7 Hal Penting Dalam Dropshipping

7 Hal Penting Dalam Dropshipping

Bisnis dengan sistem dropshipping benar-benar seperti menemukan habitatnya seiring dengan perkembangan era internet dan majunya bisnis ekspedisi pengiriman barang. Sistem dropshipping disukai karena dinilai sangat menguntungkan, khususnya soal modal. Dropshipper tak memerlukan modal karena tidak harus membeli stok. Dia juga tidak menanggung resiko barang tak laku, gudang atau perawatan barang. Tidak pula direpotkan dengan packaging dan pengiriman. Keuntungan yang didapat pun bersih karena minim biaya operasional.

Hari ini, tak terhitung jumlah dropshipper di dunia maya. Bahkan jika anda berjalan-jalan di beberapa pusat perbelanjaan murah di Kota Solo semisal BTC (Beteng Trade Center) atau PGS (Pusat Grosir Solo), anda akan mendapati para dropshipper di sana. Mereka biasanya nongkrong di pusat perbelanjaan dan sibuk dengan handphone-nya. Apa yang mereka lakukan? Menjualkan barang-barang dari toko-toko di pusat perbelanjaan tersebut via toko online atau media sosial.

Para pemilik toko pun biasanya memang sudah menyediakan foto dan spesifikasi produk yang mereka share ke grup-grup dropshipper di area tersebut. Jika terjadi transaksi, dropshipper tinggal meminta pihak toko untuk mengirimkan barang ke pembeli. Pengiriman barang semakin mudah karena di pusat perbelanjaan tersebut terdapat agen pengiriman barang, biasanya PT. POS Indonesia.

Menurut Kunti (28th), pemilik salah satu toko di pusat perbelanjaan BTC (Beteng Trade Center), Solo, Jawa Tengah, omset penjualan via online-nya jauh lebih banyak daripada offline, meskipun pusat perbelanjaan tersebut sebenarnya cukup ramai. Bahkan beberapa pedagang ada yang hanya menggunakan toko yang disewa di pusat perbelanjaan tersebut sebagai display dan gudang saja karena 90% penjualan dilakukan secara online.

BACA JUGA: Jual Beli Sistem Dropshipping

Perbedaan mendasar dropshipper dengan reseller atau agen ada pada kepemilikan barang. Reseller atau agen membeli produk dari suplier atau produsen. Barang dikirim oleh produsen kepada reseller atau agen dengan harga khusus, lalu reseller menjual kembali dengan harga bandrol atau sedikit lebih murah. Adapun dropshipper, dia tidak membeli terlebih dahulu barang dari produsen melainkan hanya meminta spesifikasi barang dari produsen; foto dari berbagai sudut, spesifikasi bahan dan harga. Bermodal beberapa hal tersebut, dia mulai menawarkan barang tersebut di toko onlinenya atau via media sosial dan menetapkan harga. Saat ada yang hendak membeli, dia meminta pembeli untuk mentransfer uang senilai harga atau dengan DP (downpayment), baru kemudian membeli barang tersebut dari produsen dan produsen akan mengirimkan langsung barang tersebut kepada konsumen. Nama pengirim bukan lagi produsen tapi dropshipper.

Nah, jika anda tertarik untuk terjun menjadi dropshipper atau anda sudah menekuninya, ada beberapa hal yang harus anda perhatikan terkait dengan hukum-hukum Islam yang berlaku dalam masalah ini.

Pertama, pelajarilah hukum-hukum terkait dropshipping. Apa saja aturannya dan hal-hal apa saja yang dilarang. Anda bisa browsing di internet untuk mendaptkan makalah-makalah dan fatwa mengenai hal ini. Pilihlah fatwa dan analisis yang ilmiyah dan seimbang dalam mengkaji dalil-dalil yang ada. Jangan asal memilih yang mudah dan asal boleh.

Kedua, pastikan anda mendapat ijin menjualkan barang dari suplier. Ini penting karena jika anda hanya asal comot foto produk tanpa ijin dari suplier, berarti anda menjual barang milik orang lain tanpa ijin. Ijin dari suplier juga untuk memastikan bahwa barang tersebut benar-benar ada dan suplier masih aktif berjualan. Jangan sampai anda menjual barang, setelah terjadi transaksi dengan pembeli ternyata barang dari suplier kosong.

Ketiga, akan lebih baik jika anda pernah membeli untuk diri sendiri barang yang anda dropshipkan. Gunanya untuk mengetahui spesifikasi barang secara pasti. Pasalnya, foto produk biasanya sudah melalui editing. Jika akurasi editingnya kurang atau bahkan berlebihan, foto produk akan berbeda penampakannya dengan barang aslinya. Ini dapat menyebabkan datangnya komplain dari pembeli. Tak jarang pula ada pembeli yang meminta foto langsung dan alami dari produk yang anda jual, bukan foto dari iklan. Misalnya, anda menjual baju wanita dan di foto produk terlihat indah karena dipakai seorang model cantik. Ada kalanya, pembeli menginginkan foto barang tersebut di hanger dan dipoto langsung untuk menghilangkan kesan cantik dari si model.

Keempat, jangan pernah menipu konsumen dengan testimoni palsu. Testimoni palsu adalah persaksian palsu yang besar dosanya.

Dari Abdurrahman bin Abi Bakrah, dari bapaknya z , dia berkata, Nabi n bersabda, “Perhatikanlah (wahai para shahabat), maukah aku tunjukkan kepada kalian dosa-dosa besar yang paling besar?” Beliau n mengatakannya tiga kali. Kemudian para shahabat mengatakan: “Tentu wahai Rasulullah.” Beliau n bersabda: “Syirik kepada Allah dan durhaka kepada kedua orang tua.” Dan beliau duduk, sedangkan sebelumnya beliau bersandar, lalu bersabda, “Perhatikanlah! dan perkataan palsu (perkataan dusta)”, beliau selalu mengulanginya sampai kami berkata, “Seandainya beliau berhenti”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Kelima, jangan menyembunyikan aib atau memuji secara berlebihan pada barang yang dijual. Cukupkan diri dengan spesifikasi dan data yang riil mengenai barang yang anda jual. Misalnya, untuk menunjukkan bahwa jahitan pakaian anda spesial, anda tidak perlu memuji secara langsung. Anda bisa menggunakan data berupa kualitas mesin jahit dan benang yang anda gunakan. Kecanggihan mesin anda membuat jahitan presisi dan konsisten, misalnya. Jika konsumen meminta foto produk secara langsung tanpa editan, anda juga harus memberikannya.

Keenam, bersiaplah menghadapi resiko dropshipper berikut: karena anda tidak menangani pengiriman barang secara langsung, sangat mungkin terjadi salah ukuran, salah model, salah nomor, salah warna dan packaging yang tidak baik. Dan kesalahan ini akan dikomplainkan kepada anda oleh pembeli karena alamat pengirim yang tercantum adalah nama dan alamat anda. Oleh karenanya, pastikan bahwa suplier anda profesional dan baik dalam pengiriman. Jika tidak, nama baik anda sebagai pedagang menjadi taruhannya.

Ketujuh, hari ini dunia pasar online mulai dikuasai oleh market place. Market place adalah semacam supermarket di dunia online. Sebuah website yang menyediakan aneka ragam kebutuhan yang dijual secara online. Di sini konsumen dapat membandingkan harga dengan sangat mudah dan melakukan proses jual beli dengan sangat cepat. Dan produsen pun akan lebih teratrik memasarkan produknya melalui market place daripada dropshipper maupun reseller karena tingkat kunjungan pada situs market place yang relatif tinggi. Jadi, anda sebagai dropshipper harus bersiap menghadapi hal ini. Akan lebih baik jika anda juga ikut berjualan dan membangun branding diri di market place yang ada seperti bukalapak. com, lazada.co.id, tokopedia.com atau forum jual beli besar seperti kaskus.co.id.

Terakhir, berusahalah untuk selalu jujur saat berjual-beli. Sedikit keuntungan yang didapat dari menipu konsumen akan merusak keberkahan dari harta yang anda peroleh. Mungkin suatu saat kejujuran membawa anda pada sebuah realita pahit karena konsumen tak jadi beli, tapi yakinlah, rezeki tidak akan kemana. Lebih baik konsumen batal beli karena kejujuran daripada beli karena dibohongi. Barakallah fikum. Wallahu a’lam. []

%d bloggers like this: