqi

Al-Mughni fi Syarh Mukhtashar al-Khiraqi

Ibnu Qudamah al-Maqdisi

Kitab al-Mughni fi Syarh Mukhtashar al-Khiraqi merupakan deretan karya besar kitab Ahlus sunnah wal jama’ah dalam bidang fikih Islam. Sebuah ensiklopedi hukum Islam yang kendati berpijak pada madzhab Hambali, namun memuat pendapat dan argumentasi hukum seluruh madzhab fikih yang pernah ada, bahkan sampai pada pendapat sahabat dan tabi’in. Ditulis oleh Ibnu Qudamah al-Jama’ili al-Maqdisi, beliau lahir di Palestina, menuntut ilmu di Damaskus dan Baghdad, namun kiprah intelektual dan dakwahnya di Damaskus. Ini adalah karya beliau yang paling terkenal.

Beliau menggunakan metode pembahasan fikih perbandingan, yang pada masanya belum banyak ulama yang menyusun kitab dengan metodologi semacam ini; mengemukakan pembahasan-pembahasan fikih lintas madzhab, dalil-dalilnya, dan kemudian menjelaskan kesimpulan yang paling tepat berdasarkan ijtihad beliau. Tidak hanya menjelaskan ungkapan-ungkapan yang ada, beliau juga menerangkan maksud-maksud yang ada dalam kitab ini, kemudian menganalisa semua point utama yang berkaitan dengan suatu masalah yang disebutkan di dalamnya.

Beliau menyebutkan perbedaan yang berkembang di kalangan para pengikut madzhab Hambali mengenai suatu masalah, kemudian memaparkan perbedaan riwayat yang terjadi di antara sejumlah imam dari berbagai madzhab. Bahkan, beliau menyebutkan pendapat madzhab sejumlah ulama yang sudah tidak berkembang lagi karena tidak adanya pengikut yang berusaha menyebarluaskannya, seperti madzhab Hasan al-Bashri, Atha’, Sufyan ats-Tsauri, dan yang lainnya.

baca juga: Kitab Fikih Dari Abad 21

Ibnu Qudamah juga menyebutkan dalil-dalil yang digunakan oleh ulama lainnya untuk suatu pendapat dalam masalah tertentu kemudian dalil tersebut beliau jelaskan dari segi kekuatan dan kelemahannya.

Oleh karena itu, para ulama dari berbagai madzhab memberikan penghargaan penuh kepada kitab ini dan menjadikannya sebagai salah satu referensi utama dalam bidang fikih perbandingan. Melalui kitab ini, pembacanya diharapkan dapat meningkatkan keilmuan, tidak hanya sekedar taqlid terhadap madzhab tertentu tapi menuju tingkat at-tarjih ash-shahih (berpegang pada pendapat yang rajih dan shahih).

Orang yang menelaah kitab al-Mughni ini dapat memahami pendapat yang disepakati dan diperselisihkan di antara para ulama; mengetahui pendapat-pendapat al-mazhahib al-matrukah (madzhab yang tidak punya pengikut lagi); memahami metode ijtihad secara praktis; dan meningkatkan wawasan seputar fikih Islam. Kitab al-Mughni merupakan salah satu ensiklopedi fikih Islam dari zaman salafush shalih yang terbaik.

Sebagaimana kitab-kitab fikih lainnya, kitab ini dimulai dengan pembahasan fikih thaharah, wudhu, mandi, shalat fardhu, shalat sunnah, jenazah, haji, umrah, zakat, dan puasa. Kemudian menuju pembahasan-pembahasan lainnya yang lebih terperinci dalam berbagai cabang fikih seperti bab pembahasan sembelihan, buruan, pernikahan, jual-beli, wasiat, luqathah (barang temuan), hutang-pituang, jihad, peperangan, pemerintahan, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Pengarang kitab al-Wafi bi al-Wafayat, Imam Shalahuddin Shafdi  (764 H) mengatakan, “Beliau (Ibnu Qudamah) adalah orang nomor satu pada masanya. Beliau adalah imam yang sangat menguasai ilmu khilaf (perbedaan pendapat di kalangan ulama dan madzhab), ilmu fara’idh, ushul fikih, ilmu nahwu, hisab, serta astronomi dan al-manak. Dalam kurun masa tertentu, beliau telah menjadikan orang (pada masanya) banyak  disibukkan mengkaji kitab al-Khiraqi, al-Hidayah, dan kemudian kitab Mukhtashar al-Hidayah. Setelah itu, beliau juga menjadikan orang banyak disibukkan mengkaji (mendalami) kitab-kitab hasil tulisannya.”

Kitab al-Mughni ini adalah Syarah dari matan Mukhtashar al-Khiraqi yang ditulis oleh Abu al-Qasim al-Khiraqi. Tidak hanya Ibnu Qudamah saja yang men-syarah matan ini, namun ada sekitar dua puluh ulama lainnya termasuk Abu al-Qasim al-Khiraqi sendiri. Setelah itu, beberapa ulama juga meringkas kitab al-Mughni ini, di antaranya adalah kitab at-Tahdzib fi Ikhtishar al-Mughni yang ditulis oleh Abdurrahman bin Razin.

Kitab ini telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh beberapa penerbit Islam. Dalam versi Arab, kitab ini diterbitkan kurang-lebih dalam 15 jilid. Dalam versi bahasa Indonesia, kitab ini berjumlah 16 jilid. Bagi orang yang ingin mendalami fikih Islam, kitab ini sangat penting untuk dimiliki. Al-Izz bin Abdussalam pernah menuturkan, “Hatiku tidak tenang berfatwa sampai aku punya suatu kitab, yaitu Al-Mughni.”

Semoga Allah memudahkan orang yang ingin mempelajarinya, memberi berkah kepada penulis dan para ulama, serta semua pihak yang ikut berpartisipasi menyebarluaskan buku ini. Amiin.

 

%d bloggers like this: