Investasi Emas di Pegadaian

Investasi Emas di Pegadaian

Praktiknya, seseorang datang ke Kantor Cabang Pegadaian, membuka rekening Tabungan Emas, mengisi formulir, membayar biaya administrasi, dan biaya fasilitas titipan selama 12 bulan. Setelah itu ia dapat membeli emas dengan kelipatan minimal 0,01 gram dan menyimpannya di Pegadaian. Jika ia membutuhkan, ia dapat menjual kembali (buy back) ke Pegadaian. Jika menghendaki fisik emas batangan, ia dapat melakukan order cetak dengan pilihan keping tertentu. Bolehkah akad seperti tersebut di atas? (Dika—Karanganyar)

Investasi Emas

Persero Pegadaian memang meluncurkan program Tabungan Emas pada tanggal 17 Agustus 2015 dan masih berjalan sampai jawaban ini saya tulis. Membaca dan mengkaji tata laksananya di situs resmi Pegadaian (pegadaian.
co.id/pegadaian-tabungan-emas.php), saya mendapati ketidaksesuaian akad Tabungan Emas dengan prinsip-prinsip muamalah Islam.

baca juga: Sulitnya Menghindari Debu Riba

Di antara ketidaksesuaian itu adalah praktik konversikan uang dengan emas. Jual beli uang dengan emas, barangnya harus sama-sama ada. Jika tidak, maka terjadi riba nasi`ah. Siapa pun yang ingin menabung emas, maka ia harus
menyerahkan emas, bukan uang.
Selain itu, uang yang dikumpulkan oleh Pegadaian tidak langsung diwujudkan emas. Karena emas baru dicetak atas order penabung. Sangat mungkin uang tersebut dikelola atau dijadikan modal usaha oleh pihak Pegadaian. Padahal, tidak ada kesepakatan bagi untung atas pengelolaan yang dilakukan. Maknanya, pihak Pegadaian memakai uang milik penabung secara zhalim.
Sebenarnya masih ada beberapa hal lain yang bertentangan dengan prinsipprinsip muamalah Islam. Namun adanya dua hal di atas, sudah cukup menjadi alasan agar kita menjauhinya. Wallahu a’lam

%d bloggers like this: