Bunga Bank Bukan Riba?

Bunga Bank Bukan Riba?

Ustadz, beberapa pekan yang lalu kami dibingungkan pernyataan seorang tokoh bahwa bunga bank itu bukan riba. Benarkah bahwa bunga bank tidak termasuk riba? (Ahmadi—Solo)

 

Baca Juga: Bunga Pinjaman Produktif Bukan Riba, Benarkah?

 

Bunga bank adalah tambahan beban untuk pihak yang dipinjami uang dengan persentase tertentu setiap bulannya. Pihak yang dipinjami ini bisa bank bisa pula nasabah. Pada kasus menabung di bank yang mendapatkan beban untuk memberi sekian persen dari jumlah saldo adalah pihak bank. Sedangkan pada kasus nasabah mengajukan pinjaman atau kredit, dialah yang terkena beban.

Lalu jika membaca definisi riba sebagaimana dijelaskan oleh para ulama; secara bahasa ia bermakna tambahan. Secara istilah, riba adalah tambahan beban atau tambahan takaran. Tambahan beban atas orang yang berutang, dan tambahan takaran bagi orang yang melakukan barter komoditi ribawi (emas, perak, kurma, gandum, jelai/jewawut dan garam)

Pada kasus bank-bank yang ada di Indonesia, bunga bank yang dibebankan kepada seorang nasabah yang mengajukan kredit akan dilipatkan apabila saat jatuh tempo pembayaran kredit dia tidak dapat melunasinya atau mencicilnya; tidak peduli apa pun alasannya. Begitu seterusnya.

Orang yang berutang 10 juta rupiah misalnya, ia harus mengembalikan 10 juta rupiah plus sekian rupiah dan jika ia tidak mampu melunasi atau mencicilnya tepat waktu ia akan kena “denda” sekian persen yang berarti ia harus mengembalikan 10 juta rupiah plus plus. Seseorang yang berutang 10 juta rupiah tadi, bisa saja akhirnya ia punya kewajiban 25 juta gara-gara ia tidak dapat melunasi atau membayar cicilan tepat waktu. Jika yang seperti ini tidak disebut riba, saya tidak tahu lagi yang riba itu yang seperti apa. Wallahu a’lam.

%d bloggers like this: