17 Waktu Disunnahkan Mandi

17 Waktu Disunnahkan Mandi

فَصْلٌ: وَاْلأَغْسَالُ المَسْنُوْنُةُ سَبْعَةَ عَشَرَ غُسْلاً الجُمُعَةُ وَالْعِيْدَانِ وَالاسْتِسْقَاءِ وَالْخُسُوْفِ وَالْكُسُوْفِ

“Pasal: Mandi-mandi yang disunnahkan itu ada 17 macam, di antaranya adalah mandi pada hari Jumat, mandi dua Hari Raya, mandi shalat Istisqa’, mandi gerhana bulan dan mandi gerhana matahari.”

Ada 17 macam mandi yang disunnahkan menurut mazhab Syafi’i, enam di antaranya adalah mandi pada hari Jumat, mandi Hari Raya Id dan Adha, mandi shalat Istisqa’, mandi sebelum shalat gerhana matahari dan bulan. Oleh sebagian para ulama mandimandi di atas masuk dalam kategori mandi sebelum datang diperkumpulan orang banyak.

Pertama, disunnahkan mandi untuk menyambut shalat Jumat bagi setiap umat Islam yang telah baligh, meskipun dirinya sedang dalam keadaan tidak diwajibkan menjalankan shalat Jumat; seperti musafir, kaum wanita dan anak kecil. Mandi hari Jumat akan lebih utama apabila dilakukan mendekati keberangkatannya ke masjid.

Berdasarkan sabda Rasulullah ﷺ, “Apabila salah seorang di antara kalian ingin mendatangi shalat jumat hendaknya mandi.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Para ulama menjelaskan bahwa kalimat perintah dalam hadits di atas menunjukkan pada hukum sunnah, hal ini berdasarkan hadits Rasulullah ﷺ yang lain, “Barangsiapa berwudhu di hari Jumat maka hal itu cukup dan baik, sedangkan barangsiapa yang mandi maka mandi itu lebih baik.” (HR. AtTirmidzi)

BACA JUGA: 3 PERKARA YANG MEWAJIBKAN MANDI

Sunnah mandi hari Jumat boleh dilakukan mulai setelah terbitnya fajar, akan tetapi lebih utama jika dilakukan mendekati waktu shalat Jumat. Sebab dengan demikian lebih sesuai dengan (salah satu) tujuan mandi itu sendiri yaitu membersihkan tubuh dari aroma yang tidak sedap. Islam memerintahkan mandi sebelum berangkat shalat Jumat karena saat itu umat Islam berkumpul dalam satu tempat, sehingga Islam berkeinginan agar umatnya tidak terganggu dengan aroma tidak sedap dari saudara yang lain. 

Namun demikian, sebagian ulama ada yang berpendapat bahwa mandi pada hari Jumat hukumnya wajib, berdasarkan sabda Rasulullah ﷺ, “Mandi pada hari Juma’t diwajibkan bagi orang yang sudah baligh.” (HR. Al-Bukhari). Di antara Ulama yang berpedapat demikian adalah Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, beliau berkata ketika ditanya tentang hukum mandi pada hari Jumat, “Mandi pada hari Jumat wajib hukumnya bagi orang yang baligh dan berakal, berdasarkan sabda Rasulullah ﷺ di atas, dalam hadits tersebut Nabi telah menegaskan secara jelas akan kewajibannya. Sehingga bagi orang yang diwajibkan mandi pada hari Jumat namun tidak melakukannya maka ia akan menanggung dosanya.”

Pendapat yang shahih adalah apa yang disebutkan oleh Ibnu Taimiyyah dalam al-Fatawa al-Kubra, bahwa hukum mandi pada hari Jumat akan menjadi wajib bagi seseorang yang badannya beraroma tidak sedap, di mana hal itu dapat menganggu saudaranya yang lain.

Kedua, disunnahkan mandi pada dua Hari Raya; Id dan Adha, baik bagi orang yang hendak hadir dalam shalat tersebut maupun yang tidak menghadirinya. Salah satu alasannya, Hari Raya adalah hari untuk berhias dan bersenang-senang, maka dari itu disunnahkan untuk mandi.

Disebutkan dalam kitab al-Muwaththa’ bahwa Abdullah bin Umar radhiallahu ‘anhu mandi pada setiap hari raya Id sebelum keberangkatannya ke tempat dilaksanakan shalat. Sedangkan mandi pada hari raya Adha dianalogikan (qiyas) dengan mandi pada hari raya Id. Para ulama menjelaskan, dalil berupa apa yang telah diamalkan oleh para sahabat; di antaranya adalah Abdullah bin Umar radhiallahu ‘anhu, merupakan hasil dari analogi (qiyas) disunnahkannya mandi sebelum berangkat shalat Jumat. Keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu membersihkan diri saat hendak berkumpul dengan orang banyak.

Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah ﷺ mandi sebelum berangkat menuju shalat hari raya Id dan hari raya Adha.” (HR. Ibnu Majah). Tentunya atsar yang disandarkan kepada Ibnu Abbas ini menguatkan apa yang telah dilakukan oleh para sahabat.

Ketiga, disunnahkan mandi sebelum shalat Istisqa’, menurut Imam AsySyafi’i shalat Istisqa’ hukumnya sama dengan shalat hari raya, oleh karena itu disunnahkan mandi sebelum shalat Istisqa’ sebagaimana disunnahkan mandi sebelum berangkat untuk melaksanakan shalat Hari Raya.

Keempat, disunnahkan mandi sebelum shalat gerhana, baik gerhana matahari maupun gerhana bulan. Hal ini diqiyaskan dengan shalat-shalat sebelumnya. Itulah mandi-mandi sebelum berkumpul dengan orang banyak yang disunnahkan oleh Islam, selain untuk mensucikan badan juga untuk memperhias diri agar tidak menampakkan kelusuhan atau sesuatu yang dapat menganggu saudaranya. Wallahu a’lam. []

 

Referensi:

Imam Malik, al-Muwaththa’, 1/177.

Imam an-Nawawi, al-Majmu’ Syarhu al-Muhadzab, 2/202, 233.

Ibnu Taimiyyah, Fatawa Al-Kubra, 5/307.

Muhammad al-Hushaini al-Hushni, Kifayatul Akhyar, hal 70-73, cet. Darul Kutub Al-Ilmiyyah – Mesir. Syaikh Mushtafa al-Bugha, al-Fiqhu al-Manhaji ‘ala Mazhabi Imam Asy-Syafi’i, 1/84-86).

Syaikh al-Utsaimin, Majmu’ Fatawa, Juz 16, kitab Shalat Jumu’ah.

%d bloggers like this: