Kitab Fikih Perbandingan Antara Mazhab Hanafi dan Syafi’i

Kitab fikih Mausu’ah al-Fiqhiyyah

Kitab  :  Mausu’ah al-Fiqhiyyah al-Muqaranah at-Tajrid

Karya  :  Abu al-Husain al-Quduri (362-428 H)

Awalnya adalah kitab at-Tajrid, yang ditulis oleh Imam al-Quduri dalam 4 jilid, kemudian dikaji dan ditahqiq oleh Syaikh Muhammad Ahmad Siraj; guru besar Jami’ah al-Iskandariyah, dan Syaikh Ali Jum’ah Muhammad; guru besar Jami’ah al-Azhar, disusun menjadi 12 jilid dan diberi judul dengan Mausu’ah al-Fiqhiyyah al-Muqaranah at-Tajrid.

Kitab at-Tajrid dikenal sebagai kitab perbandingan fikih antara pengikut mazhab Hanafi dan Syafi’i. Di dalamnya disebutkan ijtihad masing-masing mazhab untuk menerangkan pendapatnya, selain itu disebutkan juga dalil-dalil yang menjadi dasar ijtihad mereka meskipun tidak secara detail. Imam al-Quduri menyusun kitab ini pada tahun 405 H, yaitu ketika beliau berumur 43 tahun, tepatnya pada hari Ahad 23 Dzulqa’dah.

BACA JUGA: Kitab Fikih Dari Abad 21

Metode penulisan kitab at-Tajrid diawali dengan menyebutkan pendapat mazhab Hanafi,  baik dari ucapan Imam Abu Hanifah sendiri, atau para sahabatnya, atau ucapan ulama bermazhab Hanafi yang lainnya. Setelah itu disebutkan pendapat mazhab Syafi’i, baik ucapan Imam asySyafi’i sendiri atau ucapan ulama yang menganut mazhab Syafi’i. Setelah menyebutkan masing-masing pendapat dua mazhab tersebut, baru disebutkan dalil yang menjadi dasar ijtihad mazhab Hanafi dan kemudian setelah itu disusul dengan dalil pendapat mazhab Syafi’i.

Di tengah-tengah penyebutan dalil mazhab Syafi’i, Imam al-Quduri langsung menyebutkan keterangan atau bantahannya, dalam keterangan tersebut beliau terkadang juga menyebutkan dalildalil mazhab Hanafi yang lain.

Apa yang dituliskan dalam kitab atTajrid adalah seperti seorang guru yang sedang bercakap kepada muridnya, artinya disampaikan dengan gaya bahasa seharihari dan tentu sangat menyenangkan serta mudah dimengerti. Bahkan, seolah olah pembaca akan dibawa dalam suasana bermajelis bersama dua mazhab tersebut, sebelah kanan mazhab Hanafi dan di sebelah kiri mazhab Syafi’i, mereka saling menyampaikan pendapat dan argumen secara bergantian.

Beberapa murid Imam al-Quduri telah meneruskan kegiatan ilmiah untuk menyempurnakan kitab at-Tajrid, salah satunya adalah Abu Bakar Muhammad asSarkhasi, ia melengkapi apa yang dianggap kurang dalam kitab at-Tajrid dan karyanya diberi judul dengan Takmilatu at-Tajrid. Ada juga yang meringkasnya, dia adalah Jamaluddin Mahmud, hasil ringkasannya diberi judul dengan at-Tafrid.

Penyusunan kitab at-Tajrid diawali dengan bab thaharah (bersuci) dan ditutup dengan bab adab seorang qadhi atau hakim. Terdiri dari 4 jilid dan di dalam empat jilid tersebut kurang lebih ada 1633 persoalan fikih yang diperselisihkan antara mazhab Hanafi dan Syafi’i.

Keistimewaan kitab ini adalah termasuk kitab fikih perbandingan terbesar antara dua mazhab secara umum, yaitu mazhab Hanafi dan Syafi’i. Bahkan kitab ini termasuk gagasan pertama dalam penyusunan kitab fikih perbandingan yang mengajarkan kepada kita bentukbentuk perbedaan pendapat dan cara menyikapinya. Dapat dilihat dari apa yang telah dituangkan oleh Imam al-Quduri dalam kitab ini, yaitu disampaikan dengan ketulusan, lapang dada, dan berdiskusi secara ilmiah dengan menyebutkan dalil masing-masing pendapat. Hal ini tentunya menjadi contoh yang baik bagi generasi Islam ketika berhadapan dengan mazhab fikih yang tidak sependapat dengan mazhab yang dianutnya.

Namun demikian kitab ini bukanlah satu-satunya kitab fikih perbandingan yang ditulis oleh para ulama. Beberapa kitab telah disusun setelah kitab ini, di antaranya adalah kitab al-Khilaf baina Ahnaf wa Syafi’i, al-Khilafiyat dan bahkan sampai hari ini telah disusun kitab fikih perbandingan empat mazhab sekaligus.

Setelah dikaji dan ditahqiq oleh Syaikh Muhammad Ahmad Siraj dan Syaikh Ali Jum’ah Muhammad, kitab yang awalnya berjumlah 4 jilid ini berubah menjadi 12 jilid.

Upaya pengkajian dan pentahqiqkan kitab ini melibatkan banyak pihak, di antaranya bekerjasama dengan para mahasiswa Jami’ah al-Azhar dengan menawarkan kitab ini untuk dijadikan sebagai syarat mendapatkan gelar Magister dan Doktor. Sehingga kitab atTajrid ini dipecah menjadi beberapa bagian untuk dibagikan kepada para mahasiswa yang berkenan.

Untuk menyelesaikan kegiatan ilmiah ini membutuhkan waktu 7 tahun, dimulai pada tahun 1996 dan selesai pada tahun 2003. Yang dilakukan oleh para mahasiswa adalah mengoreksi kesalahan-kesalahan penulisan, merujukkan masing-masing pendapat ke dalam kitab induknya, penomoran ayat dan pentahqiqkan hadits, menyebutkan biografi nama-nama yang tertera di kitab, menjelaskan kata-kata yang dinilai asing bagi pembaca, dan mentakhrij kaidah-kaidah fikih yang ada. Wallahu a’lam. []

 

Disarikan dari pendahuluan kitab Mausu’ah alFiqhiyyah al-Muqaranah at-Tajrid, cet. Pertama (2004), Dar as-Salam – Mesir, juz 1, halaman 1-53)

%d bloggers like this: