Ensiklopedi Fikih Wanita

Ensiklopedi Fikih Wanita

Kitab : Jami’u Ahkami an-Nisa’

Karya : Musthafa al-‘Adawi

Jami’u Ahkami an-Nisa’, kitab tebal terdiri dari 5 jilid yang memaparkan hukum-hukum seputar fikih kewanitaan, yang tulis oleh seorang ulama bernama Musthafa al-‘Adawi rahimahullah.

Lahirnya kitab ini adalah hasil dari telaah Syaikh al-‘Adawi terhadap kitab-kitab Sunan, Tafsir, Musnad, Fikih dan kitab-kitab lain yang membahas tentang hukum seputar kewanitaan.

Sudah pasti isi kitab ini akan berbicara seputar wanita dalam fikih Islam, sehingga Syaikh al-‘Adawi menyusun pembahasan dalam kitab ini terdiri dari bab-bab yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan kaum laki-laki, atau pembahasan yang banyak berkaitan dengan wanita –meskipun terkadang laki-laki juga berangkutan dalam pembahasan tersebut—. Syaikh al-‘Adawi juga membahas persoalan-persoalan umum yang sekiranya kaum wanita tidak dikecualikan dalam persoalan tersebut.

BACA JUGA: UMDATU AL-FIQHI

Dengan demikian kitab ini sangat lengkap, karena meliputi berbagai pembasahan fikih kewanitaan dari aspek yang khusus sampai aspek yang umum.

Kitab ini terdiri dari 5 jilid tebal, setiap jilid terdiri kurang lebih dari 600 sampai 700 halaman. Penulis menertibkan setiap pembahasan sebagaimana dalam kitabkitab fikih yang lain. Satu hal yang paling menarik adalah, selain berisi kajian-kajian fikih sarat dengan dalil dan pendapat para ulama, penulis juga memberikan kalimatkalimat motivasi untuk meningkatkan semangat beribadah dan menambah keimanan.

Jilid pertama, Syaikh al-‘Adawi mengawali dengan bab haid, istihadah dan nifas. Tiga bab pertama ini adalah hal-hal yang khusus bagi wanita dan merupakan ilmu yang sangat penting untuk diketahui. Kemudian dilanjutkan dengan bab shalat, bab jenazah dan mandi.

Jilid kedua, terdiri dari bab iddah dan nafkah, puasa, haji dan umrah, serta seputar pakaian. Dalam jilid ketiga, Syaikh membahas hukum-hukum berkaitan dengan pernikahan penuh satu buku.
Jilid keempat, terdiri dari bab talak, jualbeli, hadd, jihad dan pembagian warisan. Sedangkan pada jilid kelima dari kitab ini, Syaikh al-‘Adawi menggabungkan sebuah kitab yang dulu pernah disusunnya, yaitu sebuah kitab tentang tanya-jawab seputar fikih kewanitaan. Jilid yang kelima ini telah dicetak pada tahun 1999 M di salah satu penerbit Mesir, Dar Ibnu ‘Affan.

Oleh karena tujuan Syaikh adalah menyusun pembahasan-pembahasan berkaitan dengan fikih kewanitaan maka dalam kitab ini tidak didapati pembahasan fikih yang bersifat umum, seperti macammacam air, cara mensucikan kulit binatang, dan yang sejenisnya.

Syaikh al-‘Adawi menyertakan tahqiq dalam riwayat hadits dan atsar yang disebutkan di setiap babnya. Bahkan, penulis menyebutkan kedudukan riwayat yang shahih, hasan, maupun yang dha’if dan disertai penjelasan tentang sebabsebabnya yang beliau nukil dari kitab-kitab para ulama yang masyhur.

Dalam men-takhrij hadits penulis merujuk pada kutubut tis’ah (sembilan kitab hadits), apabila beliau mendapati suatu riwayat yang tidak di dapati dalam kutubu tis’ah maka beliau men-takhrij-nya di dalam kitab-kitab yang lain.

Terkadang Syaikh menyebutkan sanad hadits secara utuh, tujuannya adalah agar para penelaah dapat mengambil faedah dari penyebutan sanad secara panjang dan lebar tersebut, yaitu untuk menyimpulkan keshahihan haditsnya.

Sedangkan untuk hadits-hadits yang dinilai cukup asing, atau lafal-lafal yang sulit dipahami maka kebanyakan dirujuk pada kitab Lisanul Arab, Fathul Bari, dan Syarah Muslim karya Imam an-Nawawi. Meskipun dalam beberapa hadits dan lafal yang tidak didapati pada tiga kitab tersebut Syaikh merujuknya pada kitab yang lain.

Terkadang Syaikh al-‘Adawi menyebutkan sebuah hadits yang telah disebutkan pada bab sebelumnya, misalnya menyebutkan sebuah hadits di bab Shalat dan menyebutkan hadits yang sama di bab Jenazah. Demikian itu tidak lain adalah karena hadits tersebut berkaitan dengan dua pembahasan sekaligus atau lebih, dan dalam kasus seperti ini Syaikh akan menjelaskan secara ringan dan meminta pembaca untuk merujuk pada bab sebelumnya bagi yang menginginkan penjelasan yang mendetail.

Di tengah-tengah penjelasan yang dipaparkan, Syaikh menyertakan kajian ayat dalam kitab-kitab tafsir para ulama, sehingga dalam buku ini akan banyak didapati ucapan para ulama dan ahlu ilmi tentang persoalan yang terkait. Dengan banyaknya ucapan para ulama maka Syaikh berusaha memilih pendapat yang paling rajih dari beberapa pendapat yang ada, dan Syaikh menjelaskan alasan-alasan tarjihnya dalam persoalan tersebut.

Kesimpulannya, kitab ini mengulas hukum seputar fikih kewanitaan yang disajikan secara lengkap, disertai takhrij para riwayat-riwayatnya dan tarjih pendapat para ulama, sehingga kitab ini layak dijadikan rujukan oleh kaum muslimin. Wallahu a’lam. []

Disarikan dari mukaddimah kitab Jami’u Ahkami anNisa’, karya Musthafa al-‘Adawi, Dar as-Sunnah, juz. 1, cet. 1 (1992), hal. 1-9

%d bloggers like this: