5 Sunnah Mandi Junub

5 sunnah mandi junub

“Sunah-sunnah mandi ada lima: menyebut nama Allah, berwudhu sebelum mandi, mengusap tangan pada seluruh anggota badan, al-Muwalah (bersegera), mendahulukan anggota badan yang kanan dari yang kiri.”

وَسُنَنُ الْغُسْلِ خَمْسَةُ أَشْيَاءَ: التَّسْمِيَّةُ وَالْوُضُوْءُ قَبْلَهُ وَإِمْرَارُ الْيَدِّ عَلَى الْجَسَدِ وَالْمُوَلاَةُ وَتَقْدِيْمُ الْيُمْنَى عَلَى الْيُسْرَى

Sebagaimana wudhu, dalam mandi juga ada amalan-amalan yang disunnahkan. Imam Abu Syuja’ menyebutkan dalam kitab Matannya, ada lima amalan yang disunnahkan dalam mandi, lima amalan tersebut adalah:

PERTAMA, MEMBACA BASMALAH

Pada dasarnya, setiap muslim diperintahkan untuk mengawali semua aktifitas amalnya dengan menyebut nama Allah dan mengharap ridha-Nya. Hikmah dari perintah tersebut adalah untuk menanamkan dalam diri seorang Muslim rasa berbutuh kepada Allah sang Pencipta, yang Maha Menghendaki segala sesuatu. Rasulullah bersabda, “Setiap perkara yang tidak dimulai dengan menyebut nama Allah (membaca basmalah) maka dia akan terputus (kurang barakahnya).” (HR. Ibnu Hibban)

BACA JUGA: 3 Fardhu Mandi Janabat

Hikmah mengawali segala sesuatu dengan menyebut nama Allah, atau membaca basmalah, adalah demi mencari nilai keberkahan dengan membacanya. Karena basmalah adalah kalimat yang berbarakah, sehingga apabila disebutkan di awal sebuah amalan maka akan membuahkan keberkahan pula, hal ini sebagaimana yang dikatakan oleh Syaikh Shalih Al-Fauzan. (Shalih Al-Fauzan, Syarah Kitab Kaysfu Syubhat, hal. 3)

Dalam kitab Kifayatul Akhyar (hal. 69) disebutkan, di antara yang disunnahkan adalah mencuci kedua tangan sebelum memasukkannya ke dalam bejana. Berdalih dengan hadits Abu Hurairah yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari, Rasulullah bersabda, “Dan apabila seseorang di antara kalian bangun dari tidurnya, agar mencuci tangannya tiga kali terlebih dahulu sebelum mencelupkannya ke dalam bejana berisi air, karena seorang di antara kalian tidak tahu di manakah tangannya semalam menginap.” Melalui hadits ini disunnahkan pula untuk mencuci kedua tangan sebelum memasukkannya ke dalam bejana.

KEDUA, BERWUDHU SEBELUM MANDI

Tujuan disyariatkannya mandi adalah untuk menghilangkan hadats yang ada di dalam tubuh seseorang agar ia dapat melaksanakan ibadah seperti shalat, membaca al-Qur’an dan lain sebagainya. Sehingga disunahkan di dalam mandi untuk berwudhu. Menurut pendapat yang rajih, mendahulukan wudhu dalam rangkaian mandi lebih utama berdasarkan hadits Aisyah, “Apabila Rasulullah mandi janabah maka beliau berwudhu sebagaimana wudhu dalam shalat.” (HR. Al-Bukhari)

KETIGA, MENGUSAPKAN TANGAN PADA SELURUH ANGGOTA BADAN

Pada edisi sebelumnya telah disebutkan point ini, yang dalam hal ini para ulama berbeda pendapat apakah mengusapkan tangan merupakan amalan yang difardhukan dalam mandi atau yang disunnahkan. Menurut mazhab Maliki mengusapkan tangan ke seluruh anggota tubuh dalam mandi adalah fardhu, namun pendapat yang rajih adalah pendapat mazhab Syafi’i, yaitu termasuk amalan yang disunnahkan. (Fatawa Lajnah ad-Daimah, 5/323)

KEEMPAT, AL-MUWALAH (BERSEGERA)

Point ini juga telah disebutkan pada edisi sebelumnya. Dimana para ulama berselisih pendapat mengenai apakah termasuk amalan yang difardhukan atau yang disunnahkan.

Mazhab Syafi’i berpendapat, alMuwalah dalam mandi adalah amalan yang disunnahkan, namun begitu apabila seseorang tidak bersegera menyelesaikan rangkaian dalam mandi yang mengakibatkan anggota tubuh yang sudah dicuci kering maka ia harus memperbarui niatnya ketika hendak menyempurkan mandinya. Oleh Muhammad ath-Thayar pendapat yang dirajihkan adalah sebaliknya, yaitu al-Muwalah adalah fardhu dalam mandi, karena mandi adalah suatu rangkaian ibadah yang tidak bisa dipisahpisah dan Rasulullah selalu melakukannya dalam satu waktu. (Muhammad ath-Thayar, al-Fiqhu al-Muyassar, 1/121)

KELIMA, MENDAHULUKAN ANGGOTA TUBUH YANG KANAN DARIPADA YANG KIRI

Seperti yang dikatakan oleh Aisyah bahwa Rasulullah amat menyukai memulai segala sesuatu dengan yang kanan, baik dalam mengenakan sandal, menyisir rambut, bersuci dan dalam segala urusannya yang penting. Dari hadits Aisyah ini, yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim, menjadi dalil disunnahkannya mendahulukan anggota tubuh yang kanan daripada yang kiri.

Bahkan dalam perkataan Aisyah di atas disebutkan, tidak dalam bersuci (mandi dan wudhu) saja seseorang disunnahkan mendahulukan yang kanan dari pada yang kiri, namun dalam segala aktifitas seharihari, baik yang dinilai remeh maupun urusan yang penting. Kecuali pada hal-hal yang telah dikecualikan oleh Rasulullah dalam mendahulukan yang kanan, seperti masuk ke dalam toilet dan keluar dari masjid, maka amalan tersebut disunnahkan mendahulukan kaki kiri daripada yang kanan. Hal ini telah dijelaskan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari (1/216). Wallahu a’lam. []

#5 Sunnah Mandi Junub #5 Sunnah Mandi Junub #5 Sunnah Mandi Junub #5 Sunnah Mandi Junub#

%d bloggers like this: