Riba Dalam Produk Arrum

Riba Dalam Produk Arrum

Ustadz, beberapa hari yang lalu saya ditawari seorang kawan untuk mengikuti produk ARRUM Haji yang dikeluarkan oleh Divisi Syariah PT Pegadaian (Persero). Produk ini adalah gadai emas guna pendaftaran haji. Katanya, saya cukup menjaminkan emas seberat 15 gram (senilai 7 juta), maka saya akan mendapatkan pembiayaan senilai Rp. 25 juta, dapat diangsur maksimal selama 3 tahun. Pembiayaan tersebut adalah senilai biaya porsi haji yang dapat didaftarkan ke Kemenag kabupaten/kota, sesuai domisili/KTP saya. Masalahnya, selama emas yang 15 gram itu disimpan di Pegadaian, saya diwajibkan membayar mu`nah (biaya penyimpanan dan pemeliharaan) barang gadai. Bolehkah saya mengikuti produk ini? (Tammi—Magetan)

JAWAB :

Sebenarnya akad gadai adalah akad yang dibenarkan secara syar’i. Tujuannya, jika orang yang hendak meminjamkan uang ragu kalau-kalau orang yang meminjam tidak dapat mengembalikan pada waktunya, ada barang jaminan yang dapat dijual untuk melunasinya.

Hanya, dari produk ARRUM spt digambarkan, tercium aroma “hilah ribawiyah” (praktik transaksi untuk tidak disebut riba tetapi hakikatnya tetap riba). Hilahnya ada pada pembayaran mu’nah yang dibebankan setiap bulan kepada orang yang menjaminkan emas seberat 15 gram. Mu’nah ini adalah manfaat yang didapat oleh Pegadaian dari orang yang dipinjaminya uang sebanyak Rp. 25 juta untuk mendapatkan porsi haji. Padahal salah satu kaidah fikih muamalat berbunyi, “Setiap pinjaman yang mendatangkan manfaat bagi yang memberi pinjaman, maka manfaat itu adalah riba.” Wallahu a’lam.

%d bloggers like this: